
Hari pertama berjalan dengan lancar meskipun sedikit membosankan tapi bagi Rain itu adalah hal biasa.
Langkah kaki Rain pun akhirnya tiba di depan sebuah ruko cantik yang menjual beragam jenis kue kering maupun kue basah yang tampak begitu menggoda untuk di beli.
"Bagaimana sekolah kamu hari ini sayang?"tanya Leonard yang berjalan mendekat kearah Rain.
"Baik."jawab Rain singkat.
Leonard hanya dapat tersenyum simpul mendengar jawaban singkat Rain.
Semenjak kejadian pembunuhan waktu itu sikap Rain pun berubah, tidak ada lagi Rain yang ceria dan suka tersenyum yang tersisa hanyalah Rain yang pendiam dan tertutup.
"Apakah kamu dapat teman baru tadi?"
"Ada."
"Siapa?"
__ADS_1
"Dean."
Leonard hanya dapat menghela nafas panjang mendengar jawaban Rain.
"Rain akan kerumah."ucap Rain sambil salim.
"Ya sudah kalau mau makan panasin aja makanan yang ada di atas meja makan, ibu sudah masak tadi tapi kayaknya udah dingin."ucap Leonard dan di balas oleh anggukan oleh Rain.
Perlahan lahan senyuman Leonard pun hilang bersamaan dengan hilangnya siluet Rain.
puk
sebuah tepukan dibahu Leonard membuat dia memutar badannya.
"Ada apa?"tanya Arn yang masih memakai apron dan juga topi chef sebab ia baru saja memasak kue.
Leonard berjalan merapatkan tubuhnya ke Arn, lalu Leonard memeluk Arn dengan wajah yang di benamkan ke dada Arn.
"Ternyata waktu yang aku habiskan untuk memikirkan cara balas dendam malah membuat aku kehilangan banyak waktu dengan Rain, dan aku sadar kalau waktu waktu itu tidak akan bisa diputar kembali."
"Aku kehilangan waktu waktu berharga ku dengan anakku, aku kehilangan momen momen penting dengan anakku, aku kehilangan semua waktu yang harusnya aku habiskan dengan dia, aku kehilangan itu semua, dan itu semua terjadi hanya karena sebuah dendam."
Dapat Arn rasakan kalau bajunya basah pertanda kalau Leonard sedang nangis. Tangan Arn pun balik memeluk Leonard dan mengelus punggung wanita yang begitu ia cintai itu.
"Dan setelah kehilangan itu semua ternyata aku juga kehilangan keceriaan anakku, aku kehilangan senyuman tulusnya, aku kehilangan banyak hal Arn."
__ADS_1
"Ternyata benar dendam tidak bisa menyelesaikan masalah malah itu akan membuat terjadinya masalah baru dan tidak berkesudahan."
"Aku ingin kehidupan seperti keluarga lainnya, aku ingin seperti keluarga sederhana yang ketika di meja makan saling bercanda tawa."ucap Leonard sambil terus menangis.
Selama Leonard berbicara Arn hanya mendengarkan tanpa menyela dan tangannya pun terus mengelus punggung Leonard yang bergetar.
Saat seseorang sedang mengeluarkan isi hatinya, ia bukan ingin di beri solusi tapi mereka hanya ingin di dengar, mereka hanya ingin mengeluarkan semua yang ada di dalam dada mereka.
Dan jangan merasa itu adalah hal sepele karena itu tidak terjadi di kehidupan anda dan anda tidak akan tau apa yang dirasakan mereka.
"Aku pikir, aku sudah melakukan semuanya dengan begitu baik tapi aku masih merasa kurang, aku terus merasa ini semua salahku, ini semua karena aku yang tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk Rain."
"Aku selalu berusaha menjadi ibu yang baik, aku selalu menjadi ibu yang pengertian, yang menyayangi anaknya, yang memberikan segala cinta dan kasih sayangku padanya tapi kenapa aku masih merasa kalau aku bukan ibu yang baik."
"Aku bukan ibu yang baik..."
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
salam hangat dari author 💙