
"Kau tidak bisa menghilangkan jasa seseorang hanya karena kesalahannya Gio, mungkin kau tidak ingat tapi aku selalu ingat bagaimana baiknya Daddy ku pada anggotanya."ucap Nona Zika sambil terus menatap tajam kearah Gio.
"Aku tidak akan pernah lupa, ketika Daddy ku memberikan pelatihan, keamanan yang ekstra, tempat tinggal dan juga makan untuk kalian."ucap Nona Zika.
"Jika kalian berkerja di luar apakah kalian mendapatkan itu semua? paling kalian hanya disuruh suruh lalu kalau sudah selesai dikasih uang."lanjut nona Zika.
"Karena beberapa kesalahan yang ia perbuat, kau tidak bisa menghakimi dia kalau dia adalah sebuah penjahat yang tidak akan bisa kembali menjadi baik, gio."
"Yang menurutmu pendosa, penjahat atau apalah namanya itu, bisa saja dikemudian hari dialah yang menjadi orang baik jauh dari bayanganmu."
Gio hanya diam ia tidak tau harus mengatakan apa sebab yang dikatakan oleh Nona Zika benar adanya.
"Maaf."
.
.
.
Arn menatap kearah wanita yang terbaring di atas bangkar itu dengan pikiran yang entah kemana.
Dia tidak duduk di kursi yang ada didekat saja tapi ia memilih untuk duduk lebih jauh sambil merenungi sesuatu yang menjadi pertanyaan besar di kepalanya.
Tak lama kelopak mata Leonard pun terbuka. menampakkan manik hitam kelam itu.
__ADS_1
Leonard tak bergerak sedikit pun ia tetap menatap kearah atas dengan tatapan kosong.
Arn yang melihat Leonard sadar pun langsung bangkit dan berjalan mendekati Leonard.
"Ada apa?" Arn bertanya tidak jelas, entahlah Arn pun tidak tau harus berkata apa.
"Bagaimana keadaan Rain?"tanya Leonard yang tampak sudah kembali sadar seperti semula menatap kearah Arn penuh tanya.
Leonard tak mengatakan apapun lagi tapi ia langsung duduk dan bergerak ingin melepaskan infus dan juga selang darah yang mengalir ketubuhnya itu.
Hal itu langsung dicegah oleh Arn cepat, Arn memegang kedua tangan Leonard.
"Apa!! aku harus melihat keadaan anakku."ucap Leonard dengan suara naik.
"Kau tidak perlu khawatir, Rain pasti aman bersama dengan Brain, Brain akan menjaganya."ucap Arn mencoba menenangkan Leonard.
__ADS_1
"Menjaga apanya?!! dia bisa saja membalaskan dendam kepada anakku gara gara membunuh ayahnya."ucap Leonard marah.
"Bukan kamu yang membunuh Magraf tapi Amberly."
"Apakah kamu pikir Amberly akan berkerja tanpa perintah dari aku, semua yang terjadi tidak lepas dari campur tangan aku, Arnold."ucap Leonard yang dengan cepat melepaskan jarum jarum yang melekat pada tangannya.
Meskipun berdarah Leonard tidak peduli ia memilih mengambil sebuah hp yang terletak di atas meja lalu menghubungi seseorang.
"Cepat cari dimana lokasi Rain sekarang?"ucap Leonard menelpon seseorang sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
Tangan Leonard pun ditarik Arn membuat Leonard meringis menahan sakit sebab seluruh bagian tangannya terluka.
"Kau tidak perlu melakukan hal itu Leo, Brain akan menjaga Rain."ucap Arn menyakini.
"Kau tau Arm, sejak saat dimana kamu pergi meninggalkan aku, saat itulah tidak ada orang yang bisa aku percayai di dunia ini."ucap Leonard sambil melepaskan tangan dari Arn lalu kembali berjalan keluar dari rumah sakit itu.
.
.
.
bersambung
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
__ADS_1
salam hangat dari author 💙