ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 88


__ADS_3

"Aku mencintai mu dan akan selalu mencintaimu." Ucap Leonard sambil terus mengelus pipi Arn.


Kening Arn dan Leonard pun bertemu, keduanya meresapi setiap rasa yang hadir setiap detik.



Rasa dimana ingin terbang dalam debaran jantung yang tak henti berdetak cepat ketika bersama.



Manik mata kelabu milik Arn menatap manik hitam itu dengan pandangan penuh cinta.



"Maukah kamu menerima aku kembali?"ucap Arn sambil mengelus tengkuk Rain.



"Tak ada kata kembali untuk hubungan kita, karena sejatinya kamu maupun aku tidak akan pernah terpisah, dimana pun kamu berada aku akan selalu ada di sisi mu."ucap Leonard sambil tersenyum.



Arn pun ikut tersenyum ketika melihat senyuman yang begitu ia rindukan.



"Mari kita lanjutkan semua ini dalam suatu ikatan suci pernikahan."ucap Arn.



Leonard mengedipkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


Arn melamar dia? apa?!! Arn melamar dia!!!

__ADS_1


"Aku tau mungkin kita bertemu lagi baru dua hari tapi seperti apa yang kamu katakan tadi kalau di kisah kita tak ada perpisahan maka dari itulah mari kita ikat hubungan ini dengan suatu ikatan suci pernikahan."ucap Arn menatap mata Leonard langsung.



Manik mata keduanya bertemu dengan debaran jantung yang sama sama berpacu begitu cepat.



Leonard tak mengatakan apapun tapi ia menjawab dengan perbuatan.


Cup


Mata Arn melebar saat merasakan bibir manis itu menyentuh langsung bibirnya dalam sekejap.



Arn berkedip kedip lalu ia kembali menatap ke arah Leonard yang tampak tersenyum sambil terkekeh kecil melihat reaksi terkejut Arn.




"Aku sudah lama menunggu saat saat seperti ini, menunggu kamu melamar aku dan membuat ikatan yang sah untuk hubungan kita."ucap Leonard yang tak pernah berhenti tersenyum.



Arn tersenyum sampai semua giginya nampak dan matanya yang sipit pun semakin kecil.


"jadi jawabannya apa nih? aku belum dengar jawaban kamu dari tadi?"tanya Arn jail.


plak


Leonard memukul lengan Arn dan menatap Arn kesal dengan bibir mengerucut.

__ADS_1


"Kan udah aku jawab tadi."ucap Leonard melepaskan tangannya yang ada di pipi Arn tapi membiarkan tangan Arn di tengkuk dan pipinya.


"Mana? aku nggak dengar kamu bilang iya tadi?"ucap Arn sambil mengulum senyum.



"ckk kamu nggak peka dan nggak ngerti isyarat."ucap Leonard kesal.



Arn kembali tersenyum lalu ia memeluk Leonard dengan erat dan begitu juga dibalas oleh Leonard dengan erat.



"Kita akan memulai semuanya dari awal lagi."ucap Leonard dengan suara kecil karena wajahnya berada di dada Arn.


"hmmm, kita akan hidup damai bertiga dan melakukan banyak hal yang seharusnya kita lakukan selama ini."ucap Arn.


Keduanya saling berpelukan erat tanpa mempedulikan kalau orang yang sedang mereka jaga.


"Apakah kalian akan terus berpelukan, tidak lihatlah kalau masih ada aku disini."ucap Rain dengan nada datar.


Arn dan juga Leonard yang mendengar suara orang lain pun melepaskan pelukannya lalu mereka menoleh menatap kearah Arin yang ternyata sudah sadar dari koma.


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2