ÉCLAIR

ÉCLAIR
episode 20


__ADS_3

"Lihatlah Amberly kau very very beautiful."ucap Rose dengan tatapan kagum pada Amberly yang sedang duduk di depan kaca besar yang tadi di bawa oleh Rose.


Manik Amberly menatap lama pada kaca yang menampilkan dirinya sendiri.


'sudah lama aku tak berdandan seperti ini.' batin Amberly memegang rambutnya.


"Ada apa? Apa kamu tidak suka dengan warnanya? Maafkan aku Amberly karena memaksamu untuk mengganti warna rambutmu menjadi warna coklat, kamu tadi aku tanya cuman diam aja aku pikir kamu setuju makanya aku warnain aja sekalian. Maafkan aku ya." Ucap Rose panjang lebar dengan perasaan bersalah.



"Tak apa Rose, aku cuman sedikit terkejut melihat diriku di kaca ini."jawab Amberly memegang tangan Rose yang ad di pundaknya.



"Oh untunglah, aku pikir kamu tadi sedih sebab aku melihat kamu murung sambil memegang rambutmu."kata Rain.


Amberly tersenyum dan menggeleng.


"Tak apa Rose aku hanya mengingat masa lalu."ucap Amberly lalu bangkit berdiri.



"Ayok, sudah jam tujuh lewat dua puluh lima menit kita tidak boleh membuat tuan Arm menunggu." Ucap Amberly mengambil dompet silfer yang terletak di atas kasur.



Rose pun ikut bangkit dan berjalan mengikuti Amberly yang tampak jauh berbeda malam ini.



Ini bukan seperti Amberly yang dia lihat tadi pagi dan ini juga bukan seperti Amberly yang dia lihat saat di club' waktu itu.


__ADS_1


Tapi ini adalah seorang Amberly yang penuh dengan aura mahal seperti seorang artis papan atas yang selalu menarik atensi kita hingga tidak dapat berpaling dari kemolekan tubuh dan juga wajah itu.


Ting


Pintu lift terbuka, dengan langkah anggun Amberly berjalan mendekati Arm yang tampak terpaku menatap Amberly.



Mata Arm langsung tertuju pada seorang wanita yang berjalan begitu anggun mendekati ku.



Dengan dress merah yang belahan dada rendah sangat kontras dengan kulit Tan Amberly dan juga belahan bawah dressnya yang membuat kaki jenjang itu terlihat seiring langkah kaki wanita itu.



Rambut yang berwarna cokelat dan sepertinya di catok hingga lurus dan di rapikan kebelakang.


Make up yang tampak begitu pas tak menor ataupun biasa aja.


Cantik dan berkelas.


"*sayang aku cantik nggak? tadi aku beli di mal sama teman teman loh."dengan nada bangga seorang gadis berucap*.



"*nggak cantik, tukar sana dan jangan pernah pakai baju seperti itu lagi apalagi di luar rumah*."


"iya iya aku nggak akan pakai baju ini lagi." ucap gadis itu dengan sendu.


Arm memegang kepalanya yang tiba tiba sakit dan menampilkan kilasan kilasan ingatan.


Meskipun begitu Arm mencoba untuk menahannya agar ia bisa mengingat semuanya bukan hanya kilasan kilasan saja.

__ADS_1


Arm kembali menatap Amberly dan baju gadis yang ada di kilasan itu sangat mirip dengan yang Amberly pakai pada saat ini.


Seperti dejavu bagi Arm.


Amberly berdiri di depan Arm dengan anggun dan penuh percaya diri.


"Tuan aku cantik nggak?"ucap Amberly sambil memutar badannya.


Badan Arm kembali menegang saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Amberly.


Arm menatap mata kelam milik Amberly, tatapan mata mereka bertemu.


"nggak."


.


.



pakaian yang dipakai Amberly.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 🙂


salam hangat dari author 😘

__ADS_1


Untuk menunggu cerita ini up, teman teman bisa baca cerita author yang lain. tinggal klik profil author aja ok👌


__ADS_2