
"Amberly kamu dipanggil oleh tuan Arm ke lantai satu."ucap Rose yang berdiri di samping Amberly yang sedang sarapan.
Kuyahan Amberly berhenti otak Amberly langsung memikirkan kemungkinan tugas apa yang akan di berikan kepadanya.
Tapi setelah satu menit ia kembali memakan makanannya dengan santai.
"Ayo cepat Amberly! kalau tidak tuan Arm akan marah, ia sudah menunggu dibawah."ucap Rose yang kesal melihat Amberly yang masih santai makan.
"Aku harus menghabiskan ini dulu Rose, mana tau ini adalah makanan terakhir yang aku makan."ucap Amberly meletakan sendok karena makanan itu sudah habis lalu ia minum.
Rose terdiam mendengar ucapan Amberly.
"Tak perlu terkejut kayak gitu bukankah disini kita bisa saja mati dalam waktu sebentar lagi atau beberapa menit kemudian."ucap Amberly disertai dengan senyuman manis.
"Ada apa sebenarnya dengan mu Amberly? jika butuh teman cerita aku siap kok mendengarkan mu."ucap Rose tulus.
Amberly terkekeh mendengar ucapan Rose.
"Terkadang ada beberapa hal yang memang harus kita pendam sendiri."Amberly langsung berdiri.
Amberly menepuk pundak Rose dua kali lalu ia pergi dari sana meninggalkan Rose yang masih memikirkan kata katanya.
.
.
.
"Jangan lupa janjimu."ucap Arm pada orang yang ditelepon nya.
"....."
__ADS_1
"Kita akan bertemu di gedung dekat jembatan dan kau tenang saja semuanya akan baik-baik saja."ucap Arm dengan tenang.
"....."
"Kau tenang saja aku tidak akan melakukan hal apapun padanya yang terpenting bawa saja dia ke hadapan ku."ucap Arm.
"......"
"Baiklah."
Arm mematikan sambungan telepon itu dan kembali menelepon seseorang. Setelah panggilan itu terhubung ia langsung mendekatkan ke telinga.
"Semuanya sudah siap?"Tanya Arm pada orang itu.
"....."
"Bagus. aku tidak mau nanti ada terjadi kesalahan, kalian harus tetap ditempat memantau jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka bertindak langsung."
"....."
Setelah itu Arm kembali mematikan sambungan telepon dan memasukkan handphone ke dalam kantong celana.
Gio melihat jam tangannya dan tersenyum.
Tak lama datanglah Amberly dengan setelan bodyguard, berjalan dengan langkah tegap dan dengan wajah datar.
Saat berada di depan Arm, Amberly membungkuk hormat.
"Kamu akan ikut dengan ku."ucap Arm lalu ia berbalik dan masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan.
__ADS_1
Gio masuk kedalam mobil yang sama sebagai sopir, sedangkan Amberly masuk ke mobil yang berada di belakang bergabung dengan bodyguard laki laki karena memang ia sendiri bodyguard perempuan yang dibawa.
Mobil pun melaju keluar dari perkarangan mansion dan masuk ke jalan raya.
Amberly menatap ke arah jalan dengan pikiran yang melayang menghayal sesuatu.
Dan saling lamanya ia menghayal Amberly tidak menyadari kalau mobil sudah berhenti di sebuah parkiran.
"Ayo turun."ucap Salah satu Bodyguard senior.
Amberly hanya patuh turun dari mobil dan mengikuti Tuan Arm dari belakang.
Semakin memasuki gedung itu bodyguard semakin berkurang, mereka mulai menyebar sedangkan Amberly masih tetap berada di belakang Arm karena memang tugasnya belum jelas.
Setelah menaiki lift ke lantai tiga mereka langsung berjalan ke sebelah kiri dan nampaklah pintu berwarna silfer.
Gio membuka pintu itu dan nampaklah orang yang berada di dalam ruangan itu.
Mata kelam Amberly sedikit membesar melihat orang yang ada di dalam.
.
.
.
bersambung.
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
salam hangat dari author 💙
__ADS_1