ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 40


__ADS_3

Dalam sebuah ruangan minim penerangan terdapat beberapa orang yang saling berpandangan tajam.


sebuah meja memisahkan antara Arm dan juga laki laki yang tampak menatap tenang kearah Arm.



Dan di sudut ruangan itu terdapat Nona Zika yang terikat dengan luka di bagian wajah, tangan dan punggung yang terlihat jelas karena nona Zika memakai kemeja putih.



Arm menatap Nona Zika dari atas sampai bawah melihat kondisi tubuh nona Zika yang begitu memprihatinkan.



"Siapa yang melakukan itu?"tanya Arm dengan nada tenang masih menatap Nona Zika.



"Aku menemuinya disini sebelum kamu datang."ucap laki laki yang ada di hadapan Arm yang merupakan Brain.



Arm mengalihkan pandangan ke arah Brain dan tersenyum.



"Jadi?"Tanya Arm masih dengan nada tenang.



"Anak buahmu memberi tahu kalau mereka melihat Zika di culik oleh beberapa orang, mendengar informasi itu aku langsung menuju ke lokasi yang diberitahukan oleh anak buahku."ucap Brain.



Senyuman Arm semakin lebar.

__ADS_1


"Terus?"


"Aku berusaha menyelamatkan Zika dan saat kami sedang berkelahi dengan orang orang itu kau datang makanya sebagian orang orang itu menyerang ke arah mu."lanjut Brain menatap ke mata kelabu itu.



Tatapan Arm kembali beralih ke arah Nona Zika yang masih pingsan, Arm dapat melihat kalau darah di pelipis nona Zika sudah mulai mengering dan juga bibir nona Zika tampak mulai membiru.



Dan mata Arm berhenti di jari tengah nona Zika.


"Gio bawa Zika kerumah sakit dan jaga dengan ketat."perintah Arm.


Beberapa Bodyguard berjalan membantu Gio meninggalkan Arm dan dua bodyguard yang berdiri di belakang Arm.


"Kembali ke pertanyaan pertama ku, siapa yang melakukan itu?"ucap Arm menatap Brain penuh intimidasi.


Brain terdiam sebentar lalu menggeleng.




Brain sedikit terkejut mendengar Arm yang langsung bertanya pada intinya dan juga Brain juga terkejut karena Arm percaya begitu saja.



Dan segala perubahan mimik wajah Brain tak lepas dari manik kelabu Arm. Tak ada yang tau apa yang sedang di rencanakan oleh Arm tapi yang pasti hak itu untuk melindungi keluarga Altarik.



"Aku ingin kau menghilangkan hukuman untuk ayah ku."ucap Brain memberikan segelas wine ke hadapan Arm.


__ADS_1


Arm tersenyum menatap Gelas yang berisi wine itu lalu ia beralih menatap Arm yang berkeringat.


"Kau tau apa yang di lakukan oleh ayah mu kepadaku bukan?"


Brain kembali terdiam tapi setelah itu ia mengangguk.


"Jadi, jika kau menjadi aku apakah kau akan menyelamatkan orang yang ingin membunuh diri mu sendiri dan membuat hidupmu berubah?"ucap Arm mengambil gelas itu dan menggoyang ke kiri dan ke kanan.



Brain tak menjawab pertanyaan Arm tapi ia mengambil handphone dan mengotak Atik sebentar lalu meletakkan kembali.


Ting


Handphone Arm berbunyi, pertanda ada sebuah pesan masuk.


Arm mengambil hpnya dan melihat pesan itu setelah itu ia kembali meletakan hp itu.


Arm menegak wine itu hingga habis lalu ia berdiri dan berjalan ke dinding sebelah kanan tepatnya sebuah kaca hitam.


Mata Arm menatap ke arah kaca itu, mata itu seperti bisa memecahkan kaca itu ada melihat orang yang berada di sebalik kaca tersebut.


"Kita akan segera bertemu."ucap Arm mengetuk kaca tersebut.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 🙂


salam hangat dari author 💙

__ADS_1


__ADS_2