ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 2


__ADS_3

Italia


Disebuah ruangan bergaya klasik dengan patung singa di sudut ruangan itu dan kaca besar yang menampilkan keindahan kota Verona.


Verona merupakan kota munisipalitas terbesar kedua di Veneto dan terbesar ketiga di Italia Timur Laut.


"Ini, sesuai dengan permintaan mu."Ucap seorang Pria berjas merah lalu menyesap rokoknya.


bodyguard pria itu langsung meletakkan sebuah peti hitam kecil diatas meja depan lelaki itu.


"Kau benar benar mirip dengan ayahmu, Arm."kata lelaki itu yang umurnya kisaran tiga puluhan.


lelaki berjas merah yang dipanggil Arm itu pun hanya tersenyum miring sambil menyesap rokoknya.


"Kau sudah mendapatkan apa yang aku minta, brain."ucap Arm lalu mematikan rokoknya dan duduk tegak.


"tentu saja bukanlah hal sulit untukku mendapatkan hal itu untukku, tapi aku hanya berpikir seberapa berharganya itu bagi seorang kepala keluarga Altarik."ucap brain sambil menyerahkan sebuah map kepada Arm.


Arm mengelus cincin yang berada di jari telunjuknya.


"Kau tak perlu tau, terima uangnya dan tutup mulutmu maka transaksi kita selesai."kata Arm berdiri sambil mengancingkan satu kancing jasnya.


"Jika tidak?"Kata brain sambil tersenyum miring.


Dor


Seorang laki laki dibelakang brain langsung tergeletak dengan satu tembakan di kepalanya.


"Maka nasip mu akan sama dengannya."kata Arm kembali memberikan pistol itu pada bodyguardnya.


Setelah itu Arm pergi meninggalkan brain yang masih memasang senyum miring di bibirnya.


'Sebuah permainan akan dimulai.'

__ADS_1


.


.


Mobil hitam berhenti di depan sebuah club malam yang cukup terkenal di kota Verona.


Arm turun dari mobil dan diikuti oleh para bodyguardnya yang setia berjalan dibelakangnya.


"Apakah penghianat itu berada disini?"tanya Arm masih terus berjalan memasuki bar.


"iya tuan."ucap Gio, kepala bodyguardnya Arm.


Arm mengangguk berjalan mendekati meja bartender, sedangkan para bodyguardnya berpencar ke setiap sudut bar tersebut.


"Bagaimana?"ucap Arm sambil menatap kearah bartender tersebut.


"Mereka sudah didalam dan Clara sudah berada di antara mereka."kata bartender tersebut dan memberikan sebuah minuman hasil racikannya serta sebuah earphone disampingnya.


Secepat kilat Arm mengambilnya dan memasang ditelinganya, lalu mulai menikmati minuman.


.


.


"Ahh kamu benar benar agresif sayang."kata lelaki yang mungkin umurnya sudah hampir lima puluhan.


Cup


lelaki itu mencium wanita itu dengan penuh nafsu menghentikan perundingan yang tadi ia bicarakan dengan orang di depannya.


"bisakah kau melakukannya nanti, Paman,." kata orang yang berada didepan mereka dengan nada kesal.


"apakah kau iri melihatku Sam karena wanitamu tak seagresif wanitaku."

__ADS_1


"cih, ini gadisku dan akan aku rubah menjadi wanita sempurna malam ini, iakan sayang?"Kata Samuel sambil mencium pipi perempuan disebelahnya.


Dom adalah lelaki yang dipanggil paman oleh Samuel. Mereka di sini bukan hanya untuk mencari kesenangan semata tapi juga merundingkan suatu hal.


Perempuan yang disamping Samuel hanya mengangguk takut.


'kasian sekali gadis ini jatuh ke tangan lelaki sebrengsek Samuel.'batin perempuan yang ada disamping Dom.


ceklek


seseorang pria bersetelan jas masuk kedalam ruangan itu dan langsung duduk dikursi single antara Samuel dan Dom.


"apa kamu mendapatkannya?"tanya Dom .


"aku sudah memberikannya pada bos."


.


.


"Oh sial, mereka sudah mengetahui rencana kita, Kevin ayo keatas."Arm langsung berlari keatas bersama bartender bernama Kevin.


"Gio bagi anggota mu menjadi dua kelompok, satu berjaga diluar jangan sampai mereka lepas dan satu lagi amankan para pengunjung."


"baik, tuan."


.


.


.


bersambung

__ADS_1


salam hangat dari author 😘


__ADS_2