![[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa](https://asset.asean.biz.id/-tamat--3-masa-1-rasa.webp)
Kenapa susah sekali terhubung? Kamu baik-baik saja, kan, May? Nggak biasanya kamu nggak *b*isa dihubungi.
Herryl mondar-mandir di dalam kamarnya sambil mendengarkan nada panggil yang menunjukkan satu hal: Maya tidak dapat tersambung. Raut wajah lelaki itu tidak lagi tenang. Sejak siang ia mencoba mengirim pesan selalu gagal. Ia menelepon juga seperti saat ini, tidak tersambung.
"Are you okay?" tanya Tom yang baru saja membuka pintu kamar Herryl. Berkali-kali Herryl mengingatkan untuk mengetuk tapi Tom tidak mengindahkannya. Hampir saja ia lempar Tom dengan ponsel yang dipegang.
"Sudah kubilang ketuk dulu pintunya, Tom." Ketus Herryl berbicara. Tom mengerutkan alisnya, menghampiri temannya itu. Herryl sekarang sedang duduk di tepi tempat tidur, menghela nafas kasar.
"Hei, aku lama sekali ketuk pintu tapi tidak ada jawaban. Apa salah kalau aku khawatir terjadi sesuatu padamu, Ryl?" tanya Tom. "Kamu kenapa?"
Belum sempat Herryl menjawab, ponselnya berbunyi. Sebuah panggilan masuk dari gadis yang ia hubungi sejak tadi.
"Ryl, ma-" ucapan Maya terpotong oleh Herryl.
"May, kamu di mana? Kamu nggak apa-apa, kan? Teleponmu nggak bisa dihubungi dari tadi." Herryl bicara sangat cepat dengan nada menghentak.
"May di rumah, Ryl. May lupa kalau hp lowbatt, Ryl. Ini baru bangun dan recharge hp." Maya menutup mulutnya yang menguap.
Emosi Herryl mulai menurun. Syukurlah kamu baik-baik saja.
"Ryl?" panggil Maya yang merasakan bahwa lawan bicaranya diam saja.
Herryl menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, berusaha menenangkan diri.
"Ya. Tidurlah kalau lelah," ucap Herryl.
"Tapi ...," ragu Maya melanjutkan ucapannya. Kamu kenapa, Ryl?
__ADS_1
"Apa?" Herryl bertanya dengan nada tidak sabar. Berbeda dengan biasanya yang lembut.
"Ng-nggak apa-apa. Maaf sudah mengganggu Herryl," jawab Maya lemah. Telepon segera diputus oleh Maya.
Herryl menyugar rambutnya frustrasi. Kenapa jadi begini, sih?
Sementara itu, di Indonesia sudah pukul 12 malam. Maya terkejut mendengar Herryl membentaknya. Apa benar May akan menghabiskan hidup dengannya?
Ponselnya berdering kini. Nama Herryl muncul sebagai pemanggil. Maya yang masih takut tidak segera mengangkatnya. Kenapa lagi? May salah apa lagi?
Telepon terus berbunyi. Penasaran, Maya akhirnya menerima panggilan tersebut.
"May, aku minta maaf. Tadi aku terlalu khawatir sampai tanpa sadar nyakitin kamu. Maafin aku, May," ucap Herryl segera setelah mereka saling beruluk salam. Hening sejenak.
"May?"
Aku telah menorehkan luka di hatinya?
"May, aku-"
"Kita berhenti komunikasi dulu, ya, Ryl. May nggak mau kuliah kita terganggu dengan emosi yang labil seperti ini. Kita fokus sama kuliah masing-masing dulu, ya," pinta Maya sambil menahan isak tangisnya.
"Tapi, May-" ucapan Herryl lagi-lagi terpotong.
"Semoga kuliah kita selesai dengan nilai yang memuaskan. Selamat malam, Ryl. Sampai jumpa," ujar May yang kemudian memutus sambungan telepon. Air matanya terus mengalir.
Sakit.
__ADS_1
"May. Aku nggak bisa, May. May." Herryl protes dengan keputusan Maya. Dilemparnya ponsel itu ke kasur.
BUGG!!
Tangan kekar lelaki itu bertumbuk dengan dinding di depannya. Tom melihat ada cairan merah mengalir di sela tumbukan itu.
"Ryl, tanganmu berdarah," ucap Tom yang segera membawakan air dari kamar mandi untuk membersihkan luka. Herryl tidak melawan, tatapannya kosong ketika Tom merawat lukanya.
May, maaf. Ini semua salahku.
"Selesai. Istirahatlah dulu," pesan Tom setelah selesai mengobati luka di tangan Herryl. Lelaki itu pergi walau ia masih khawatir pada Herryl yang pandangannya kosong.
Sementara itu di Jakarta, Maya sedang menangisi keputusannya. Hatinya yang perih seperti ditetesi garam. Sangat perih.
May harus terbiasa tanpa kamu, Ryl. Mungkin kita harus saling introspeksi diri.
Gadis itu akhirnya tertidur setelah lelah menangis.
^^^And when our love seems to fade away, listen to me hear what I say. I don't wanna feel the way that I do. I just wanna be right here with you. I don't wanna see us apart. I just wanna say it straight from my heart. I miss you *)^^^
...-bersambung-...
hai halo hai. sudah sejauh ini ternyata kisahnya. Nggak nyangka, saya, mereka akan ada konflik. Semoga cepat berdamai, ya.
terima kasih semuaaa sudah setia sampai saat ini mengikuti kisah Herryl dan Maya.
*) lirik lagu "Miss You" by Westlife
__ADS_1