
Perasaan bersalah pada sang anak membuat Leonard merasa sangat terpukul. Andai saja ia tidak terlalu berambisi untuk membalaskan dendam mungkin ia akan bahagia dengan Rain hari ini.
Tapi jika ia tidak membalaskan dendam itu maka tidak akan ada rasa tenang dihatinya, akan ada rasa mengganjal dan sakit ketika melihat orang yang dibenci kita walaupun hanya foto saja.
Nasi telah jadi bubur dan tak ada guna lagi untuk Leonard berpikir ulang sebab semua sudah terjadi.
Tangan Leonard tak pernah melepaskan tangan Rain dengan satu tangan lagi mengelus rambut Rain.
Arn berjalan mendekati Leonard, pria itu berdiri di samping Leonard menatap kearah Rain yang masih koma.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu?"tanya Arn dengan suara kecil masih menatap ke arah Rain.
"hmm."jawab Leonard tak melihat kearah Arn.
"Apakah aku ayah dari Rain?"terdengar jelas kalau saat mengatakan itu suara Arm tercekat.
Leonard langsung mendongak menatap Arn dengan wajah datar, lalu setelah beberapa saat ia kembali memalingkan wajahnya.
"Menurutmu siapa ayah Rain?"bukannya menjawab Leonard malah bertanya balik pada Arn.
__ADS_1
Arn terdiam menelaah ucapan Leonard.
"Aku ayah Rain kan?"tanya Arn lagi.
"Emang jika aku menjawab tidak apa yang akan kamu lakukan dan jika aku menjawab iya apa yang akan kamu lakukan."ucap Leonard dengan nada begitu tenang.
Arn tak berbicara lagi, ia tau Leonard saat ini dalam suasana hati yang tidak baik baik saja dan pastinya semua yang ia katakan akan salah Dimata Leonard.
"Kenapa kamu diam? bukankah kamu ingin mengetahui siapa ayah anakku!"ucap Leonard dengan alis naik satu.
Leonard kembali mendongak menatap wajah Arn.
"Tapi jika ternyata Rain bukanlah anakmu, kamu mau apa?"
"Aku tidak akan melakukan apapun tapi aku akan tetap menyayangi dia seperti anakku sendiri karena sejak pertama kali aku melihatnya aku sudah sangat menyayangi dia."Ucap Arn menatap Rain.
Leonard menatap lekat wajah Arn dan memang tak ada kebohongan di wajah itu, Arn tampak begitu tulus menyayangi Rain.
__ADS_1
"Rain memang anak kamu."ucap Leonard lalu ia memalingkan wajah menatap kearah Rain.
"Sebulan setelah terjadi kecelakaan itu aku benar benar drop, mental aku kena apalagi fisikku. Aku sakit dan disaat itu tidak ada siapapun yang menjaga ku, aku hanya bisa berusaha untuk berjalan menuju kerumah sakit yang dekat apartemen sendirian."ucap Leonard kembali mengingat masa lalu.
Pada saat itu Leonard sudah menjadi yatim piatu, ayahnya meninggal karena dibunuh oleh tuan Adrian sedangkan ibunya mati kecelakaan.
"Tapi belum sampai aku di rumah sakit, aku malah pingsan di tepi jalan dan untungnya ada beberapa orang yang mau menolong aku."
Arn menatap lekat wajah Leonard yang tampak sudah tabah dengan takdir.
"Saat aku bangun aku pun diberitahu oleh dokter kalau aku lagi dalam kondisi berbadan dua, aku masih ingat bagaimana terpukulnya aku saat itu, bahkan aku pernah ingin melenyapkan anakku sendiri."ucap Leonard masih terus mengelus rambut Rain.
"Tapi aku kembali berpikir ulang, aku rasa aku begitu kejam jika membunuh anak yang bahkan melihat dunia saja dia belum."
"Apalagi dia adalah buah cinta kita berdua."
.
.
.
bersambung
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
__ADS_1
salam hangat dari author 💙