ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 71


__ADS_3

Orang yang sedang dinanti oleh keluarga Altarik sedang berada di perjalanan menuju ke sebuah tempat.


Asker adalah nama pengacara itu.


Tanpa Asker sadari dibelakang ada sebuah mobil putih mengikuti dengan jarak sedikit jauh.


Mobil yang dikendarai oleh Asker mulai memasuki hutan hutan, entah kemana dia mau pergi, tidak mungkin ke mansion utama Altarik sebab mansion itu terletak di tepi kota dan tidak sampai masuk masuk hutan.


Jalan mulai sepi dan saat itulah Asker baru menyadari dibelakang ada yang mengikuti.


"Semua orang pasti mengincar ini."ucap Asker sambil menggenggam erat sebuah flashdisk.


Barang kecil itulah yang menjadi jawaban dari pertanyaan pertanyaan semua orang dan dari sana semua orang akan tau siapa yang akan memimpin keluarga Altarik sekaligus bisnisnya.


Asker mempercepat laju mobilnya dan sesuai dugaan Asker, mobil di belakangnya juga melaju dengan cepat.


Citt


Bunyi ban mobil yang beradu dengan aspal.


Asker langsung menginjak rem saat mobil putih tadi tiba tiba sudah berada di depan mobilnya.


Tapi ia tetap menabrak mobil itu sedikit.


Asker tak bergerak, ia tak mau keluar sebab jika ia keluar maka nyawanya pasti akan hilang.


Pintu kemudi mobil putih itu terbuka dan sebuah kaki ramping pun keluar setelah itu barulah keluar seorang wanita.


Wanita itu memakai baju kaos putih dan celana hitam dipadukan dengan kaca mata hitam serta sepatu berwarna putih.


__ADS_1


(jangan pedulikan background)


Asker masih tetap diam didalam mobil meskipun orang yang keluar dari mobil itu adalah seorang wanita.



Wanita itu berjalan dengan santai ke dekat mobil Asker sambil membawa sesuatu tapi Asker tidak bisa melihat dengan jelas karena itu berada digenggaman tangan wanita itu.



tok tok



wanita itu mengetuk kaca mobil Asker, tapi Asker masih tetap diam sambil tangannya mengambil sebuah pistol di saku celana.



tok tok


tok tok


wanita itu kembali mengetuk kaca mobil.


Akhirnya Asker pun membuka kaca mobil dengan tangan yang sudah siap sedia memegang pistol di punggung.



"Maaf mengganggu, nama saya Leonard dan saya tidak tau saya berada di mana, hp saya juga kehabisan daya sedangkan charger lupa saya bawa. Saya tadi sengaja mengikuti anda sebab saya pikir anda mau ke kota tapi malah kesini."ucap Leonard dengan sebuah senyuman palsu di wajahnya.


"Kalau mau ke arah kota arah mana ya? saya tidak tau daerah sini."ucap Leonard sambil terkekeh ringan.

__ADS_1


Asker pun meletakkan pistolnya ke dalam sakunya kembali dan hal itu dapat dilihat oleh mata Leonard.


"Kamu bawa pistol!"ucap Leonard dengan ekspresi terkejut.


"Kamu polisi ya?"ucap Leonard dengan wajah polos.


"iya."jawab Asker lalu ia mengambil sebuah handphone di tempat duduk belakang.


"nih, kamu bisa menggunakan map yang ada disini."ucap Asker memberikan handphone itu.


"Tapi bagaimana cara aku mengembalikannya?"


"tidak usah di kembalikan, ambil saja."ucap Asker sambil memberikan handphone itu.


Tangan Leonard pun bergerak mengambil handphone itu tapi bukan handphonenya yang dipegang tapi pergelangan tangan Asker.



Leonard menarik pergelangan tangan itu keluar membuat kepala Asker pun ikut keluar dari jendela mobil karena tarikan kuat Leonard.


srett srett


Dar\*h menyembur mengenai baju putih Leonard.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa untuk like and vote ya


salam hangat dari author 💙


__ADS_2