ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 94


__ADS_3

Rain berjalan dengan santai menuju ke kursi yang ditunjuk oleh buk Rike dan mendudukkan dirinya di kursi paling belakang itu.


Rain menoleh ke samping menatap seorang yang sedari tadi menatap kearahnya dalam diam.


Orang ditatap Rain pun mengalihkan pandangan ke depan.


'Apakah dia tau aku?'tanya Rain dalam hati.


Rain meletakan tas lalu mulai memperhatikan guru yang menerangkan di depan.


Tapi lama kelamaan bukan pelajaran yang masuk ke dalam otak Rain tapi malah rasa ngantuk.


Rain melipat kedua tangan di atas meja dan mulai menidurkan kepala disana dan tak berlangsung lama ia pun tertidur.


Sedangkan gadis yang memperhatikan dia sedari tadi hanya tersenyum tipis melihat tingkah Rain.


.


.


.


"hei bangun, udah jam istirahat pertama."salah seorang siswi menepuk pelan lengan Rain.


Sedikit menggeliat hingga pada akhirnya Rain pun terbangun.


"Dean?"tanya Rain saat melihat pin nama siswi tersebut.

__ADS_1


"Iya, aku Dean. aku bangunin kamu karna udah istirahat."ucap Dean menunduk.


Memakai kacamata bulat, baju rapi dan rambut terurai lalu memakai bando pink, benar benar anak cupu serta sangat mengundang orang orang untuk membuli.


Kalau tidak salah dia duduk tepat di depan tempat duduk Rain.


"Hmm, ayolah."ucap Rain lalu berdiri.


Akhirnya mereka pun berjalan berdua ke arah kantin dengan hening tanpa pembicaraan. Dean yang takut untuk berbicara dan Rain yang sangat malas memulai pembicaraan sehingga mereka pun berjalan dalam diam.


"Kamu mau pesan apa?"ucap Dean menawarkan diri.


"Aku mau nasi goreng aja."ucap Rain.


"Baiklah, tunggu sebentar pesanan anda akan datang sebentar lagi."ucap Dean sambil tersenyum manis.


Rain hanya menatap Dean sekilas lalu ia mengalihkan pandangannya pada kolam ikan yang berada tepat di depan kantin.


Rain tidak risih tapi dia cuman ingin tau apa motif gadis itu memperhatikan dia sedari tadi.


Rain menatap gadis itu lama hingga pada akhirnya gadis itu yang memutus kontrak mata mereka.


"Makanan datang."ucap Dean sambil membawa dua piring nasi goreng.



"Terima kasih."ucap Rain dengan wajah datar tapi terdengar lembut.

__ADS_1


Dean terdiam sekejap melihat Rain mengucapkan kata kata yang sudah sangat jarang di dengar dan kata itu diucapkan oleh Rain yang sepertinya anak pendiam.


"Iya sama sama."ucap Dean tersenyum hangat lalu memperbaiki kacamata.


Dan mereka pun mulai makan dengan banyak mata yang menatap kearah mereka dengan tatapan beragam.


Dean makan dengan sedikit menunduk mungkin karena takut dengan tatapan orang orang disekitar, itu yang dipikirkan oleh Rain saat ini.



"Kamu takut?"tanya Rain to the poin.


"Aku sudah biasa di tatap remeh seperti itu tapi aku masih terus takut dengan tatapan mereka padaku."ucap Dean lalu meminum teh esnya.


Mata kelabu itu menatap ke arah sekitar dengan tatapan tajam hingga membuat orang yang melihat pun langsung menunduk.


"mata kamu tajam ya, liat mereka sampai takut."ucap Dean.


"Aku sangat suka mata kamu itu, sangat jarang orang yang memiliki warna mata kelabu seperti matamu itu."ucap Dean menatap mata kelabu Rain penuh binar.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂


salam hangat dari author 💙


__ADS_2