
"Ucapanmu singkat tapi meninggalkan banyak tanya dibenak abang, apa yang sedang kamu pikirkan sekarang, ataukah kamu sedang memberi harapan untuk abang?" batin Pratu Yogi mencoba menerka ucapan Rani yang didengar seminggu lalu.
Pratu Yogi masih berusaha menerka-nerka makna ucapan Rani. Sementara Rani sangat menikmati keadaan saat ini, perhatian yang diberikan Pratu Yogi mampu menyembuhkan luka hatinya.
Dilain tempat Andi sedang berbicara dengan seseorang ditlpon.
Affan_
"Gimana udah bicara sama Rani?"
Andi_
"Belum bang, ada anak buah saya yang sepertinya suka sama dia."
Affan_
"Jadi gimana? apa mau dibiarin aja gitu seakan kalian gak saling kenal? tapi menurut saya ada baiknya diluruskan deh biar kalian sama-sama tenang, kalo memang tidak mau kembali bersama ya udah setidaknya ada yang harus meminta maaf bukan?"
Andi_
"Iya bang, saya juga rencananya gitu tapi gimana sama Melati ya? pasti dia akan merasa gak enak apalagi mereka satu rumah dan masih lama disini."
Affan_
"Coba cari kesempatan yang bagus, jangan sampai Melati tau, mungkin minta bantuan sama Yogi coba aja dulu mungkin dia juga punya solusinya."
Andi_
"Iya bang nanti saya coba bicara sama Yogi, udah dulu bang ya, Assalamualaikum."
__ADS_1
Affan_
"Walaikumsalam."
Malam harinya Pratu Yogi yang lagi istirahat dibarak tiba-tiba dipanggil menghadap komandannya.
"Siap Dan." ucap Pratu Yogi
"Ada yang mau saya bicarakan, duduk dulu."
"Siap Dan." jawab Pratu Yogi
"Kamu sudah taukan tentang saya dan Rani?" tanya Andi yang membuat Pratu Yogi kaget.
"Siap Dan,,, iya Rani sudah cerita semuanya." jawab Pratu Yogi.
"Bisa tolong saya untuk bisa bicara sama Rani tampa ada yang lain terutama Melati?" pinta Andi
"Besok jam 9, dia gak kesekolah kan?" tanya Andi
"Siap Dan, nanti saya bilang ke Rani." jawab Pratu Yogi.
"Tapi tolong jangan bilang saya mau ketemu dia pasti gak mau bertemu dengan saya." pinta Andi
"Siap Dan, tapi saya mohon Dan jangan sakitin dia lagi, hatinya sudah sangat hancur, baru sekarang dia bisa kembali tersenyum." ucap Pratu Yogi
"Kalian sudah jadian?" tanya Andi yang merasa penasaran dengan perhatian Pratu Yogi ke Rani.
"Saya sudah melamarnya sebulan lalu, tapi belum dikasih jawaban, saya pun tidak memaksanya untuk menjawab, apalagi setelah mendengar ceritanya tentang abang, saya rasa tidak mudah baginya untuk menerima orang lain." jawab Pratu Yogi yang membuat Andi merasa terpojokkan.
__ADS_1
"Baiklah silahkan istirahat." ucap Andi
"Siap Dan." jawab Pratu yogi.
Setelah keluar ruangan Andi, Pratu Yogi terlihat bingung dengan permintaan Danrunya tersebut, disatu sisi dia tidak mau menyakiti Rani tapi dia juga tidak bisa menolak keinginan Danru.
"*A*pa yang harus aku bilang ke kamu ya dek? apa kamu mau ketemu dengan Danru lagi? apa kamu cukup kuat sekarang dek?" Pratu Yogi membatin.
Keesokan harinya...
"Assalamualaikum..." ucap Pratu Yogi
"Walaikumsalam... yang pagi-pagi udah diapelin aja bikin ngiri kita-kita..." ucap Dewi yang bertemu Pratu Yogi didepan rumah saar berangkat ke sekolah.
"Rani masih tidur ya?" tanya Pratu Yogi
"Hmmm,,,udah tuh bang lagi nyuci baju dibelakang" jawab Dewi
"Makasih ya." ucap Pratu Yogi sambil berlalu masuk kedalam.
Sementara Rani dibelakang lagi sibuk mencuci baju, tampa sadar Pratu Yogi sedang memperhatikannya sambil tersenyum.
"*Ra*sanya abang gak tega harus mempertemukan kalian lagi tapi abang gak punya pilihan." gumam Pratu Yogi.
"Rajinnya... bahagialah laki-laki yang akan jadi suami adek nanti." ucap Pratu Yogi yang bikin Rani kaget.
"Apaan sih bang pagi-pagi ngagetin Rani, ini mah bukan rajin tapi harus kalo gak mau pake apa coba?" jawab Rani.
"Masih lama dek? abang ada perlu nih." ucap Pratu Yogi
__ADS_1
"Bentar lagi bang, tunggu aja didepan dulu, ada apa bang kok serius banget?" tanya Rani kembali
"Abang tunggu didepan ya." jawab Pratu Yogi tampa menjawab apa yang Rani tanyakan.