
Pagi ini begitu indah dan juga sejuk yang ditinggalkan oleh hujan malam tadi membuat siapa saja masih betah untuk bergumul dengan selimut.
Tapi hal itu tidak untuk Rain.
Pagi ini gadis manis itu sudah berada di kebun belakang rumah Brain. Tanaman yang berada di kebun itu ditanam oleh salah seorang koki Brain yang sekarang di pelihara oleh Rain.
Setiap pagi inilah pekerjaan gadis itu, menyiram dan terkadang juga memberikan pupuk serta menggemburkan tanah agar tanaman itu biar tumbuh subur.
Setelah selesai menggemburkan tanah Rain mencuci tangan di keran yang ada di sudut kiri kebun itu lalu ia kembali masuk ke dalam rumah mengambil keranjang.
Hari ini ia ingin panen beberapa buah yang sudah masak dan juga beberapa sayuran.
Senyuman tak pernah lepas dari gadis itu, ia memetik buah sambil bersenandung kecil.
"Apakah gadis kecil ini sedang sangat senang?"ucap Brain yang baru datang.
Rain mendengar suara Brain tapi ia tidak berbalik ia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya yaitu memetik buah stroberi.
"Apakah buah itu lebih menarik dari aku?" ucap Brain cemberut.
Rain masih tidak berbalik tapi gadis itu terkekeh geli mendengar ucapan manja lelaki di belakang dia.
__ADS_1
"bahh." wajah Brain langsung berada di hadapan Rain dan tangan Brain juga melingkar di perut Rain.
"ih apaan sih bang, ganggu tau nggak."ucap Rain pura pura merajuk.
"aku dibilang pengganggu, ayolah Rain diluar sana aku ini dijadikan idaman perempuan dan bahkan tak terhitung jumlah wanita yang ingin jadi istriku."ucap Brain sombong.
Rain memutar bola mata malas mendengar ucapan Brain.
"Tapi meskipun mereka jungkir balik sekalipun tapi kamu cintanya cuman sama aku."ucap Rain yang tak kalah sombong.
Brain terkekeh, ia mengeratkan pelukannya dan meletakan dagu di bahu Rain.
"Iya juga sih, aku jadi kasihan deh sama mereka, gimana kalau aku terima aja mereka jadi pacar aku satu orang satu hari seenggaknya kan mereka tidak terlalu sia sia menstalking tentang diriku terus."ucap Brain pura pura berfikir.
mendengar itu Rain langsung melepas pelukan Brain dengan kasar.
Brain yang melihat Rain marah pun tersenyum puas dan langsung mengejar Rain yang merajuk beneran.
"Rain."panggil Brain tapi masih tidak diindahkan oleh Rain.
"Rain..."panggil Brain lagi tapi kali ini bernada, tapi masih tidak dihiraukan oleh Rain.
Berulang kali Brain memanggil tapi tidak dihiraukan Rain hingga mereka sampai di dapur.
Rain mengambil gelas dan menuangkan air ke dalamnya lalu meminumnya.
__ADS_1
"Sayang...."panggil Brain dengan nada lembut dan bernada.
"uhukk uhukk."Rain langsung terbatuk-batuk mendengar panggilan yang baru pertama kali Brain ucapkan.
"Cie cie yang ingin dipanggil sayang."ledek Brain dengan tersenyum lebar.
"apaan sih, enggak ya... tadi tuh aku keselek karna kamu panggil, kalau orang lagi minum jangan dipanggil panggil."ucap Rain berkilah padahal sebenarnya ia.
"Jadi kamu nggak suka panggilan itu, padahal gadis gadis seusia kamu suka loh di panggil seperti itu, contohnya gadis yang waktu itu aku panggil sayang wajahnya langsung merah dan tersenyum malu malu."ucap Brain seperti berfikir.
"Jadi kamu udah sering manggil cewek lain sayang? dasar semua laki laki sama aja, sama sama playboy."
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 🙂
__ADS_1
salam hangat dari author 💙