ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 39


__ADS_3

Bunyi langkah kaki menggema memenuhi lantai satu di mansion itu. Bodyguard yang biasa saling bercanda tampak begitu serius berlari keluar sambil membawa beberapa alat perang.


Dan paling belakang Arm berjalan dengan aura yang sangat berbeda, seperti ada yang menarik kita ke sebuah ketakutan saat melihat manik kelabu itu saat ini.


Arm berjalan gagah dengan jas merah bunyi ketukan antara sepatu pantofel itu dan lantai memenuhi pendengaran Amberly yang sedang berdiri di depan sebuah pintu.


Yang pergi hanyalah bodyguard laki laki dan bodyguard perempuan tetap di mansion menjaga mansion.


Tiba tiba tatapan tajam itu beralih menatap manik kelam Amberly dapat Amberly lihat ada intimidasi yang dilayangkan oleh Arm pada dirinya.


Drett drettt


handphone Arm yang ada di kantong celananya bergetar, ada sebuah panggilan telepon.


Arm mengambil dan langsung menerima, ia meletakan di telinga sambil terus berjalan cepat.


Arm langsung masuk ke dalam mobil yang sudah berdiri tepat di depan mansion.


"pergi ke jalan mentari no 13 tepatnya di samping toko jam yang ada disitu."ucap Arm pada Gio yang saat ini menjadi sopir.


"Baik tuan." Gio langsung menjalankan mobilnya diikuti lima mobil yang berisi para bodyguard.


"....."


"Ternyata dia sudah menunjukkan diri sedikit demi sedikit. Tetap pantau kawasan yang aku curigai itu."ucap Arm dengan nada perintah.


"...."


setelah itu Arm mematikan sambungan telepon itu dan menatap ke arah depan tepatnya ke spion depan dan saat ia menatap ternyata Gio juga menatap dari spion itu.

__ADS_1


Arm tersenyum yang membuat bulu kuduk Gio menjadi berdiri.


.


.


.


BRAK BRUK


dua orang yang menjaga pintu pun langsung tumbang setelah di tinju oleh bodyguard Arm.


Setelah itu dua orang bodyguard langsung masuk ke dalam toko itu lalu diikuti oleh Arm di belakang mereka dengan berjalan santai.


Tiba tiba lima orang keluar dari tangga yang ada tepat di tengah tengah tokoh itu, sepertinya ini adalah club malam dulu.


Para bodyguard langsung mengalahkan ke lima orang itu sedangkan Arm menatap ke sekeliling toko itu.


Rumornya orang yang memetik bunga itu akan terkena bencana dan ada juga beberapa orang yang meyakini bahwa bunga ini adalah bunga perpisahan.


Arm tersenyum menatap bunga itu, tangannya mengelus bunga itu perlahan.


"Kesini tuan."ucap Gio tiba tiba menunjukkan jalan untuk Arm.



Pandangan Arm masih menatap bunga itu beberapa detik dan barulah ia mengikuti Gio yang lebih dahulu jalan.


.

__ADS_1


.


.


Manik hitam kelam itu menatap layar laptop yang menampilkan wajah tampan Arm yang tersenyum.


melihat hal itu sebuah senyuman juga terbit di bibir wanita itu dan bersamaan itu setetes air mata juga jatuh dari pelupuk mata wanita itu.


"Bukankah sudah aku bilang waktu itu jangan pegang petik bunga itu tapi kamu keras kepala."ucap wanita itu menghapus air mata yang mengalir di pipinya.



Sedangkan seseorang yang berada di sebelahnya hanya menatap dalam diam.


setelah itu wanita itu menutup laptop itu dan berdiri.


"Ayo kita lihat secara langsung wajah itu."


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 🙂


salam hangat dari author 💙

__ADS_1


Baca juga cerita author yang lain ya 🙂


__ADS_2