ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 97


__ADS_3

"Masih teringat oleh ayah bagaimana pucatnya ibumu waktu itu, saat ayah menyentuh tangannya ayah seperti memegang es karena begitu dingin tangannya."ucap Arn masih terus mendorong ayunan.


Rain terdiam mendengar cerita Arn, dalam hati Rain merasakan sesak mendengar penderitaan ibunya semasa.


"Mungkin karna kesakitan itu lah membuat ibumu sangat ingin membalas dendam pada keluarga Altarik dan juga keluarganya."


"Dia terus berusaha mendapatkan haknya sampai ia tak berpikir apa itu bahagian dan ditambah lagi kecelakaan yang menimpa ayah membuat dendam itu semakin besar."


"Mungkin kamu tidak berpikir bagaimana ia menatap mu untuk yang pertama kali, tapi ayah yakin saat itu pasti dia menangis sedih melihat kamu lahir tanpa seorang ayah tanpa ada keluarga yang mendampingi."


Setetes air mata pun turun di pelupuk mata Rain mendengar hal itu.


"Cobalah lihat sisi dia yang lain maka kamu tau seberapa rapuhnya ibumu, seberapa takutnya dia kamu kesakitan, dan seberapa sayangnya dia padamu, kamu akan melihat itu jika kamu melihat lebih luas lagi."


Arn menghentikan ayunan itu lalu ia berputar dan jongkok di depan Rain yang berlinangan air mata.


"Rain tau? tadi ibumu menangis begitu lama hingga akhirnya tertidur. Dia terus merasa bersalah atas perubahan sikap Rain, dia merasa semuanya adalah salah dia."


Arn mengambil nafas panjang lalu ia menyentuh kedua tangan rain dan mengelusnya lembut.


"Ini adalah pertama kalinya kami menjadi orang tua dan kami masih harus banyak belajar menjadi orang tua yang baik, Jadi maafkan ayah dan ibu ya, karna belum menjadi orang tua yang baik untuk Rain, maafkan kami yang membuat Rain harus lahir di keluarga yang berantakan, maafkan kami ya?"ucap Arn sambil terus mengelus tangan Rain.


Rain turun dari ayunan dan memeluk Arn hingga Arn terduduk di rumput.

__ADS_1


"Ayah ibu nggak salah, Rain yang sal...salah. Rain terlalu egois, Rain hanya memikirkan sakit yang Rain rasakan saja hingga Rain lupa kalau ayah ibu juga merasakan sakit yang lebih dari Rain"


tangan lebar Arn memeluk tubuh kecil putrinya dengan erat.


"Rain beruntung... Rain beruntung memiliki ayah ibu, ayah dan ibu adalah orang tua terbaik di dunia ini."ucap Rain dengan terisak.


"Maafkan Rain yang membuat ayah ibu sedih, maafkan Rain."ucap Rain membenamkan wajahnya di pundak Arn.


"Iya ayah akan selalu memaafkan Rain."ucap Arn mengelus punggung Rain yang bergetar.


"Rain sayang ayah ibu."


.


.


.


tok tok tok


"Rain masuk."


pintu pun terbuka dan Rain masuk dengan membawa sebuah nampan. Didalam kamar tampak Leonard yang terbaring lemah.

__ADS_1


"Ibu makan dulu ya, Rain udah buatkan bubur."ucap Rain meletakkan nampan di sebelah tempat tidur lalu ia membantu Leonard duduk bersandar.


"Apa Rain udah sarapan?"


"Udah tadi sama ayah, ayah bilang ia mau ke toko dulu mau membukanya sebentar nanti balik lagi."ucap Rain meletakkan bantal di belakang Leonard agar lebih nyaman.


"Sudah jam berapa sekarang, biar ibu makan sendiri saja nanti kamu terlambat pergi ke sekolah."ucap Leonard.


"Baru jam setengah tujuh, aku masuk setengah delapan, aku masih sempat untuk menyuapi ibu."


Leonard tersenyum melihat sikap Rain yang tampak berubah dan mulai banyak berbicara.


"Kamu semakin manis kalau sering tersenyum seperti ini."ucap Leonard mengelus pipi Rain yang tersenyum.


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂

__ADS_1


salam sukses buat semuanya


__ADS_2