ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 77


__ADS_3

"Jadi bagaimana sekarang? apakah dendam yang ada di hatimu sudah terbalaskan tuan Adrian yang terhormat?"tanya Leonard sambil memutar mutar pistol Alex tadi.



Tuan Adrian menatap kearah Leonard dengan pandangan tak bisa diartikan.



"Kau bicara terlalu banyak nak, kau tidak ttau apa yang terjadi jika kau terus berbicara."ucap Tuan Adrian dengan nada datar.



Leonard hanya tersenyum lalu meletakkan pistol itu di meja dan ia menyandarkan tubuh ke dada Arn yang sedari tadi tak membuka suara.



Abizard tampak melihat kearah tuan Adrian mencoba memberi kode lewat mata, apa yang harus mereka lakukan sekarang.



"Aku orang yang tidak ada segan segan ya, jika kalian memulai maka akan aku pastikan tak ada yang hidup."ucap Leonard sambil menutup mata.



Sudah lama ia tak merasakan hal ini, kedamaian sambil mendengar suara detak jantung kekasih yang berdetak cepat.



"Detak jantungmu masih sama sayang."bisik Leonard.



Rain mulai berkeringat dingin melihat situasi yang semakin tidak kondusif, ia tak tau harus melakukan apa dia pandai menggunakan senjata api tapi masalahnya saat ini dia tidak memiliki pistol.



Lain halnya dengan Rain, Brain tampak masih santai tapi tangannya sudah menggenggam pistol.


krek


Mata Leonard terbuka dan dengan cepat ia melompat ke atas meja lalu meluncur ketengah meja.

__ADS_1


Dor dor


Suara tembakan mulai terdengar, dengan lihai Leonard berputar putar diatas meja sambil memberikan tembakan.


dor dor


lengan Leonard pun tak bisa menghindari terkena tembakan dan tak ayal bagian dadanya juga.


Dor dor


Leonard menembak Anka di bagian dada dan juga kening lalu Leonard menembak kearah Narf dan Alen di bagian dada.


dor dor dor


lengan Leonard sudah banyak mengeluarkan darah, untung saja di bagian badan dia sudah memakai sabuk anti peluru.


Leonard melemparkan sebuah pistol pada Rain dan langsung di tangkap oleh gadis itu.



Dor dor




aksi tembak menembak pun berhenti saat Leonard menendang pistol Tuan Adrian dan menodong pistol di kepala pria tua itu.



dor



Brain menembak Abizard di bagian kepala membuat pria itu pun menutup mata.



Cuman tinggal enam orang yang masih hidup di ruangan itu, Brain, Rain, Magraf, Arn, Leonard dan juga tuan Adrian.


__ADS_1


"Jadi bagaimana sekarang?"ucap Leonard dengan tangan yang terus meneteskan darah.



Mungkin jika tidak memiliki fisik dan juga hati yang kuat Leonard mungkin akan menyerah hari ini.


Tapi tidak! seperti yang ia katakan tadi, hari ini adalah hari yang paling ia tunggu tunggu.


Dengan baju yang sudah berganti warna menjadi merah semua, Leonard berjongkok dengan satu lutut menyentuh meja menodong pistol ke kepala Tuan Adrian.



"Melihat kau mati dengan satu tembakan tidak akan membuat semua dendam yang ada pada hatiku menjadi hilang."ucap Leonard sambil menurunkan pistolnya lalu melemparkan kearah Arn.



Rain dan Brain masih tetap berdiri dengan memegang pistol masing masing, sedangkan Magraf masih tetap diam di tempat duduknya tanpa terkena tembakan satu pun.



Srett Srett



Leonard menyobek jas Abizard lalu mengikat kain itu di lengan yang terkena tembakan, ia mengikat sendiri dengan bantuan tangan lain lalu dengan giginya.



Kedua lengannya yang terkena tembakan pun sudah di ikat kuat agar darah tidak mengalir.



Tiba tiba Leonard merasakan ada yang mengalir di pelipisnya.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂


salam hangat dari author 💙


__ADS_2