
Menatap langit malam yang begitu indah merupakan hal yang selalu Rain lakukan sejak tinggal di Indonesia.
Menikmati keindahan taburan bintang dan juga bulan purnama yang menghiasi langit membuat mata ingin selalu melihat kesana.
Saat ini Rain sedang duduk diatas ayunan yang ada ditaman belakang rumah.
"Sangat cantik bukan?"sebuah suara pun terdengar dari arah belakang Rain dan suara langkah kaki mendekat.
"Iya."ucap Rain tak memalingkan pandangannya dari langit.
"Malam ini kita begitu takjub melihat bulan purnama yang begitu indah tanpa kita sadari ternyata untuk mencapai purnama itu perlu waktu 30 hari."ucap Arn yang sudah berada di balik punggung Rain.
"Dia menjadi bulat sempurna seperti itu butuh proses dan yang namanya proses tidak ada yang sebentar semuanya butuh waktu."
Rain yang tadinya menatap langit pun langsung menunduk.
Arn pun mulai mengayunkan ayunan itu pelan pelan dengan tangan yang sesekali mengelus kepala Rain.
"Saat pertama kali ayah bertemu dengan ibu mu di taman. Saat itu umur ayah 15 tahun dan ibumu 13 tahun."
flashback
Arn lagi berjalan pulang dari sekolah seperti biasa Arn pulang berjalan kaki hingga ke kos kosan dia.
__ADS_1
Orang tua Arn telah meninggal sejak ia kecil dan sejak saat itu Arn harus banting tulang untuk biaya hidupnya, untung saja ia mendapatkan beasiswa sehingga untuk biaya sekolah gratis.
Saat sedang berjalan tiba tiba Arn berhenti, mata kelabu itu pun menatap tajam ke arah seorang gadis kecil yang berjalan tertatih tatih sambil memegangi perutnya.
Gadis kecil itu duduk di kursi taman sambil terus memegangi perutnya sambil sesekali meringis.
Entah apa yang merasuki Arn, kakinya pun melangkah mendekati gadis kecil itu.
"Kamu kenapa?"tanya Arn berdiri tepat di depan gadis itu.
Gadis itu mendongak menatap Arn dengan pandangan memohon.
"Leo lapar."setelah mengatakan itu gadis itu pun langsung menangis terisak dan hak itu membuat Arn pun terkejut.
Mereka pikir Arn yang membuat gadis itu menangis histeris.
Arn berlari pergi dari taman itu.
Sekitar lima menit Arn pun kembali dengan membawa sebuah roti dan gadis itu masih terisak tidak terlalu histeris.
"Kamu laparkan? nih roti untuk ganjal perut dulu, aku belum punya uang untuk membeli yang lebih besar jadi makan ini dulu."ucap Arn.
Gadis itu mendongak dengan mata yang memerah dan bibir pucat.
__ADS_1
lalu tangan kecil itu pun mengambil roti tersebut, gadis itu langsung membukanya dan memakan itu.
"Untuk minum pakai sisa minumku tadi aja ya, nih masih ada sisa banyak kok, kalau beli minum uang aku nggak cukup."ucap Arn.
Gadis itu hanya mengangguk dan terus memakan roti itu hingga habis lalu ia meminum air putih.
"Nama kamu siapa?"tanya Arn sambil mendudukkan dirinya di samping gadis tersebut.
"Leonard."jawabnya singkat .
"nama yang bagus tapi kenapa kamu sampai kelaparan disini, mana keluarga kamu hingg membiarkan anak kecil disini sendirian."
"Ayah sama ibu sudah meninggal dan saya diusir dari rumah oleh bibi dan paman karena mereka berpikir kalau saya menjadi beban bagi mereka."
.
.
.
bersambung.
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
__ADS_1
salam hangat dari author 💙