ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 78


__ADS_3

Tiba tiba Leonard merasakan ada sesuatu yang mengalir di pelipisnya.


Tangan Leonard pun mengambil ternyata ada peluru yang menggores saja di pelipisnya tidak sampai bersarang di kepalanya.


Tapi karena banyak mengeluarkan darah membuat Leonard menjadi sedikit pucat dan juga kepala Leonard menjadi pusing.



Ceklek



Pintu kembali terbuka dan kali ini seorang wanita berdres warna merah masuk ke dalam ruangan itu.



Kembali tatapan semuanya menatap ke arah Amberly, wanita yang baru masuk.



"Apakah aku terlambat?"ucap Amberly sambil menyengir.



"kau siapa?"tanya Magraf.


"Apakah kalian tidak ingat dengan ku? apakah karena topengnya aku buka jadi orang orang tidak mengenali aku lagi."ucap Amberly sambil berpura pura berpikir.


"Dia Amberly."ucap Leonard sambil berjalan menuju dekat Arn lalu ia duduk di kursi samping Arn.



"Apakah kau sudah mengingatkanku tuan Magraf?"ucap Amberly sambil memberikan sebuah senyum simpul.



"ya."barulah keluar suara Magraf setelah diam sedari tadi.

__ADS_1



"Baiklah, aku disini akan memberikan ini."ucap Amberly sambil membawa sebuah Flashdisk.



Lalu Amberly menyetel Flashdisk itu hingga bisa membuka video itu di layar yang lebih besar.


.


.


.


"Selamat pagi. Aku tau ketika ini di putar berarti aku sudah tidak ada lagi di dunia." Nampaklah wajah seorang Dafa Altarik yang sedang duduk di sebuah kursi hitam.


"Aku membuat ini khusus untuk seluruh anggota keluarga Aktarik dan aku berharap semua anggota keluarga Aktarik baik baik saja."


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu pun menatap kearah layar lebar yang menampilkan wajah Dafa.




"Untuk sepuluh persen saham perusahaan rokok akan aku berikan kepada Abizard, dan sepuluh persen lagi untuk Anka."


"lalu aku akan memberikan dua puluh lima persen untuk Magraf dan dua puluh lima persen untuk Adrian."


"Dan untuk perusahaan kakek kalian akan dipimpin oleh Magraf tapi karena Magraf bukanlah anak sah ku maka perusahaan akan aku turunkan pada Adrian."


Tampak sebuah senyuman terbit di bibir Tuan Adrian.


"Yang akan memimpin keluarga Altarik selanjutnya adalah Arm Aktarik, anak Adrian."


"Aku tidak bisa memberikan kekuasaan Altarik kepada orang yang tidak bisa mengikuti aturan keluarga Aktarik, karena kau sudah melanggar aturan yaitu membunuh Ayse yang sedang hamil dan itu merupakan pelanggaran yang sangat berat, Adrian."


Ekspresi wajah Adrian langsung mengeras mendengar hal itu.

__ADS_1



Sedangkan Leonard hanya diam saja sedari tadi sambil menyandarkan tubuhnya yang mulai lemah karena banyak darah yang keluar.



"Untuk pemindahan kepala keluarga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan yang membuat Arm tidak bisa menjalankan tugasnya, maka kekuasaan akan dipindahkan ke tangan Brain."



Tuan Adrian langsung memutar kepala menatap tajam kearah Magraf yang masih diam.


Ini adalah sebuah kekalahan telak bagi Tuan Adrian, kekuasaan yang selama ini ia pikir akan selalu berada di tangannya malah berpindah ke tangan Brain.


"Dan perpindahan kepala keluarga Altarik akan dilakukan oleh kepala keluarga selanjutnya, aku berharap kalian semua tetap damai dan sejahtera."



lalu video itu pun habis.



"Jadi kau lah yang akan menjadi kepala keluarga Altarik mulai sekarang Brain."ucap Arn melepaskan cincin yang selama ini terus bersemayam di jarinya.



Brain hanya menatap Arn dengan pandangan tidak mengerti.


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂.

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2