ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 36


__ADS_3

"Maafkan saya tuan, hanya ini informasi yang saya dapatkan karena ada seseorang yang melindungi informasi tentang wanita itu."ucap Salah satu orang suruhan Arm.



Dia meletakkan sebuah map di meja tepat di hadapan Arm lalu membungkuk hormat.



"Dan wanita ini telah hilang sejak sebulan yang lalu, terakhir terlihat bersama seorang gadis yang merupakan adiknya di sebuah taman kota yang tak jauh dari rumah mereka."lanjut orang itu.



"sekarang dimana adiknya?"tanya Arm.


"Menurut informasi yang saya dapat adiknya juga menghilang seminggu setelah wanita itu hilang."ucap Orang itu lalu ia mengeluarkan handphone nya dan memutar sebuah video.


ia memberikan handphone itu pada Arm yang diterima langsung oleh Arm.



Dahi Arm berkerut melihat video itu, mata tajam itu melihat video itu dengan seksama tanpa mengalihkan tatapannya.



Setelah video itu selesai Arm memberikan Handphone itu kepada orang itu.


__ADS_1


"Dari video itu, menurut saya wanita yang merupakan kakak dari gadis itu sering meninggalkan gadis itu, berarti ada suatu hal yang dilakukan oleh wanita itu, kalau masalah pekerjaan tak mungkin dia bisa meninggalkan adiknya selama itu."ucap orang itu menyampaikan hal yang menyangkal di otaknya.



"Dimana gadis itu dibawa oleh Brain?"tanya Arm.


"Saya tidak tau pasti karena setelah itu Brain seperti biasanya dan tak ada hal yang mencurigakan dari Brain, tapi mungkin dia membawa gadis itu ke markasnya."Jawab orang itu.


Arm kembali terdiam ia mengetuk ngetuk meja dengan kuku menimbulkan bunyi seperti jarum jam.


"Saya yakin kalau wanita ini membuat suatu rencana yang besar."ucap orang itu dengan wajah serius.


Arm menatap mata orang itu lalu beralih menatap map yang ada di depannya.


"hmmm, pergilah dan cari tentang hal yang aku perintahkan kemarin."ucap Arm.


"Baik tuan, kalau begitu saya pergi dulu."ucap lelaki itu berdiri lalu membungkukkan badannya dan berlalu pergi.


pintu ruangan itu tertutup kembali, lelaki itu mengeluarkan handphonenya yang berada di saku kiri dan meletakkan ke telinganya.


"Baik."ucap lelaki itu sambil tersenyum ke arah kamera yang berada di pojok kiri atas.


"...."


"saya akan kesana."ucap lelaki itu lalu mematikan sambungan telepon tersebut.


Sedangkan dalam ruangan itu Arm membuka map yang dikasih oleh orang tadi dan tampaklah isinya beberapa lembar kertas tentang seorang wanita yang membuat ia selalu merasakan sakit kepala ketika mengingat dia, serta beberapa lembar foto.

__ADS_1


Manik kelabu itu menatap foto itu satu persatu dan tanpa Arm sadari sebuah senyuman terukir di bibirnya.


Ada rasa berbunga bunga di dadanya saat melihat foto itu dan juga ada rasa ngilu ketika kembali mengingat beberapa memori tentang wanita itu.



Dalam ingatan Arm wanita ini adalah segalanya bagi Arm dan Arm sangat menyayangi bahkan mungkin mencintai wanita ini.



Arm kembali merapikan foto itu dan juga lembaran lembaran kertas tentang wanita itu lalu ia kembali memasukkan ke dalam map dan menyimpannya di laci meja kerja.



Arm meminum air putih untuk meredakan gejolak emosi yang ada dalam dirinya.


Lalu Arm mengambil handphone dan menelpon seseorang.


"Panggilkan Amberly suruh dia datang ke ruang kerjaku tanpa ditemani oleh siapapun."ucap Arm lalu tanpa menunggu balasan dari seberang sana ia mematikan sambungan telepon tersebut.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa like and vote ya 🙂


salam hangat dari author 💙


__ADS_2