ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 28


__ADS_3

sebuah senyuman manis tak pernah lepas dari wajah Rain membuat kecantikan gadis itu bertambah berkali kali lipat.



"Kamu terlihat sangat senang padahal aku cuman bawa ke pantai aja."ucap Brain yang sedang menyetir.



Hari sudah mulai gelap dan Brain menjalankan mobilnya menuju sebuah restoran langganannya.



"Tentu saja aku senang, sebab ini pertama kali aku pergi ke pantai dan bertemu dengan banyak hewan hewan lucu."ucap Rain masih dengan senyuman manisnya.



"Emang kamu tidak pernah pergi dengan teman teman mu, biasanya sekolah ada acara liburan bersama juga nggak sih."



Brain sengaja tak bertanya hal yang menyinggung keluarga Rain karena ia juga tau bagaimana kondisi keluarga gadis itu.



"Ada sih, tapi kakak nggak ngebolehin aku ikut. kakak selalu wanti wanti aku agar jangan pergi ikut jika ada acara keluar kota."ucap Rain menunduk dengan wajah cemberut.



Brain menoleh, ia mencubit pipi cuby Rain karena gemas.


"jangan sedih lagi sekarang kan ada aku, aku akan bawa kamu jalan jalan kemana yang kamu mau."ucap Brain menghibur Rain.


jujur saja, Brain merasa tidak nyaman ketika melihat Rain sedih karena hatinya juga ikut sakit melihat itu.



"Beneran ya bang, laki laki itu selalu memegang teguh ucapannya. jadi kalau Abang ngingkar berarti Abang bukan laki laki."ucap Rain menunjuk Brain.



"iya iya."



Mobil Brain pun berhenti di parkiran sebuah restoran mewah yang cukup terkenal di kota itu.



"ayo turun."



Mereka pun turun, Brain menggenggam tangan kecil Rain dan membawanya masuk ke dalam restoran itu.

__ADS_1



"kamu mau makan apa ?" ucap Brain sambil memberikan buku menu.



seorang pelayan mendekat ke arah mereka.



"Saya pesan ini, ini dan ini." ucap Rain.


"untuk minumannya saya mau jus stroberi sama teh lemon dan untuk desert saya mau eskrim stroberi."ucap Rain.


"saya seperti biasa."ucap Brain yang memang sudah biasa main disini.



"Baik tuan dan Nona."ucap Pelayan itu lalunia permisi pergi.



"Kamu bisa ngabisin itu semua, itu banyak loh."ucap Brain yang tak yakin kalau Rain bias memakan semuanya.



"Kan ada Abang yang bisa habisin."ucap Rain menyengir menampakkan gigi.




Tanpa merek sadari hubungan mereka mulai mencair dan tambah dekat.


.


.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya makanannya pun datang.



steak ayam, kebab daging, roti pide daging dan steak daging milik Brain pun datang juga minuman mereka.



"Mari makan."ucap Rain mengangkat pisau dan juga garpu dengan penuh semangat.



Brain hanya terkekeh melihat ekspresi Rain.


Akhirnya Rain pun mulai memakan makanannya. Mereka makan dengan tenang tanpa bersuara.

__ADS_1


"Makan sayurnya Rain."ucap Brain saat melihat Rain yang meminggirkan sayuran.


"Nggak enak, pahit."


"Makan sayurnya Rain."ucap Brain lagi tapi dengan penuh tekanan.



"Iya iya ini dimakan, hap."Rain memakan sayurannya dengan wajah terpaksa, ia benar benar tak menyukai makanan yang mengandung banyak serat itu.



Brain meletakkan garpu karena sudah selesai makan.



tak



sebuah piring terletak disamping tangan Brain dan itu adalah piring roti pide milik Rain yang belum habis cuman tinggal setengah.



"Abang habisin ya, perut Rain udah nggak muat lagi."ucap Rain sambil bersandar ke kursinya karena kekenyangan.



"Saya juga udah kenyang biarin aja."ucap Brain.



"ya nggak boleh gitu dong bang, jika kita tidak memakan ini sampai habis pasti nanti makanannya di buang ke tong sampah, sedangkan di luar sana orang orang susah cari makan dan kita membiarkan makanan terbuang sia sia."ucap Rain dengan dramatis.



Brain hanya dapat menghembuskan nafas pasrah, akhirnya ia pun memakan steak itu sampai habis.



Rain tersenyum senang melihat itu.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 🙂


salam hangat dari author 😘

__ADS_1


__ADS_2