
"Dimana Arm dan juga Zika, Adrian?"tanya Anka pada Adrian yang menatap Rain.
Tatapan Adrian pun beralih pada Anka.
"Aku sangat merindukan gadis manja itu."lanjut Anka.
"Sebentar lagi mereka pasti akan tiba, Arm dan Zika akan datang bersama sama."ucap Adrian sambil tersenyum.
ceklek
Pintu ruangan itu kembali terbuka tapi bukan yang ditunggu yang datang tapi Par lah yang datang.
Par berjalan mendekati Tuan Adrian dan membungkuk lalu membisikkan sesuatu di telinga tuan Adrian.
"hmm."gumam tuan Adrian sebentar.
"Biarkan saja."ucap Tuan Adrian santai.
Wajah Par sedikit terkejut mendengar ucapan tuan Adrian tapi ia kembali bersikap biasa saja lalu berlalu pergi dari ruangan itu.
.
.
.
Sedangkan di tempat lain, Arn dan Zika sedang duduk sambil melihat ke arah laptop yang berada di depan mereka.
di seberang meja ada Amberly yang duduk santai di kursinya sambil memakan pisang tanpa mengatakan apapun.
"tuan nona Zika diculik dan tuan muda Arm sedang mencari nona Zika, mungkin dia akan terlambat datang kesini. Apakah kami harus membawa tim khusus untuk menolongnya?"terdengar suara paman Par dari laptop itu.
__ADS_1
Saat ini Arn dan Nona Zika sedang melihat rekaman cctv yang berada di sebuah foto yang ada sudut ruangan serta sebuah penangkap suara yang berada tepat di belakang kursi yang di duduki oleh tuan Adrian.
Arn tampak biasa saja tapi lain halnya dengan nona Zika, ia sangat terkejut mendengarkan ucapan sang Daddy.
Tidak adakah rasa peduli di hati Daddy untuk dia yang diculik?
"Kalau aku beneran di culik apakah Daddy akan mengatakan hal itu juga?"tanya Nona Zika pada Arn.
"Iya mungkin, tapi kau tenang saja kakak yang akan berusaha mencarimu jika dia tidak mau bertindak."ucap Arn sambil tersenyum lalu tangan Arm mengelus kepala Nona Zika.
Nona Zika langsung memeluk Arn dengan air mata yang menetes.
"ya! itu sangatlah menyakitkan."ucap Amberly dengan suara datar.
Arn melepas pelukannya lalu menatap ke arah Amberly.
"Dulu aku selalu membohongi diriku agar aku bisa menganggap dirimu adalah Arm tapi hal itu malah menjadi sembilu yang malah melukai hatiku, hingga membuatku menjadi tambah sakit karena perbuatan ku sendiri."ucap Amberly.
"Kau tidak perlu sok kuat Amberly jika kau ingin menangis maka menangislah."ucap Arn mengelus tangan Amberly.
"Tidak apa apa, aku sudah tujuh belas tahun tanpa dia dan aku sudah cukup bisa mengendalikan diri."
__ADS_1
Nona Zika mengerutkan keningnya mendengar percakapan dua orang itu, apa maksud mereka membahas Arm, kakaknya? bukankah Arm ada disampingnya?
"Apa maksud mu Amberly? kenapa kau ingin menganggap kakak adalah Arm padahal kan dia memang Arm."ucap Nona Zika tak mengerti.
Amberly dan Arn menatap ke arah nona Zika tampak keduanya pun mengambil nafas dalam dalam.
"Ada banyak hal di dunia ini tak seperti yang tampak dimata Zika, aku bukanlah kakakmu, aku bukanlah Arm."ucap Arn dengan lembut.
Mata nona Zika pun membulat mendengar hal itu, ia bahkan mundur kebelakang.
"Lalu kenapa kamu pura pura menjadi kakak ku?"
.
.
.
bersambung
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
__ADS_1
salam hangat dari author 💙