ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 67


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu pun akhirnya tiba. Hari dimana pertemuan keluarga, hari yang sangat dinanti nanti apalagi hari ini akan pembacaan wasiat dari Dafa Altarik.


Pagi ini Tuan Adrian sudah memakai setelan kemeja hitam dan celana hitam tanpa jas dengan rambut putih sebagian hitam itu di tata serapi mungkin hingga membuat Tuan Adrian tampak lebih muda.


Acara pertemuan ini akan dilangsung dari pagi hingga siang lalu ditutup dengan makan siang bersama.


"Apa kamu sudah melakukan apa yang aku bilang Par?"tanya Tuan Adrian saat mereka sedang di dalam lift mau kelantai satu.


"sudah tuan."jawab tuan Par cepat.


Tuan Adrian mengangguk lalu kembali menghadap lurus kedepan.


Ting


lift itu pun terbuka menampilkan beberapa orang yang sudah hadir dalam acara ini.


Sebenarnya yang hadir tidak terlalu banyak sebab acara ini hanya untuk anggota keluarga Aktarik saja.



Tapi meskipun begitu acara ini memang di rencanakan sebaik mungkin karena keluarga Aktarik adalah keluarga tersohor dan Asti ada orang yang menginginkan kematian salah satu pewarisnya.



"Apa kabar Anka?"tanya Tuan Adrian pada Anka.



Anka sebenarnya adalah bibi bagi tuan Adrian tapi karena umur tuan Adrian lebih tua dari Anka sehingga ia hanya memanggil nama saja.


__ADS_1


"Aku baik, bagaimana denganmu?"tanya Anka balik tak lupa dengan senyuman manis di wajahnya.



Tuan Adrian tampak tersenyum lembut tapi jika diteliti lagi senyum itu adalah sebuah senyum paksa.



"Aku baik."



"Aku mendengar kalau hari ini adalah pembacaan wasiat dari Dafa yang seharusnya sudah dilakukan lima belas tahun yang lalu tapi karena hilangnya pengacara itu malah membuat kita menunggu begitu lama."ucap Anka.



Seperti ini lah kalau mereka berkumpul tidak akan lepas dari pembahasan tentang harta atau kekuasaan.




"ya! kita akan mendengarkan hal sebentar lagi."ucap Tuan Adrian menatap ke arah meja panjang dengan kursi empuk yang sudah di duduki oleh beberapa orang.



Walaupun wajah tuan Adrian tampak biasa biasa saja tapi jauh di hatinya ia merasa ada yang mengganjal dari pertemuan kali ini, ia merasa suatu yang besar akan terjadi di sana.



"Kalau begitu mari kita kesana dan mengambil tempat duduk kita."ucap Tuan Adrian yang lebih dulu berjalan depan Anka.

__ADS_1



Harta adalah sesuatu yang sangat berharga sebab karena harta orang bisa saling melukai saling menusuk dari belakang dan bahkan ada yang saling membunuh.



memang itulah yang terjadi, mungkin uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang.


Tuan Adrian duduk di meja paling ujung tempat kepala keluarga duduk dan disampingnya duduk Abizard, paman Adrian yang lebih tua lima tahun dari Tuan Adrian.


"Bagaimana kabarmu Adrian? sepertinya kamu akhir ini banyak memikirkan sesuatu sehingga membuat uban di kepalamu semakin banyak."ucap Abizard dengan sebuah senyuman tipis.


"Ya begitulah paman, mau bagaimana lagi semuanya harus aku pikirkan demi kemajuan keluarga ini."ucap Adrian sambil tersenyum.


"hmmm, kau memang sangat bersemangat memajukan keluarga kita sampai kamu lupa dengan kesehatan dirimu sendiri Adrian, jangan seperti itu terus, kamu juga perlu menjaga kesehatan mu."ucap Abizard memberikan nasehat.



Ceklek


Pintu ruangan itu kembali terbuka dan menampilkan seseorang yang sudah lama tidak terlihat.


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2