
Di lain tempat tepatnya di kota Venesia, kota yang pernah menjadi kota tercantik pada abad pertengahan, Kota ini terkenal dengan sarana transportasi air, di antaranya gondola.
Di kota inilah Rain tinggal bersama dengan para pelayan yang sudah seperti keluarga untuknya.
Ditinggal oleh sang kakak selama bertahun tahun tidak membuatnya begitu sakit karena ia percaya bahwa kakaknya pasti akan kembali seperti sebelumnya tapi untuk kali ini sepertinya hatinya berhianat.
Sekuat apapun ia mencoba meyakinkan drinya kalau kakak akan pulang tetapi hatinya terus berkata itu belumlah tentu mungkin.
Ditambah lagi dengan perkataan kakaknya yang menyuruhnya pura pura tidak mengenalinya ketika tidak sengaja berjumpa.
Apakah kakaknya membuang dia?
Seperti itulah pertanyaan yang selalu terpikir oleh Rain sehingga tak jarang ia akan menangis memikirkannya.
Contohnya saja malam tadi ia menangis hingga tertidur dan membuatnya matanya bengkak saat bangun.
"Rain…Rain…Rain bangun."suara lembut seorang perempuan terdengar dari arah luar kamar Rain.
__ADS_1
Rain yang mendengar suara sahabatnya itu pun langsung bangkit dari tempat tidur dan berlari membuka pintu.
Ceklek
setelah pintu terbuka Rain langsung berhamburan memeluk sahabat satu satunya itu.
"Rain sangat merindukan Aca."kata Rain dengan manja.
Yang dipanggil Aca itu pun membalas pelukan Rain sambil mengelus punggung gadis itu.
Alexia adalah nama sahabat Rain, seorang anak menteri dan juga pengusaha yang selalu bersekolah ditempat yang sama dengan Rain.
Ya, sebegitu dekatnya mereka berdua.
.
.
"Aku kadang merasa tidak punya keluarga lagi, orang tua yang sudah meninggal, kakak yang selalu pergi tidak pulang pulang selalu ninggalin aku sendirian. Kadang aku mikir kenapa kakak harus pergi lama lama bahkan hampir lima tahun, aku rasa tidak ada pekerjaaan yang dilakukan selama itu." Rain mulai mengeluarkan unek uneknya.
"tidakkah kamu bertanya?"
"Aku pernah nanya bahkan berkali kali malah dan jawabannya pasti *kakak melakukan ini semua agar masa depanmu baik* selalu itu itu terus jawabannya."gerutu Rain.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak mencoba untuk mencari tau?"
"Aku sih pengen cari tau tapi aku tidak memiliki koneksi yang luas dan aku juga tidak tau di kota atau negara mana kakak sekarang?"
"Kan ada aku. Aku bisa meminta papa dan mama ku mencari tau dimana kakakmu berkerja asalkan masih di negara ini."ucap Rain memberi solusi.
"Oh iya ya, aku hampir lupa kalau ayahmu kan perdana menteri."
"Kamu tinggal menulis nama panjang kakakmu saja di selembar kertas agar aku bisa memberikan kepada papa, siapa tau papa bisa mendapatkan data data tentang kakak mu."
"oh oke."Rain langsung mengambil sebuah note yang ada di meja belajarnya dan juga sebuah pulpen.
"Tapi…"
"Apa?"
"Aku tidak tau nama panjang kakak yang aku tau nama kakak ku adalah Berlyn."cicit Rain kembali meletakan pulpennya dan juga note tersebut.
"Aku memang adik yang tak berguna."Rain menunduk memainkan jarinya dengan air mata yang kembali turun meleleh di pipi.
"bahkan nama panjang kakak aku saja, aku tidak tau."
.
.
bersambung
__ADS_1
salam hangat dari author 😘