
*BRAK BRUK*
PRANG
*Bunyi benda jatuh dan beberapa pecahan kaca terdengar di ruangan serba hitam*.
"*AKKKKHHH PERGI CARI ARM KEMANAPUN DAN JIKA KALIAN TIDAK MENEMUKANNYA JANGAN HARAP MELIHAT MATAHARI TERBIT BESOK."Teriakan menggelegar membuat para pengawal yang berjejer di depan pintu ruangan itu menunduk takut*.
*Di dalam sana tuan Adrian sedang frustasi karena hilangnya putra tunggalnya, orang yang akan menjadi pewaris keluarga Altarik, orang yang akan memegang tahtanya setelah ia tiada*.
"*BAIK TUAN."teriakan para bodyguard yang ada di luar ruangan itu, lalu suara langkah kaki pun terdengar sepertinya para bodyguard langsung pergi ke TKP*.
"*Lihat saja kau Magraf akan aku pastikan rencana mu akan hancur seperti sebelum sebelumnya."ucap Tuan Adrian mengambil botol wine dan langsung meminum dari botolnya*.
*Hidup bersama dengan saudara tiri tidaklah sebahagia yang orang orang lihat. Rasa iri dengki sering terjadi hanya karna hal sepele dan hal itu juga terjadi antara Tuan Adrian dan adik tiri dari istri kedua sang ayah, Magraf Altarik*.
*Ketika sang ayah membawa adik tirinya kerumah saat dia berumur 17 tahun dan Magraf berumur 15 tahun disaat itulah semuanya terungkap*.
*Sang ayah ternyata sudah menghianati pernikahannya dengan ibu tuan Adrian, hal itulah yang membuat tuan Adrian membenci Magraf dan ibu Magraf*.
"*Kau akan terus berusaha dan aku akan selalu menikmati hasilnya adikku."ucap Tuan Adrian tersenyum sinis*.
__ADS_1
.
.
.
*Sepuluh bodyguard dan juga lima Mafioso berdiri berjajar di hadapan Tuan Adrian yang sedang duduk di kursi kekuasaan*.
*Mereka semua menunduk menunggu perintah*.
"Bagaimana hasilnya ?"tanya tuan Adrian duduk tegak.
*Salah seorang bodyguard maju satu langkah, sebelum ia berbicara ia membungkuk hormat*.
"*Maaf tuan, tuan muda Arm tidak bisa diselamatkan sedangkan bodyguard yang mengemudi yaitu Arnold Benvolio masih bisa diselamatkan tapi saat ini dia sedang koma, dia bagian wajah dan tangan sebelah kirinya terbakar karena ledakan mobil."ucap sang bodyguard tegas*.
*lalu ia menjatuhkan ke dua dadu itu*.
1:1
"*Bawa dia ke rumah sakit terbaik yang ada di sini dan jaga ketat jangan sampai orang tau kalau dia ada di situ."ucap Tuan Adrian tenang*.
"*Bawa mayat Arm menuju rumah dia akan di kremasikan dirumah."ucap tuan Adrian lalu meminum wine yang entah sudah beberapa banya ia minum hari ini*.
*Para bodyguard cukup terkejut dengan perintah tuan mereka, tak ada sejarah anggota keluarga Altarik yang dibakar*.
__ADS_1
*Mungkinkah Tuan Adrian lagi membuat sejarah baru, entahlah hanya dia yang tau*.
"BAIK TUAN."ucap para bodyguard dan Mafioso serentak.
"*Untuk Arnold, lakukan pemulihan untuknya secepat mungkin tapi jangan buat dia sadar, upayakan agar dia tetap koma tapi dengan keadaan yang stabil."ucap tuan Adrian yang membuat anak buahnya merasa pusing*.
*tapi meskipun begitu mereka hanya dapat mengiyakan*.
"BAIK TUAN."
"*Pergilah."usir tuan Adrian*.
*Setelah di suruh pergi mereka langsung meninggalkan ruangan itu melaksanakan perintah dari pimpinan*.
*Tuan Adrian menggoyang goyangkan gelas yang hanya berisi sedikit wine dan dua batu es yang menimbulkan bunyi*.
"Kau yang memulainya maka kau juga yang akan mengakhiri ini semua."ucap tuan Adrian tersenyum lalu meminum wine itu habis.
.
.
.
bersambung
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
salam hangat dari author 💙
__ADS_1