ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 19


__ADS_3

Obat sakit kepala yang ada di kamar Arm di buang semua atas perintah pemilik kamar itu sendiri.


Arm mencoba untuk menahan sakit kepala agar ia tidak ketergantungan obat seperti biasanya.



Saat ini Arm berada di taman yang ada di mansion dengan di dampingi segelas kopi yang masih mengepul. Hari ini Arm hanya memakai baju santai yang menambah ketampanan lelaki berumur 38 tahun itu.



Tak lama seseorang berjalan mendekati Arm, orang itu adalah Amberly yang seperti biasa memakai jas dan rambut disanggul.



"Ada hal apa tuan memanggil saya?" Tanya Amberly sedikit membungkukkan badan.



"Malam ini ikut aku, kita akan menghadiri sebuah acara."ucap Arm sambil menatap Amberly lekat.



Amberly langsung mendongak mendengar hal itu, tatapannya langsung bertemu dengan manik kelabu itu.



"Saya disana sebagai apa tuan? Maksud saya, saya disana sebagai bodyguard atau menjadi pasangan anda?"tanya Amberly dengan berani.



Sebuah smirk terlihat di bibir Arm.


"Kau ingin sebagai apa?" Bukannya menjawab Arm malah bertanya balik pada Amberly.


Amberly tak langsung menjawab, setelah cukup lama terdiam barulah ia berucap.


"Saya terserah tuan saja, saya akan melaksanakan tugas yang tuan berikan."


"Hmmm, memang seharusnya begitu."



Jujur, Amberly ingin membuka sepatunya dan melempar ke wajah tampan Arm saat ini juga.

__ADS_1



"Jangan kotori otakmu dengan mengutuk atau memakiku."ucap Arm yang seakan mengerti kalau Amberly sedang mengutuknya saat ini.



"Saya tidak berani tuan, jadi saya sebagai apa tuan?"tanya Amberly mengalihkan pembicaraan.



"Kamu akan jadi pasangan aku disana."jawab Arm pada akhirnya.


"Tapi saya tidak punya gaun untuk di pakai tuan?"ucap Amberly.


Ingat! Amberly bisa ada di rumah ini karena di bius oleh Arm dan otomatis tidak ada pakaiannya disini, yang ia pakai biasanya adalah pakaian yang memang ada di dalam lemari kamarnya.



"Rose akan memberikan hal yang kamu butuhkan untuk malam nanti." Ucap Arm lalu ia menyeruput kopinya.



Ting


"Kau hanya perlu mempersiapkan diri untuk nanti malam, jika kau tidak tau harus bersikap apa maka tanyakan pada rose, dia pasti tau bagaimana bersikap di depan umum."


'dia pikir aku sebodoh apa, bersikap di depan umum merupakan hal yang mudah untuk apa bertanya pada orang lain.'batin Amberly.



Tapi meskipun di batin Amberly mencak mencak tapi dia tetap menjawab dengan nada penuh kelembutan.


"Iya tuan."


"Kau boleh pergi."usir Arm.


"Baik tuan." Ucap Amberly lalu membalikkan badan dan pergi dari hadapan Arm.


Tak jauh dari sana ternyata Rose sudah menunggu Amberly dengan pertanyaan yang sudah siap meluncur.



"Kamu di kasih tugas apa?"tanya rose langsung saat Amberly sudah di dekatnya.

__ADS_1


"Jadi pasangan tuan Arm di pesta nanti malam."jawab Amberly dengan nada malas.


"Jangan malas malas kayak gitu harusnya kamu senang karena akan bertemu dengan orang orang penting dan yang paling terpenting di sana pasti banyak makanan yang enak enak." Ucap Rose dengan mata berbinar.



Amberly sedikit terkekeh mendengar hal itu, berteman dengan orang yang usianya sangat jauh dengan kita ternyata tidaklah buruk.



Lihatlah Amberly yang berumur 35 tahun berteman dengan rose yang masih 24 tahun.



"Tuan Arm menyuruhku belajar bersikap yang baik denganmu tapi melihat tingkah mu saat ini aku tak yakin untuk melakukan itu."ucap Amberly terkekeh geli.


"Jangan salah ya, aku nih kalau di depan umum akan terlihat anggun." Kata Rose sombong.


"Iya iya aku selalu percaya dengan teman ku ini."ucap Amberly lalu merangkul pundak Rose lalu berjalan memasuki mansion.



"Kamu harusnya beruntung karena berteman dengan aku yang pintar ini."



"Oh Tuhan terima kasih telah mengirimkan teman yang begitu luar biasa ini padaku."ucap Amberly dengan penuh drama.



Dan Rose tertawa lepas mendengar hal itu.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa like and votenya 🙂


Salam hangat dari author 😘

__ADS_1


__ADS_2