
"Assalamualaikum bapak dan ibu guru..." Andi masuk dari belakang menyapa mereka.
"Walaikumsalam pak." sahut mereka
"Bagusnya jangan panggil pak, panggil bang aja biar gak kelihatan tua banget." pinta Andi.
"Hehehe... iya pak, eh maaf bang maksudnya. kamipun gitu juga deh bang, panggil nama aja lebih enak dengarnya. Sebenarnya kami kemari mau minta tolong sama abg. kami butuh meja yang sederhana aja tapi kami gak punya bahan sama perlengkapannya." Putra menyampaikan maksud kedatangan mereka.
"Ouh bisa, kalo gitu saya panggil personil saya dulu ya." Andi beranjak kebelakang.
"Prada Edo bisa kemari sebentar." Andi memanggil personilnya. tidak lama Prada Edo datang menghadap.
"Prada Edo, bapak sama ibu guru ini minta tolong dibuatin meja, tolong dibantu ya!" pinta Andi.
"Siap Dan" jawab Prada Edo.
"Mari pak, buk ikut saya lihat bahan yang cocok." pinta Prada Edo.
"Jangan resmi begitu bang, panggil nama kami aja, bisa jadi kita seumuran." pinta Putra yang diangguki serentak oleh kawan yang lain.
__ADS_1
"Iya kalo gitu." jawab Prada Edo kembali.
Mereka keluar menuju ruang saping pos, banyak kayu dan perelatan yang bisa digunakan. mereka pun menjelaskan meja yang mereka inginkan kepada Prada Edo, dibantu beberapa prajurit lain serta Putra dan Adam yang juga ikut membantu.
Sementara para cewe-cewe memilih duduk bertiga dan hanya memperhatikan saja. Lagi asiknya bicara tiba-tiba Andi ikut duduk bersama mereka. Rani yang melihat mencoba bersikap sewajarnya. Rani hanya ingin tau seperti apa laki-laki yang menempati hatinya. Seberapa pantas dia menyerahkan hati untuk pria yang berada didepannya saat ini.
"Maaf karena aku sembunyi dari kamu, aku tidak mau salah langkah, aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh, aku mau tau saat tak mengenalku seperti ini apa kamu akan tertarik padaku atau kamu akan lebih tertarik dengan teman-tamanku yang lebih cantik." gumam Rani dalam hati.
"Ahhh....ngantuk juga kalo lama-lama duduk gini dah cuacanya juga mendukung, bang kamar mandi sebelah mana ya? mau cuci muka nih, ngantuk banget." tanya Rani
"Dari samping sebelah sana terus aja kebelakang dek." Jawab Andi
"Nah lo jangan sampe tidur dikamar mandi tu." sahut Dewi.
Rani berjalan menuju kamar mandi melewati beberapa prajurit lagi didapur.
"Permisi ya bang numpang ke kamar mandi mau cuci muka, ngantuk banget nih." Rani meminta izin sama tentara yang ada didapur.
"silahkan dek" sahut para tentara sambil tersenyum.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Rani keluar dari kamar mandi, melihat beberapa tentara lagi didapur membuat Rani penasaran.
"Ngapain bang?" tanya Rani
"Eh... dek, kami lagi masak, kena piket masak nih".
"Masak apa emangnya?" tanya Rani kembali.
"Belum tau nih, yang ada bahannya ini aja, rencana mau buat singkong rebus aja yang penting perut terisi, oh iya, kalo boleh tau namanya siapa dek?"
"Rani bang" jawab Rani
"Saya Yogi dan ini Dimas" jawab mereka.
"Saya bantuin boleh? tunggu kawan-kawan lama, kalo duduk aja didepan ngantuk saya, kebetulan saya bisa masak dikit-dikit." Pinta Rani
"Sebenarnya sih boleh dek malah senang kami tapi benar gak apa-apa?" tanya Pratu Yogi
"Iya gak apa-apa saya senang malah, maklum saya dari kampung jadi kalo masak bisalah dikit-dikit." jawab Rani.
__ADS_1
"Oke kalo gitu, tapi mau buat apa bahannya yang ada cuman ini bahan alam semua." jawab Pratu Yogi.