ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 92


__ADS_3

Matahari bersinar begitu cerah pagi ini memberikan kehangatan setelah hujan lebat di tengah malam.


Rain menghembuskan nafas panjang sambil menatap ke sekitar, melihat dengan teliti gedung tinggi yang berada di hadapannya.


"Ayo ibu antar ke ruang guru."sebuah suara lembut terdengar dari belakang Rain.


Rain memutar badannya lalu tersenyum tipis menatap sang ibunda dan juga sang ayah yang berdiri berdampingan memberikan sebuah senyuman hangat kepadanya.


Inilah hal yang paling dinantikan oleh Rain sedari dulu, merasakan bagaimana kehangatan keluarga.


Semua yang ia khayalan seakan sudah terkabul tapi entah kenapa ruang di hatinya masih ada sedikit kekosongan.


"eh kok malah ngelamun, nanti terlambat loh ini hari Senin dan masak anak baru terlambat."ucap Leonard masih dengan sebuah senyuman hangat.


"Rain pergi sendiri aja, ibu sama ayah ngantar sampai sini aja."ucap Rain lalu menyalami sang ayah.


"Nggak papa? nanti kamu tersesat loh."ucap Arn lalu menghadiahkan sebuah kecupan di dahi Rain.


"Nggak apa apa kok yah, Rain kan bisa nanya ke siswa yang lain nanti."ucap Rain sambil menyalami Leonard dan Leonard juga memberikan kecupan di dahi Rain.


"Ya udah, hati hati dan kalau ada yang buli kamu balas aja, kalau dia mukul sekali maka balas sekali jangan berlebihan."nasihat Leonard


"Baru mau masuk kamu kok udah ngajarin anak kita yang nggak nggak sih."ucap Arn sambil memeluk pinggang Leonard.


"Aku bukan ngajarin yang nggak baik tapi aku ngajarin dia jadi anak tangguh."

__ADS_1


"Iya Bu, kalau gitu Rain masuk dulu."ucap Rain lalu memutar tubuhnya dan berjalan memasuki sekolah baru.


SMA Trisakti adalah salah satu sekolah di Indonesia, sekolah ini cukup terkenal di Indonesia.


Arn memutuskan pindah ke Indonesia seminggu setelah Rain sembuh, di Indonesia mereka hidup sebagai keluarga sederhana.


Tinggal di rumah kecil hanya satu lantai dengan taman di belakang rumah dan di seberang jalan ada toko kue milik Arn dari sanalah mereka mendapatkan penghasilan.


.


.


.


Tak tak tak


Rain terus berjalan dengan menatap lurus ke depan. Rambut Rain diikat ekor kuda pun hanya bergerak sedikit karena Rain berjalan begitu tenang dan tegak.


brukk


Rain terhuyung ke depan karena dorongan dari belakang dan untungnya Rain tak terjatuh.


Dengan tenang Rain memutar tubuhnya dan melihat orang yang mendorong dirinya.


Ternyata dia adalah seorang laki laki berkulit putih dengan hidung mancung benar benar paras yang hampir mendekati sempurna.

__ADS_1


Laki laki itu menatap kearah Rain sebentar lalu ia kembali berlari entah kemana, tak lama setelah kepergian lelaki itu datang seorang guru yang memegang penggaris panjang.


'Siswa brandalan ternyata.'


"Apakah kamu juga terlambat seperti anak itu."ucap guru yang memiliki nama Jeorse itu.


"Saya murid baru."ucap Rain sangat tenang.


"Ooooo murid baru, udah tau kelasnya?"tanya guru itu dengan nada lebih ramah.


Rain hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Kalau gitu ayo ke ruang guru dulu biar bapak antar."ucap Guru itu sambil berjalan terlebih dahulu.


Tanpa banyak bicara Rain pun berjalan membuntuti Guru itu.


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2