[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa

[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa
Meraba Penyemangat


__ADS_3

Sudah 3 bulan ini Maya magang di Metal Estate, anak perusahaan Metal Energi. Ia akan menghabiskan waktu 6 bulannya di perusahaan tersebut sebagai salah satu mata kuliah Profesi Arsitektur yang ia ambil. Setelah 6 bulan maka ia akan mempresentasikan hasil magangnya dan lulus kuliah profesi.


Malam ini Maya mencoba untuk menelepon Herryl lagi. Kini gadis itu mulai terbiasa untuk menelepon terlebih dahulu. Sudah beberapa hari Herryl tidak ada kabar, biasanya minimal mengirim pesan.


Panggilan pertama tidak diangkat. Panggilan kedua juga tidak diangkat. Maya mencoba untuk memanggil kembali tapi ternyata Herryl menelepon terlebih dahulu.


"May, aku sibuk," ucap lelaki itu kemudian memutus sambungan telepon.


Eh? Tumben. Sudahlah, mungkin memang dia sibuk. Toh sebentar lagi tesis.


"Semangat, ya, disertasinya," tulis Maya di layar percakapannya dengan Herryl. Di Oxford, tesis juga disebut disertasi. Gadis itu kemudian kembali pada kesibukannya, menggambar detail denah resto apung.


Sementara itu, di Oxford, Herryl sedang mencatat berbagai referensi judul disertasi untuk contoh. Kebanyakan membahas ekonomi global dari berbagai sisi.


Telat seminggu. Syukurlah Prof. Andrew masih mau menungguku.


...***...


"Menunya enak, ya. Baru aku tahu ada resto jepang di Oxford," ujar Herryl.

__ADS_1


"Wajar, baru buka bulan lalu," jawab Roger, temannya.


Kejadian itu begitu cepat. Sebuah mobil menyerempet Herryl sehingga ia terjatuh di trotoar. Roger melihat hal itu kemudian menelepon 999 agar segera dikirimkan ambulans. Roger juga menghampiri pintu kiri mobil dan mendapati pengemudinya bermata merah.


"Ryl, are you okay?" panggil Roger karena Herryl hanya meringis. "Jangan tidur." Roger memberi perintah dan berusaha menghentikan pendarahan di kaki Herryl.


Tanpa menunggu lama, ambulans datang dan Herryl mendapatkan pertolongan pertama. Polisi juga datang untuk memeriksa Tempat Kejadian Perkara. Roger dimintai keterangan sebelum akhirnya menyusul Herryl ke rumah sakit.


"Kami sudah melakukan pertolongan pertama. Hanya cedera ringan dan pasien sedang beristirahat saat ini karena efek obat," ujar dokter saat Roger sampai di rumah sakit.


"Thank you, Doc," ucap Roger. Ia menemui Herryl yang sedang tertidur. Perban melilit di kaki dan tangannya. Meskipun ringan ternyata Herryl perlu tinggal di rumah sakit selama tiga hari. Setelah itu ia melapor ke kantor polisi.


Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa penabrak Herryl mengemudi dalam keadaan mabuk.


Kecelakaan itu telah membuatnya tertinggal dari teman-temannya selama sepekan. Herryl tertatih saat memulai kelas di pekan berikutnya. Dirinya sedang dalam masa pemulihan.


Maya. Maaf aku nggak berkirim kabar. Aku nggak mau kamu khawatir. Lagipula, hpku rusak saat kecelakaan. Setelah aku ganti hp, kuhubungi, ya.


...***...

__ADS_1


Herryl membaca pesan Maya pada malam harinya. Lelaki itu tersenyum. So many thanks, May.


Lelaki yang masih dalam masa pemulihan itu kemudian berusaha untuk tidur.


...***...


Pagi ini Maya mengirim pesan penyemangat untuk Herryl.


"Langkahmu tinggal sedikit lagi. Semangatlah."


"Maya, denah resto sudah jadi?" tanya arsitek seniornya, Rahmat. Maya mengangguk dan mengirimkan file denahnya melalui email.


"Oke. Good job, Maya. Oh, iya, siang ini istri saya mau bawakan makan siang. Kamu mau sekalian dibawakan katanya," ujar lelaki tersebut.


"Terima kasih, Pak," jawab Maya.


Rahmat dan Dahlia adalah pasangan baru yang menikah saat Maya baru magang. Dahlia tidak cemburu karena Maya juga bercerita tentang kisahnya dengan Herryl.


"Kalian hebat," komentar Dahlia saat Maya bercerita tentang kesabaran Herryl menghadapi LDR. Sebuah komentar yang membuat Maya memerah wajahnya.

__ADS_1


...-bersambung-...


hai halo hai semua. Tokoh pendukungnya hilang muncul, ya? Begitulah, demi dinamika cerita. by the way, sudah siap mengucap salam perpisahan ke Herryl dan Maya? Kalau mereka menikah, otomatis cerita ini akan tamat 😊


__ADS_2