
"Sepertinya bulan telah kalah saing dengan makhluk yang secantik nona sehingga dia malu untuk menampakkan dirinya sendiri."ucap Brain masih merayu Amberly.
"Berhenti Brain."ucap Arm penuh penekanan di setiap kata pada kalimatnya.
Brain adalah sepupu dari Arm. Ayah Brain dan ayah Arm yaitu tuan Adrian adalah adik kakak tiri, seperti adik kakak tiri yang lainnya mereka juga tak terlalu dekat cuman sesekali akan bertemu dan itu pun hanya membahas tentang perusahaan.
Yang ada di otak kedua nya adalah keuntungan saja.
Hubungan Arm dan Brain bisa di bilang cukup dekat, walaupun hubungan mereka hanya simbiosis mutualisme yaitu hubungan yang saling menguntungkan.
Banyak orang yang tidak tau kalau mereka berdua adalah sepupu karena ayah Brain yang tidak pernah di publikasi sebagai anak dari keluarga Altarik.
"Ohh sepertinya wanita yang kamu bawa kali ini sangat spesial ya."ucap Brain mengalihkan pandangannya ke Arm.
"Kau pernah mendengar sebuah pepatah ini Brain, semakin banyak seseorang tau maka semakin sepat ia mati."ucap Arm dengan menatap tajam pada Brain.
"Aku pernah mendengarnya dan ayah mu lah yang mengatakan pada ku."ucap Brain.
Wajah konyol Brain tadi langsung berubah menjadi datar
"Aku mau menyapa tamu lain, kalian silahkan menikmati sajian yang telah di berikan."ucap Brain langsung pergi dari hadapan Arm.
Amberly yang melihat itu hanya menatap bingung keduanya, Baik Arm maupun Brain memiliki ego yang tinggi sehingga mereka tak akan mulai berbicara ketika tidak ada suatu paksaan untuk mereka berdua.
"Ia tak pernah berhenti menjadi manusia bodoh." Ucap Arm dengan suara kecil tapi cukup bisa sampai ke telinga Amberly.
__ADS_1
"Hehehe dia tak sejernih namanya." Ucap Amberly tertawa ringan menutup mulutnya.
"Aku akan menyapa beberapa kolega bisnis dan kamu boleh melakukan apa saja asal tidak mencoreng nama baik ku."ucap Arm memberikan Amberly kebebasan.
Amberly tersenyum mendengar hal itu.
"Aku akan selalu menjaga nama baikmu seperti mu menjaga hal itu dengan baik."ucap Amberly masih tetap tersenyum.
Arm tampak menatap mata Amberly lama dan barulah ia berpaling dan pergi dari hadapan Amberly.
.
.
.
Entah kue yang keberapa yang di coba oleh Amberly, tapi meskipun begitu kue kue yang ada di sini sangatlah enak.
Amberly ingin membungkuskan untuk Rose rasanya karena pastinya ini adalah hal yang paling diinginkan oleh sahabatnya itu.
"Cokelat cake adalah kue yang paling di sukai oleh kekasih ku nona Amberly dan biasanya kekasihku akan memakan kue belepotan sepertimu." Ucap Brain yang sudah berada di depan Amberly.
__ADS_1
Brain menyapu sudut bibir Amberly dengan perlahan seperti slowmo dalam drama drama.
Tiba tiba sebuah tangan besar mencengkram tangan Brain dan menghempaskan langsung.
Dia adalah Arm.
Arm datang dengan wajah yang mengeras, ia langsung merangkul pinggang Amberly membawa tubuh Amberly hingga menempel padanya sepenuhnya.
"Santai bro, aku tidak akan mengambil kekasih mu karena ...." Brain sengaja menggantung ucapannya.
Lalu ia mendekatkan wajahnya ke arm dan Amberly sambil berbicara perlahan.
"Karena aku sudah mendapatkan lebih dari wanita mu ini dan tentu saja lebih fresh apalagi dengan mata kelabunya itu."
Mata kelam Amberly yang tadinya tampak santai langsung berubah tajam saat mendengar perkataan Brain.
"Makanya aku tidak akan mengambil milikmu Arm, sebab aku memiliki sebuah berlian yang lebih menarik darinya."
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa like and vote ya
Salam hangat dari author
__ADS_1