ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 59


__ADS_3

tak



Botol yang berisi setengah wine itu di letakan di meja yang berada di depan Arm dengan cukup keras hingga menimbulkan bunyi.



Sedangkan Arm kembali menegak wine tersebut hingga gelas yang berada ditangan kembali habis.



Entah sudah berapa botol yang dihabiskan oleh Arm dan sekarang Arm sudah hilang kesadaran.



Arm berjalan dengan sempoyongan mendekati pintu ruang kerjanya.


Arm berhenti tak jauh dari pintu, ia mendongak menatap figuran besar dengan menampilkan kegagahan seorang Arm Altarik.


"hahahahahahaha."Arm tertawa terbahak bahak sambil menunjuk foto itu.



"Kau tau? semua yang ayahmu lakukan pada mu atau pun aku hanya untuk dirinya sendiri. Kau disuruh buat belajar keras sedari kecil bukan? itu agar kau bisa melebarkan sayap kerajaan bisnisnya."ucap Arm terkekeh sambil menunjuk nunjuk figuran itu.



"Dan karena kau sudah mati dia menjadikan aku pengganti kamu, agar rencana yang sudah ia susun dapat berjalan dengan seharusnya. kau tau aku maupun kau sama sama orang bodoh dalam cerita ayahmu."ucap Arm masih terkekeh.



Badan Arm kembali berbalik dan mengambil botol wine yang ia letakkan di meja kerjanya, Arm meminum wine itu langsung dari botolnya.

__ADS_1



Dengan kemeja yang sudah terbuka hingga ke dada menampilkan dada bidang nan kekar Arm berjalan mendekati dinding kaca yang memperlihatkan keindahan salah satu kota terindah di Turki, Valencia.



Saat Arm menatap ke kaca itu ia dapat melihat bayangan wajahnya sendiri.



"*Kita sama Arm, kita ini sama*."



Teriakan Amberly tadi seperti sebuah alarm yang terus berbunyi di telinga Arm, ketika dia termenung ia kembali mendengar teriakan itu.



"Kita tidak sama Amberly, kita tidak akan pernah sama."ucap Arm mengelus kaca yang menampilkan wajah tegas itu.


"ARRGGG."Arm menjambak rambutnya sendiri.


.


.


.


Sedangkan di sisi lain Brain tampak sedang membawa sebuah nampan menuju ke kamar sang ayah dan pada saat ingin membuka pintu ia mendengar ayahnya sedang berbicara dengan seseorang.


"Tetap kamu pantau keadaan disana karena bagaimanapun jadinya aku akan tetap hadir di malam pertemuan itu."terdengar suara Magraf.


Dan sepertinya orang yang berada di seberang telepon itu pun berbicara panjang lebar.

__ADS_1


"Pokoknya aku akan tetap hadir di sana sebab pada saat itu pembagian warisan akan disampaikan."ucap Magraf dengan suara yang cukup keras hingga dapat di dengar oleh Brain yang masih berada di depan pintu.


"Baiklah, tetap lakukan apa yang aku perintahkan."


Setelah itu tidak ada lagi suara, sepertinya sambungan telepon itu sudah terputus.


Brain pun mengetuk pintu.


"Masuk!"


Brain membuka pintu dan berjalan mendekati sang ayah dengan membawa nampan yang berisi makanan untuk makan malam Magraf.


"Ayo makan yan."ucap Brain meletakkan nampan itu di meja yang berada tak jauh dari kasur.


Magraf berdiri dan berjalan mendekati Brain lalu ia duduk di sofa yang berada di hadapan Brain.



Magraf memulai makan sedangkan Brain hanya memperhatikan dalam diam walaupun dalam otak Brain terdapat banyak pertanyaan pertanyaan tentang perkataan Magraf tadi.



"Semua yang ayah lakukan untuk kamu Brain."ucap Magraf menatap Brain lembut.


.


.


.


Bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2