ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 58


__ADS_3

Melihat Amberly yang tak mau mengikuti kemauannya, amarah arm langsung memuncak sebentar lagi mungkin akan meledak.


"Kau yang memilih untuk berbuat kasar pada mu Amberly."ucap Arm dengan penuh penekanan.


Arm menarik kedua tangan Amberly ke balik punggung Amberly dengan satu tangan dan tangan Arm yang satu lagi bergerak mendekati mata Amberly.


Tapi itu tak semudah yang Arm bayangkan Amberly menutup mata rapat rapat sehingga Arm menjadi kesusahan.


Arm tak hilang akal ia memanggil penjaga yang masih berada di depan penjara Amberly.


"Hei kamu kesini."


penjaga itu pun berjalan mendekati Arm.


"Pegang dia baik baik."ucap Arm memberikan Amberly.


Penjaga itu memegang kedua tangan Amberly dan memeluk tubuh Amberly hingga ia tidak bergerak lagi.


Melihat gerakan Amberly yang tidak sekadar tadi, Arm membuka paksa mata Amberly dengan jarinya lalu tangan kanan Arm langsung bergerak menyentuh manik mata hitam itu.

__ADS_1


Dan benar saja ternyata selama ini Amberly memakai sebuah softlens berwarna hitam menutupi manik coklatnya.


Setelah melepaskan softlens itu Arm mundur beberapa langkah. Arm memijit keningnya yang semakin berdenyut setelah mengetahui sebuah kebenaran.


Tapi setelah ini terungkap timbul lagi sebuah pertanyaan dari otak Arm.


kenapa Amberly berpura pura menjada Leonard?


Sampai sampai Amberly merubah wajahnya sedemikian rupa agar mirip dengan Leonard dan selalu memakai softlens.


"Pergilah!"usir Arm pada penjaga itu.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan? kenapa kau mau berubah menjadi orang lain dan masuk ke kehidupan ku?"tanya Arm.


Tapi seperti sebelum sebelumnya Amberly masih tetap diam namun dari sorot mata cokelat itu dapat dilihat ada sebuah luka yang ia tutupi.


"Kau menjadi mainan orang lain Amberly! kau tau selama ini kamu menjadi duplikat yang ketika kau tidak dibutuhkan lagi kamu akan dibunuh."ucap Arm dengan tangan menunjuk wajah Amberly.


"Percuma jika kau berhasil dalam misi mu karna yang mendapatkan kemenangan itu bukan dirimu tapi orang lain, yang merasakan kebahagiaan itu adalah orang lain dan kamu hanya akan terus menjadi orang bodoh dalam cerita orang itu."ucap Arm berbicara panjang lebar.

__ADS_1


"Apa bedanya dengan kamu?"tanya Amberly dengan suara tak kalah nyaring.


"Jadi apa bedanya dengan kamu? Bukankah selama ini kau juga jadi mainan keluarga Aktarik? bukankah kerja kerasmu selama ini hanya akan dinikmati oleh keluarga Aktarik? dan bukankah kau juga akan dibuang jika kau tidak berguna lagi bagi mereka? Kita ini sama! kita ini sama Arnold! kita ini sama hiks... hiks..."ucap Amberly menunjuk dada Arm.


Amberly tak mampu lagi membendung air mata hingga pada akhirnya tangis wanita itu pun pecah.


"Kau benar! memang pada akhirnya aku akan dibuang ketika tidak dibutuhkan tapi percayalah pada hari itu meskipun aku dibunuh, aku akan merasa senang karena semua dendam ku sudah aku balas dan pada saat itu aku akan mati dengan tersenyum."Ucap Amberly sambil menghapus air matanya tapi meskipun begitu air matanya bagai air terjun yang tak pernah berhenti turun.


Arm terdiam, ada sebuah tombak yang menancap tepat di dada pria itu dan menyadarkan ia dari semua kebodohannya selama ini.


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2