
Jujur saja, saat melihat senyuman Leonard jantung Brain langsung berdebar kencang, bukan karena jatuh cinta tapi karena trauma saat melihat Leonard yahh tersenyum seperti itu saat membunuh keluarganya.
Dengan wajah tenang Brain mendekat ke keluarga bahagia itu.
Brain nampak melihat bahwa wajah Leonard dan Rain sangatlah mirip serta mata kelabu yang ternyata adalah turunan dari Arn.
"Bukankah kita harus kenalan kembali."ucap Arn dengan ramah.
"seharusnya iya, aku tidak menyangka kalau takdir kita benar benar sangat membingungkan."ucap Brain dengan sebuah senyuman hangat.
"Perkenalkan namaku adalah Arnold Benvolio dan ini adalah calon istriku Leonard da Keylix serta ini, pasti kau sudah tahukan, dia adalah anak kami Rain da Keylix Benvolio."ucap Arn sambil merangkul kedua perempuan yang amat sangat ia cintai.
"Aku Brain."ucap Brain singkat dan padat.
"Seorang Kepala keluarga Altarik yang memiliki kekuasaan yang sangat luas dan juga harta yang berlimpah."ucap Leonard dengan penuh sindiran.
"Kalau bukan karena anda mungkin saya tidak akan berada pada posisi ini."ucap Brain masih tersenyum hangat.
Leonard berjalan satu langkah ke arah Brain lalu ia memegang bahu Brain.
__ADS_1
"Aku tidak melakukan semua ini cuma cuma, aku tau saat kau menculik putriku kau sudah tau kalau Rain adalah kunci dari diriku dan aku juga tau kalau kau memanfaatkan rasa yang ada pada putriku agar kau bisa membuat rencana mu menjadi lancar." Leonard menatap Brain dengan tenang.
Senyuman di wajah Brain pun luntur digantikan dengan wajah datar.
"Kalau bukan karena putriku mencintaimu mungkin saat ini kau sedang berjalan menuju neraka bersama ayahmu."
"Tapi meskipun begitu aku tidak menyalahkan rasa yang ada pada putriku untuk kau, satu hal yang ingin aku katakan padaku dan dengarkan dengan baik baik."ucap Leonard sambil menunjuk Brain.
"Aku akan merestui hubungan kalian jika dalam lima tahun ke depan kamu bisa membuktikan kelayakan kamu menjadi seorang bertanggung jawab dan menjadi teladan yang baik untuk putriku, dan juga aku tidak ingin kamu masih masuk dalam dunia gelap sebab aku ingin masa depan putri ku cerah."ucap Leonard dengan wajah serius.
"Tapi semua ini aku serahkan kepada kamu kembali, jika kamu memang mencintai putriku maka lakukan apa yang aku katakan, jika tidak maka mundurlah mulai dari sekarang. Apapun yang kamu pilih aku tidak akan menyangkut pautkan dengan kekuasaan mu jadi kamu tidak usah khawatir."
Sanggupkah Brain meninggalkan gadis kecil polos itu?
"Aku akan berubah, aku janji dalam lima tahun ke depan kau akan merestui hubungan kami."ucap Brain tanpa ragu.
__ADS_1
Leonard melepaskan tangannya dari bahu Brain lalu ia kembali mundur.
"Maka kami akan menunggu hal itu, mari kita lihat bagaimana kamu lima tahun ke depan."ucap Arn sambil tersenyum tipis.
"Selama lima tahun itu kamu hanya boleh bertemu Rain dua kali sebulan karena kami akan meninggalkan negara ini."lanjut Arn.
Leonard langsung mendongak menatap Arn dengan alis naik dibalas Arn dengan sebuah senyuman simpul
"Baiklah, aku berharap agar kalian menepati janji dan selama lima tahun ke depan jangan biarkan Rain menjalin kasih dengan siapapun."
.
.
.
bersambung
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
__ADS_1
salam hangat dari author 💙