ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 53


__ADS_3

"Yang melakukan hal itu kepada ayah mu bukan aku dan aku sama sekali tidak berniat melakukan kekerasan pada ayah mu, jika pun aku dendam aku lebih baik membunuh dia saja dari pada membiarkan dia hidup."ucap Arm dengan terus terang.


Rain pun mulai paham akan maksud pembicaraan itu.


"Jika bukan kamu terus siapa? bukankah kamu sendiri yang bilang kalau ingin membunuh dia kan berarti kamu juga ingin mencelakai ayahku."ucap Brain dengan suara naik satu oktaf.



Setelah itu hening.



Arm menatap tajam pada Brain yang menuduh dia tanpa bukti sama sekali. Arm menyatukan kedua telapak tangan lalu meletakkan ke atas meja.


"Jadi, sekarang yang kamu mau apa?"tanya Arm karena percuma saja ia menjelaskan sedangkan Brain tidak mau mendengarkan.


"Aku ingin kamu juga merasakan apa yang dirasakan oleh Ayah ku."ucap Brain tegas.



Rain langsung memalingkan kepala menatap Brain dengan kening berkerut.



Arm tersenyum sinis mendengar hal itu.


"Jika kamu menginginkan hal itu tentunya kamu harus mengalahkan aku dulu, kalau aku yang menyerahkan diri bukankah aku terlihat seperti pengecut."ucap Arm.


Brain menyandarkan tubuh ke sandaran kursi dan menatap Arm tajam.


Tiba tiba Brain melompat naik ke atas meja dan menendang dada Arm, Arm yang sudah memprediksi hak tersebut langsung memundurkan kursinya.


Arm tersenyum licik, ia berdiri dan ingin memegang kaki Brain tapi tidak bisa karena Brain langsung berputar dan berdiri di atas meja.



Brain kembali menendang Arm tapi masih bisa di tangkis oleh Arm.

__ADS_1



Sedangkan anak buah Brain yang berjumlah lima orang langsung melawan Gio dan Amberly karena memang bodyguard Arm yang ada di dalam ruangan itu hanya Gio dan Amberly.



Rain yang merasa tidak ada lawan hanya menggeser kursinya ke sudut ruangan itu sambil memperhatikan perkelahian antar dua kubu.



Yang ada dipikiran Rain tadi terjadi sebaliknya, ia pikir akan berada di pertemuan keluarga yang aman dan damai tapi ternyata...


hmmm


Amberly mundur beberapa langkah ketika tendangan Garda mengenai dadanya, tapi ia kembali bergerak maju dan langsung mengeluarkan jurus yang tidak bisa ditebak.



Garda pun meninju kembali Amberly tapi tidak jadi karena Amberly lebih dulu menendang tukang kering Garda sambil menangkis tinju Garda.




Disisi lain Gio tampak diserang dengan empat orang sekaligus tapi sudah tinggal dua orang karena yang dua orang lagi sudah ia lumpuhkan.



Sedangkan Arm dan Brain masih saling menangkis serangan.



Garda tergeletak di lantai setelah Amberly menendang tepat di ulu hatinya.



Lalu mata Amberly beralih menatap Rain yang berada di sudut ruangan dan ternyata Rain juga menatap kearahnya.

__ADS_1



Amberly melangkahkan kaki mendekati Rain dengan sebuah belati ditangannya entah dari mana ia dapatkan.



Rain begitu ketakutan saat melihat Amberly ia ingin berlari tapi tidak bisa karena di sebelahnya juga ada perkelahian gio dan salah satu anak buah Brain.



Amberly berjalan semakin dekat dan semakin dekat hingga ia berada satu langkah di depan Rain.



Sedangkan Rain sudah pucat apalagi melihat Belati yang diarahkan kepada dirinya membuat ia tanpa sadar gemeteran.



"pertarungan kali ini akan berhenti dengan ini."ucap Amberly sambil tersenyum tipis.



Belati itu pun terbenam diantar perut Rain dan Amberly.



"Kakak."


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2