ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 48


__ADS_3

Kembali ke waktu sekarang


Brain mengepalkan tangan keatas kode agar anak buah Brain berhenti.


Yang tadi berisik pun langsung senyap, para bodyguard Arm langsung mendekat kembali pada Arm dan ada beberapa yang pingsan atau mungkin meninggal.


Begitu juga dengan anak buah Brain.


Brain berjalan mendekati Arm, wajah brain mendekati telinga Arm dan berbisik sesuatu yang hanya mereka berdua yang tau.


Manik mata kelabu Arm tampak membesar ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Brain tapi wajah Arm masih tampak tenang.


"Baiklah."hanya itu yang diucapkan oleh Arm tapi berhasil membuat Brain berjalan mundur dan berbalik meninggalkan Arm.


Brain berjalan kembali menuju mobilnya dan masuk diikuti oleh anak buah Brain.


Arm menatap mobil yang berlalu berputar pergi meninggalkan kawasan Arm dengan wajah datar.


"Aku masih tidak yakin kalau itu dia."


.


.


.

__ADS_1


Di rumah Brain hanya beberapa orang yang menjaga karena anak buah yang menjaga dirumah Brain bawa.


Ada satu orang yang menjaga pintu rumah dan satu orang satpam serta dua orang yang berada di dalam rumah mendampingi serta memastikan Rain tetap selamat.


Tapi karena ingin buang air besar penjaga depan pintu pun pergi menuju kamar mandi yang tak jauh dari sana yang memang terletak di luar.


Saat penjaga itu pergi seorang berpakaian hitam bertopeng menutupi wajahnya datang membawa Magraf yang lemas tapi masih sadar.


Pria itu meletakkan Magraf di depan pintu rumah setelah itu ia langsung pergi lewat pintu belakang, tak lupa pula pria itu berdada di cctv yang ada di depan pintu tersebut.


Magraf mengetuk pintu dengan pelan menahan sakit pada sekujur tubuh.


Saat tangan Magraf mengetuk pintu selalu mengeluarkan darah ditambah lagi dengan punggung Magraf yang sudah sangat sakit.


"tolong... buka... Brain ini ayah..."ucap Magraf mengeluarkan suara yang keras walaupun serak karena suaranya habis karena berteriak tadi.


Rain yang berada di balik pintu itu berjalan mondar mandir memikirkan untuk membuka atau tidak pintu itu.


ia sangat kasihan dengan orang itu tapi ia juga harus mematuhi perintah Brain agar tetap di dalam rumah.


Tak lama penjaga yang menjaga pintu pun kembali, ia sangat terkejut melihat tuan besar yang sudah terduduk dilantai dengan keadaan fisik yang sangat sangat mengerikan.


"Tuan... "penjaga itu langsung mengetuk pintu rumah.


"nona buka pintu, ada tuan besar di depan."ucap penjaga itu mengetuk pintu keras keras.

__ADS_1


Mendengar suara penjaga Rain pun yakin kalau diliat aman pun langsung membuka pintu rumah.


Rain menutup mulut terkejut melihat pria paruh baya yang berlumuran darah di depan pintu masuk.


"ayo bawa masuk."ucap Rain cemas.


Dan tak lama suara deru mobil pun terdengar dari arah luar saat pagar terbuka barulah tampak kalau itu adalah mobil Brain.


Rain menghela nafas lega saat melihat mobil Brain.


Mobil itu berhenti dan keluarlah Brain dari mobil itu lalu berlari mendekati pria paruh baya yang berdarah darah tadi.


"Siapa yang melakukan ini pada ayah?"ucap Brain dengan setetes air mata keluar dari sudut matanya tapi dengan cepat ia hapus.


Rain terkejut mendengar Brain yang memanggil ayah pada pria itu, ia baru tau siapa ayah Brain.


"Aku akan membalas semua yang mereka lakukan pada Ayah."


.


.


.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂


salam hangat dari author 💙


__ADS_2