ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 25


__ADS_3

"Brain."panggil Rain pada Brain yang sedang duduk di sebuah kursi menghadap ke luar.


Entah apa yang di pikirkan lelaki itu hingga ia hanya tampak termenung menatap langit malam.



Brain yang merasa namanya dipanggil pun melihat ke arah Rain yang sedang menatapnya dengan wajah kusut sehabis bangun tidur.



Rain tidur sekitar jam empat dan bangun sekarang yaitu jam delapan malam.



"Aku pikir, aku harus mencium kamu dulu agar cepat bangun, sebab aku pikir kamu adalah keturunan putri tidur."ucap Brain berjalan mendekati Rain yang tampak bersemu merah mendengarnya.



"Mau pergi jalan jalan?"tanya Brain sambil duduk di sebelah Rain.



Brain mengelus rambut Rain dengan lembut, lalu ia menepikan poni Rain.



"Mau, aku mau."ucap Rain semangat tanpa pikir panjang, ia benar benar suntuk jika hanya bermain di rumah ini saja.



Brain terkekeh melihat Rain yang begitu semangat, ia mencubit pipi Rain yang tampak makin lebar karena sang empunya tersenyum.



"Kalau begitu kamu harus mengganti baju mu putri tidur dengan baju yang telah aku siapkan." Ucap Brain menunjuk paperbag yang ada di sudut kamar.


__ADS_1


Rain mengangguk semangat.



"Baiklah aku akan menunggumu di bawah dan jika ingin berdandan maka gunakan make up yang ada di dalam paperbag yang di sebelahnya.


"Okey, aku akan berdandan secepat mungkin."


Brain kembali terkekeh melihat betapa antusiasnya gadis ini padahal dia cuman mengajak jalan jalan.


Mungkin selama ini gadis itu tak memiliki orang yang bisa diajak bermain bersama atau mungkin sekedar jalan jalan keliling taman kota bersama.


Dan Brain tau penyebab itu semua.


Membayangkan betapa kesepiannya gadis ini membuat dada Brain merasa sedikit sakit.


"Baiklah aku keluar dulu, jangan lupa tampil yang cantik putri kecil."ucap Brain menepuk kepala Rain pelan dan berlalu pergi.


.


.


.



Gaun yang sangat simpel tapi sangat cocok di tubuh kecil gadis itu.



Membuat gadis itu tambah cantik dan juga manis.



Brain menatap Rain yang sedang menuruni tangga sangat anggun dan mata Brain tak teralihkan dari badan mungil gadis itu.


__ADS_1


Saat ini brain hanya memakai kaos hitam di padukan dengan celana jins berwarna biru, dengan outfit yang seperti ini Brain tampak jauh lebih muda dari umurnya, ia seperti berumur 20 Tahunan padahal sebenarnya dia sudah berumur tiga puluh tahun.



"Kamu sangat cantik."puji Brain tulus.


Pipi Rain bersemu merah mendengar pujian brain.


"Terima kasih, kamu juga terlihat lebih tampan dengan pakaian santai seperti ini tampak lebih muda."ucap Rain.


"Emang biasanya aku terlihat tua emang."ucap Brain pura pura kesal.


"Bukan begitu, aku cuman mau bilang kalau kamu tampan."ucap Rain yang tidak tau lagi harus bicara apa.



Brain terkekeh melihat ekspresi Rain yang seperti takut dia marah.



"Ayo kita pergi."ucap Brain melingkarkan tangannya di pinggang Rain.


Tapi dengan cepat Rain lepaskan, dia merasa tidak biasa jika di perlakukan seperti ini.


Ia juga terkadang takut kalau rasa senang ini hanya sebentar dan setelah ini rasa itu akan hilang kembali meninggalkan dia dengan kesepian.


Rain takut itu terjadi lagi.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa like and vote ya 🙂

__ADS_1


Salam hangat dari author 😘


__ADS_2