ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 47


__ADS_3

8 jam yang lalu


Seorang wanita memakai kaos hitam oversize dengan celana pendek hitam rambut diikat ekor kuda tampak berjalan santai menuju ke sebuah ruangan yang berada paling belakang ruko yang sudah lusuh dan tampak sangat seram dari depan.


Kaki mulus dengan pinggul yang bagus dan juga wajah manis dengan manik cokelat dengan sebuah senyuman manis wanita itu berjalan memasuki ruko itu yang semakin ke dalam semakin gelap.


Tapi setelah berjalan cukup jauh tibalah wanita itu di sebuah pintu usang, ia menekan jarinya di gagang pintu itu untuk membuka pintu.


Pintu itu terbuka dan menampakkan ruangan berwarna merah dipadukan dengan hitam, itu adalah ruangan penyiksaan.


Segala bentuk penyiksaan ada di sini, mulai dari segala jenis pisau, palu, alat sentrum listrik dan juga masih banyak lagi alat yang bisa membuat setiap orang yang masuk ke dalam ruangan itu menjadi ngeri.


Wanita itu berjalan mendekati seorang pria paruh baya yang tampak terduduk di sebuah kursi dengan tubuh terikat ke kursi tersebut.


Pria itu adalah Magraf.


Magraf tampak masih pingsan karena efek obat yang ada di sapu tangan yang membekap mulutnya tadi.


Wanita itu mengambil seember air dingin yang berada di atas meja yang tak jauh dari Magraf.


Byurr

__ADS_1


Air dingin itu di tumpahkan tepat di kepala Magraf membuat pria itu langsung terjaga dan terkejut karena dingin yang menusuk ke kulit.


Magraf mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata dan barulah ia melihat seorang wanita yang memakai topeng di hadapannya.


Magraf menatap wanita itu lama ia merasa tak asing dengan wanita tersebut.


"Merasa mengenaliku?"tangan wanita itu berjongkok menyamakan tinggi dengan Magraf.


"Bukankah kau adalah seorang yang pintar pasti kau sangat mengingat suaraku walau kita bertemu tujuh belas tahun yang lalu."ucap wanita itu dengan nada tenang.


"Amberly."ucap Magraf yang masih ingat akan suara wanita itu apalagi suara wanita itu begitu khas sekali, sedikit serak tapi juga lembut.


"yap kamu benar dan kamu berhak mendapatkan hadiah sebuah sentuhan manis pada tangan anda."ucap Wanita tersebut yang memang adalah Amberly, Amberly berbicara seolah olah ia adalah hos dari suatu iklan.


Amberly yang tadinya sudah memakai sebuah sarung tangan khusus pun membawa dengan santai rantai tersebut.


Amberly melepaskan tali yang mengikat tangan Magraf.


Melihat tali di tangannya lepas membuat Magraf langsung berontak dan ia menggoyangkan badannya agar tali yang mengikat badannya dan kursi bisa sedikit mengendur.


Tapi Amberly pun langsung membelit rantai itu di tangan Magraf membuat Magraf mengerang kesakitan saat kulitnya bersentuhan dengan permukaan rantai yang ada jarum jarum dan juga serpihan kaca.

__ADS_1


"AKKGGHH."pekik Magraf saat Amberly semakin menguatkan lilitannya.


Darah mulai keluar dari pergelangan tangan Magraf, sangat banyak sekali.


Amberly yang melihat itu masih seperti tadi, tersenyum manis di balik topeng yang ia pakai.


"Oke oke sekarang saatnya kita mulai ke sesi tanya jawab."ucap Amberly.


Sebelum melanjutkan permainan Amberly terlebih dahulu mengambil sebuah palu dan juga beberapa paku sebagai hukuman.


"kalau salah dapat hukuman ya."


.


.


.


bersambung.


jangan lupa like and vote ya 🙂.

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2