ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 43


__ADS_3

Arm menatap layar handphone dengan seksama membaca sesuatu di sana hingga membuat dahi Arm berkerut.



Manik kelabu itu bergerak ke kiri dan ke kanan memperhatikan setiap kata yang ada di foto itu.



Foto surat wasiat yang dikirimkan oleh Brain kemarin sangat mengganggu pikiran Arm, ia merasa ada yang salah dengan otak Tuan Adrian.



Setelah berulang kali membaca akhirnya Arm meletakkan handphonenya.



Arm meletakkan kedua tangannya yang saling menggenggam di atas meja, mata kelabu itu kembali menatap foto besar Arm yang berada tepat dihadapan ia yang sedang duduk.



"Aku merasa kasian dengan mu Arm?"ucap Arm menatap foto itu dengan satu bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman sinis.



"Kau yang belajar mati matian tentang bisnis tapi orang lain yang melanjutkan kerajaan bisnis keluarga mu."ucap Arm lalu ia bangkit dari duduk.


Sebelum berjalan tak lupa Arm memasukkan handphone ke saku celana, setelah itu barulah ia berjalan keluar dari ruangan kerja.


.


.


.

__ADS_1


"Ini tuan."sebuah iPad di berikan kepada tuan Adrian oleh tangan kanan tuan Adrian yaitu paman Par.



Tuan Adrian yang sedang meminum kopi pun meletakkan kopi itu ke atas meja dan mengambil iPad tersebut.



Sebuah video yang berdurasi beberapa menit pun berputar dan mata kelabu milik Tuan Adrian tak beralih menatap iPad itu.



Sebuah senyuman tipis terbentuk di bibir lelaki tua itu kharisma Tuan Adrian membuat orang orang di sekelilingnya langsung tunduk.



Itulah kekuatan kharisma seorang Adrian Altarik yang merupakan mantan kepala keluarga Altarik.




"Baik tuan."ucap Paman Par sambil mengangguk.


Tak lama Arm datang dari arah pintu memakai pakaian santai dan langsung duduk di hadapan Tuan Adrian.


"dad... kan sudah aku bilang jangan terlalu banyak minum kopi, itu tidak sehat untuk kesehatan mu."ucap Arm dengan wajah khawatir.


Tuan Adrian tersenyum mendengar ucapan Arm.


"Kau tau Arm, hidup ku tidak akan berakhir karena kopi ini dan selagi aku hidup kenapa tidak menikmati apa yang aku sukai setiap hari."ucap Tuan Adrian mengambil gelas kopi lalu meminumnya hingga habis.


"Kau benar benar keras kepala dad."ucap Arm geleng geleng kepala.

__ADS_1


Tuan Adrian masih tetap tersenyum lalu meletakan gelas kopi.


"Dan semua anggota keluarga Altarik memiliki sifat keras kepala seperti ku."ucap Tuan Altarik.


Arm terdiam ia tak tau harus mengatakan lagi, selama Arm diam tuan Adrian menatap Arm dengan pandangan tajam membuat Arm merasa risih.


Sebenarnya Arm tau apa yang sebenarnya ingin Tuan Adrian dengar tapi ia merasa ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakan itu.


"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada ku?"pancing tuan Adrian agar Arm bisa mengatakan hal itu.


drett drett


Tiba tiba handphone paman Par yang sedari tadi berdiri di belakang tuan Adrian pun bergetar.


Paman Par langsung mengangkat dan berjalan sedikit menjauh dari Arm dan Tuan Adrian.


Mata kelabu milik Arm menatap gerak gerik paman Par.


Tak lama Paman Par kembali mendekati Tuan Adrian, ia sedikit membungkuk dan membisikkan sesuatu yang tidak bisa di dengar oleh Arm.


Tapi Arm menyakini kalau itu pastilah masalah yang cukup besar.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 🙂


salam hangat dari author 💙

__ADS_1


__ADS_2