![[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa](https://asset.asean.biz.id/-tamat--3-masa-1-rasa.webp)
Maya sudah mengenakan dress selutut. Warna peach yang ia pilih memang tepat untuk kepribadiannya. Nyonya Anggi hanya memoleskan bedak dan lipstik tipis saja.
"Sudah, takjubnya?" tegur Nyonya Anggi pada Herryl yang tidak berkedip melihat penampilan Maya. Gadis di depan Herryl hanya menunduk malu karena ditatap intens oleh lelaki yang akan wisuda satu jam lagi.
"Mau di sini saja atau wisuda?" goda Pak Ardhiwijaya sambil menepuk bahu Herryl sehingga putranya terkesiap, gugup karena ketahuan.
"Wisuda, Pa," jawab Herryl kemudian setelah ia mengatur detak jantungnya. Keempat orang beda usia itu kemudian naik taksi sampai di lokasi wisuda.
"Herryl," sapa Tom, rekannya yang memakai kemeja putih dan perlengkapan wisuda yang sama dengan Herryl. Herryl mengenalkan Tom pada keluarganya.
"Ryl, she is so pretty." Tom berkomentar saat melihat Maya.
"Jangan bilang dia imut." Herryl melarang temannya.
"How about se-" ucapan Tom terpotong oleh Herryl.
"Mau kupukul di hari wisudamu?" tantang Herryl.
"No. Maya, your boyfriend is so possessive," Tom mengadu yang ditanggapi senyum oleh Maya.
"I'm so sorry about it, Tom," jawab Maya.
"Jangan senyum manis ke dia, May," larang Herryl. Maya dan kedua orang tua Herryl hanya menghela nafas atas sikap Herryl itu.
Setelah sarapan, mereka menuju hall. Maya menyaksikan prosesi wisuda tersebut di mana Herryl berbaris dan mengangguk beberapa kali setelah diberi wejangan sesuai protokol wisuda.
__ADS_1
"Selamat, Ryl," ucap Pak Ardhiwijaya setelah prosesi wisuda selesai. Mereka berpelukan. Begitu juga dengan Nyonya Anggi.
"May? Kok diam?" tanya Herryl yang akhirnya menghampiri gadis itu. Dilihatnya mata Maya mengembun.
"Se-lamat, Ryl," ujar Maya. Herryl menghapus air mata gadis itu kemudian tersenyum. Ditepuknya kepala Maya lembut.
"Nggak mau peluk aku?" goda Herryl sambil membentangkan tangannya.
"Ng-nggak, Ryl," elak Maya gugup.
"Kami tunggu di hotel, Ryl. Kita makan bersama," ujar Pak Ardhiwijaya.
"Iya, Pa. Aku sama Maya nyusul," jawab Herryl. Digandengnya Maya ke arah Radcliffe Camera.
"Ryl?"
"You are my one and only." Herryl mengucap kalimat tersebut dengan nada lembut dan tatapan dalam. Jantung lelaki itu berdetak sangat cepat.
"Ryl ...," ucap Maya. Ia tercekat karena detak jantungnya yang selalu tidak beraturan bila Herryl mengungkapkan perasaannya atau menatapnya dalam seperti saat ini.
"Kamu terlalu cantik, May. Aku sampai ingin kita menikah saat ini juga."
"Apa kaitannya nikah sama cantik?" tanya Maya dengan wajah polosnya. Alih-alih menjawab, Herryl malah tertawa kecil. Ditepuknya kepala Maya. Degupan jantungnya kini berangsur normal.
Setelah merasa lebih tenang, Herryl menegakkan tubuhnya. Ia menggandeng gadis itu berjalan kaki menuju hotel. Genggaman tangannya yang terbalas oleh Maya telah menerbitkan senyum di wajah tampan miliknya. Ia tak dapat menahan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini.
__ADS_1
"Ryl, kenapa semua kafe di sini ada rak bukunya?" tanya Maya saat melewati kafe di pinggir jalan Oxford.
"Untuk menciptakan atmosfer belajar, May. Dengan begini, kami para mahasiswa terus semangat untuk belajar. Kamu sendiri tahu, kan, aku mengobati kangenku dengan membaca buku. Dengan belajar seenggaknya mengurangi kangenku saat itu."
"Maaf, ya. Kamu jadi berkorban banyak untuk kita," ujar Maya. Herryl tersenyum dan menepuk kepala Maya.
"Kamu juga, May. Pengorbanan dalam hubungan kita sudah sepatutnya dilakukan, bukan? Karena perasaan kita sangat layak diperjuangkan. Semoga hasilnya nanti manis, ya," ucap Herryl kemudian. Mereka berdua tersenyum setelah mengamini harapan Herryl.
"Seru juga, ya, kalau ada atmosfer begini di Indonesia," gumam Maya.
"Maksudmu?"
"Konsep buku dan kafe yang menciptakan atmosfer belajar."
Herryl melihat binar mata Maya. Lagi-lagi kamu punya ide, May.
"Kamu ajukan saja ke kampus-kampus," usul Herryl.
"Eh?"
"Kalau itu kamu, aku yakin bisa."
Mereka akhirnya sampai di Hotel Mercure kemudian makan bersama di salah satu resto.
...-bersambung-...
__ADS_1
terima kasih sudah mengikuti kisah mereka berdua sampai sejauh ini ^_^