[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa

[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa
Berhenti Meragu


__ADS_3

"May nggak ada cukup uang untuk perawatan, Ri," elak Maya lembut.


"Aku traktir, ya. Kita harus buat Herryl terpesona pas dia balik nanti," goda Riana lagi yang dijawab dengan cubitan lembut Maya.


"Apa, sih, Ri," ucap Maya dengan wajah merona.


"Iya, dong. Di eropa itu gadisnya cantik-cantik, May. Mereka pakai skincare. Sekarang bukan zamannya make up macam-macam, yang penting itu perawatan supaya kulit kita tetap sehat," jelas Riana meyakinkan Maya.


Cantik, ya? Herryl juga dikelilingi gadis cantik pastinya. Maya memandangi dirinya yang sederhana itu. Pakaian yang hanya dibeli setahun sekali, celana jeans dan kemeja lengan raglan kesukaannya. Polesan make up juga tidak ada.


"May, ayo kita naik bus bandara," ajak Riana lagi, membuat Maya tersadar dari lamunannya.


"Eh, kita pulang diantar Pak Asep," ucap Maya.


"Pak Asep?"


"Iya."


"Wah, hubungan kalian sudah sejauh itu, ya, sampai diantar supir sendirian ke sini," komentar Riana.


"Bukan begitu," elak Maya kemudian menjelaskan pada Riana. Sahabatnya hanya tersenyum menanggapi cerita yang mengalir dari Maya. Herryl begitu menyayangimu, May. Mereka berdua kemudian menuju tempat mobil keluarga Ardhiwijaya diparkir. Bersegera menuju rumah Riana dan rumah Maya. Tak lupa mengucap terima kasih karena Pak Asep telah mengantar kedua gadis itu.


"Terima kasih, Ryl. May baru sampai rumah, diantar Pak Asep," tulis Maya dalam layar percakapannya dengan Herryl. Tidak lama kemudian, telepon Maya berbunyi. Sebuah panggilan masuk tampak di layar.


"Sudah sampai? Istirahatlah, kamu pasti lelah," ucap Herryl lembut setelah mereka beruluk salam.


"Iya. Lain kali nggak usah ngerepotin Pak Asep, ya," pinta Maya.


"Iya," jawab Herryl sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ryl ...," panggil Maya menggantung. Ragu ia melanjutkan ucapannya.


"Ya?" sahut Herryl. Akhir-akhir ini didapatinya Maya sering meragu.


"Nggak apa-apa," lanjut Maya akhirnya.


"May, kamu yakin?" tanya Herryl yang menangkap raut wajah Maya di layar ponselnya. Seperti bingung akan sesuatu.


"Itu, katanya gadis eropa cantik-cantik. Apa di kampus Herryl juga?" tanya Maya lagi. Ada kekhawatiran dalam dirinya untuk mendengar jawaban Herryl.


"Iya," jawab Herryl.


"Oh, gitu. Iya, ya. Pasti mereka cantik, nggak kayak May," komentar Maya lagi. Ada ketidaknyamanan dalam dirinya mendengar pengakuan Herryl. Melihat raut wajah Maya yang tidak seceria biasa, Herryl menghela nafas. Soal cantik, ya?


"May, kamu nggak boleh bilang begitu. Nggak usah merasa kalah hanya karena kecantikan fisik. Semua perempuan itu diciptakan cantik. Bedanya hanya pada penilaian masing-masing orang. Contohnya aku, walaupun di sini ada banyak perempuan cantik, tapi menurutku, yang paling cantik itu kamu," Herryl menenangkan gadisnya.


"Bohong, nggak usah ngegombal sampai bilang May paling cantik," balas Maya kesal karena baginya Herryl sangat jelas dalam berbohong.


"Memangnya May paling cantik?"


"Nggak."


"Berarti tadi kamu bohong, Ryl."


"Haduh, bukan begitu, May. Untuk setiap laki-laki perempuan paling cantik itu orang yang disayangi. Sampai di sini kamu paham, kan?"


"Nggak logis," komentar Maya.


"Kalau bicara soal hati, jarang ada yang logis, sih, May. Dan lagi, apa aku suka sama kamu karena fisik? Nggak, kan? Aku suka kamu karena gadis itu kamu," sahut Herryl gemas.

__ADS_1


Maya terdiam.


"Kamu cemburu?" tanya Herryl.


"Eh?"


"Kamu mau aku pulang ke Indonesia?"


"Ryl, itu ...," ragu May menjawab.


"Aku bisa pulang dulu ke Indonesia kalau kamu mau," ucap Herryl lagi.


"Nggak, Ryl. Nggak usah," tolak Maya. May pengen kita ketemu kalau May sudah pantas untuk kamu.


"Ya, sudah. Kamu mungkin lagi lelah. Istirahatlah. Aku sayang kamu," ucap Herryl yang berhasil meronakan wajah gadis di layar ponselnya.


...-bersambung-...


hai halo hai temans


terima kasih, yaaa, sudah setia menyimak kisah Herryl dan Maya 😊 ditunggu ya dukungannya berupa like, komentar, dan share ke teman lainnya biar bisa ghibahin Herryl dan Maya 😅


oh, iya, temans. cerita, dong, kalian tahu novel ini dari mana?


facebook


beranda noveltoon


teman

__ADS_1


grup chat


atau dari lainnya?


__ADS_2