[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa

[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa
Tanpamu: Teraniaya Sunyi


__ADS_3

Setelah berhasil membuat janji, Kirana mengabarkan Maya dan kedua teman lainnya untuk bersiap ke kantor Metal Energi esok hari.


...***...


Hadi menuju meja resepsionis yang bentuknya melengkung itu. Maya dan yang lainnya menunggu di lobi, duduk di sofa setelah dipersilakan oleh sekuriti tadi.


Setelah menjelaskan keperluannya, Hadi diminta menunggu sebentar sementara resepsionis tersebut menghubungi divisi CSR. Tidak perlu menunggu lama, Hadi diarahkan untuk menuju ruang CSR. Mahasiswa tersebut berterima kasih lalu memanggil teman-temannya untuk segera ke ruangan yang berada di lantai 2 gedung tersebut.


Hadi kemudian diminta untuk duduk di sofa bersama teman-temannya, menunggu Rony, humas CSR.


"Kenalkan, saya Rony. Teman-teman sudah kami tunggu di ruang pertemuan. Mari, masuk ke dalam," ujar Rony memperkenalkan diri. Maya tertegun melihat wajah Rony yang sekilas mirip dengan Herryl, tapi ini versi dewasa dan berkacamata.


Sudah beberapa hari Maya tidak mempedulikan panggilan serta pesan dari Herryl. Ia sengaja membisukan nada panggil dan layar percakapan dengan lelaki itu. Hatinya masih tidak nyaman jika bersinggungan dengan Herryl. Kini, ia malah bertemu orang mirip Herryl.


Apa May nggak boleh beralih dari kamu, Ryl, sampai-sampai May harus bertemu orang yang mirip denganmu? Sehingga May selalu ingat kamu.


Maya kembali mempresentasikan proyek mereka di depan divisi CSR. Berbagai pertanyaan dilontarkan dalam rapat tersebut yang dapat dijawab dengan baik oleh tim Maya. Hingga pada akhirnya Metal Energi menyetujui untuk menggelontorkan dana CSR selama 2 tahun pada proyek Maya.


"Biar Bu Hesty buatkan MoU (Nota Kesepahaman) untuk kita. Bisa, ya, Bu," pinta Rony pada perempuan di sampingnya. Bu Hesty merupakan admin divisi CSR. Perempuan itu kemudian pamit untuk menyiapkan MoU.

__ADS_1


"Sekarang kita makan siang dulu, bagaimana? Tadi sudah dipesankan Bu Hesty Nasi Bakar," lanjut Rony. Makan enak gratis? Senyum sumringah Hadi muncul kemudian. Para mahasiswa tersebut berterima kasih. Tim Maya dan CSR Metal Energi kemudian makan bersama di ruang pertemuan.


...***...


Herryl masih terpekur. Sudah beberapa hari ini Maya tidak mengangkat teleponnya. Bahkan, pesan yang ia kirim tidak dibaca. Lelaki cerdas itu tampak lunglai di sudut perpustakaan. Meski di depannya ada tumpukan buku, fokusnya bukan pada buku terbuka yang ia pegang.


May, kamu baik-baik saja, kan?


Herryl perlahan membereskan buku dan mendaftarkan yang akan ia pinjam di loket peminjaman. Perpustakaan ini menggunakan sistem digital sehingga ia hanya perlu memindai kartu mahasiswa dan buku yang akan ia pinjam di mesin pemindai.


Herryl kembali ke kamarnya, mengganti pakaian kemudian merebahkan tubuh lelahnya di tempat tidur. Ia berusaha memejamkan mata agar kegelisahannya berkurang.


...***...


"Semoga kuliah kita selesai dengan nilai yang memuaskan."


"Herryl harus cepat lulus dan pulang."


...***...

__ADS_1


Herryl kembali teringat ucapan-ucapan Maya.


...***...


"Aku akan memantaskan diriku buat kamu, May."


...***...


Herryl semakin sering menghabiskan waktu di perpustakaan melebihi sebelumnya. Ia sedang bersiap untuk ujian akhir, penentu kelulusannya.


Aku tak ingin berlarut dalam kesedihan, May. Aku akan memantaskan diriku untuk bisa bersamamu.


Sementara itu, Maya sedang menuju kantor pengajar untuk menemui dosen pembimbingnya. Gadis itu sedang bersiap untuk seminar pertama. Bagi Mahasiswa Teknik Sipil seperti dirinya, sidang akhir bisa dilakukan bila ia sudah lulus dalam seminar pertama dan kedua.


Seminar kali ini, Maya harus mempresentasikan teori dan denah proyeknya. Sebuah tabung hitam yang panjangnya sekitar 1 meter sudah menggantung di punggungnya sebagai wadah kertas bergambar denah buatannya. Denah yang ia kerjakan sebulan ini hasil diskusi dengan Hadi dan Tiara terkait posisi mesin pengolah sampah dan kaitannya dengan lingkungan.


Semoga saja seminar kali ini berjalan lancar.


...-bersambung-...

__ADS_1


hai halo hai. Terima kasih sudah mengikuti kisah Maya dan Herryl sampai saat ini.


__ADS_2