ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 7


__ADS_3

"Apa?"tanya Amberly mendekati Arm. Amberly menatap ke Arm lalu beralih menatap pemandangan gedung gedung pencakar langit yang nampak indah malam ini.



Saat ini Amberly berada di lantai empat karena dipanggil oleh Arm, ia berada di balkon kamar Arm.



Arm menatap Amberly dari ujung kaki sampai ujung rambut lalu menghela nafas panjang.


"Besok kamu mulai bekerja menemani serta menjaga Zika kemanapun dan dimana pun ia berada."ucap Arm datar.


"Aku belum bisa, memang sih aku sudah tanda tangan surat itu tapi aku masih belum menguasai latihan latihan yang diberikan, aku takut nanti tidak bisa menjaganya jika ada bahaya, menjaga diriku saja aku terkadang kesulitan apalagi menjaga orang lain. Makanya beri aku waktu untuk berlatih lebih dulu sekitar dua mingguan, aku akan berusaha berlatih lebih kuat lagi, oke."cerocos Amberly mencoba bernegosiasi.


'Kenapa dia begitu cerewet sekarang? dan apa itu? dia mencoba bernegosiasi dengan ku, Aku ahlinya dalam bernegosiasi ditantang oleh seorang perempuan kecil ini.'batin Arm tersenyum sendiri.


"Hei!! kenapa kau tersenyum sendiri, kamu sedang berfikiran mesum ya."Amberly menyilangkan tangannya di depan dada.


Pletak


Arm menjentik dahi Amberly mendengar ucapan perempuan itu.


"Cerewet… pokoknya besok kamu sudah menjadi bodyguard Zika dan untuk latihanmu kamu bisa membagi waktumu sepintar mungkin."Tanpa mendengar bantahan Amberly Arm langsung berjalan masuk ke dalam rumah.


.


.


Matahari sudah mulai naik dan rasa panasnya sudah mulai menyengat kulit tapi meskipun begitu tidak mencegah Amberly untuk terus fokus dalam latihannya.


Ya mau bagaimana lagi dia latihan kan didalam ruangan jadi panas sama sekali tidak berpengaruh untuknya.


setelah lebih dari sejam akhirnya Amberly menyelesaikan latihannya.


__ADS_1


Ia kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri karena masih ingat kalau ia harus menjaga nona Zika.



Sekitar setengah jam akhirnya Amberly pun siap. Ia memakai setelan jas hitam lengkap dengan rambut di ikat ekor kuda dan wajahnya yang tampak lebih segar tanpa polesan apapun.


Ceklek


"Eh cicak di dinding."latah Amberly kaget saat ia membuka pintu seorang wanita sudah berdiri tegak di sana.


"Hai… Aku Rose, aku juga bodyguard nona Zika."


"jadi?"Amberly menaikkan alisnya.


"Mari berteman, bukankah kita akan selalu berjumpa dan akan sering dalam misi yang sama jadi, bukankah bagus jika kita saling berteman."Kata Rose.


"okey."kata Amberly sambil tersenyum tipis sedikit canggung.




"Untung saja aku jadi bodyguard nona Zika jika sama si kepala batu itu entah apa yang terjadi."ucap Amberly sambil menekan tombol angka empat di lift.



"Tapi aku rasa kamu salah deh, menurut aku lebih bagus jadi bodyguardnya tuan Arm dari pada nona Zika."kata rose.


"Emang kenapa? bukankah bagus menjaga perempuan dan aku rasa nona Zika pastilah tidak banyak tingkah."ucap Amberly yakin.


"Oh Amberly kamu benar benar tidak tau apapun."keluh Rose.



hingga tibalah mereka di lantai empat.

__ADS_1


.


.


Rasanya Amberly ingin menangis darah saat ini, ternyata apa yang dikatakan oleh rose benar adanya.



Amberly menatap kearah rose sambil menutupi telinganya dengan bibir cemberut.



Oh jangan ditanya apa yang terjadi, ia benar benar kesal saat ini.


Dia pikir cuman menemani seorang anak gadis makan, main handphone atau yang biasa gadis gadis lain lakukan tapi apa ini!!!


Mereka semua dijadikan patung percobaan oleh nona Zika.



Rose yang sedang di beri make up tapi lihatlah bukan tambah cantik dia malah seperti badut dan lebih anehnya lagi Rose pun tertawa senang bersama nona Zika.


Dan jangan tanyakan nasib Amberly.


'Apakah dia pikir rambutku ini langit sampai membuat pelangi disana, oh rambut indahku😭.'


.


.


.


bersambung


salam hangat dari author 😘

__ADS_1


__ADS_2