
"Nekat kamu ya jauh-jauh kesini buat ketemu abang." tanya Andi sambil tersenyum kearah Rani.
"Aku suka tantangan walau akhirnya diluar perkiraan tapi aku tidak menyesal, sekarang aku lepas dari bayang-bayang masalalu perasaan tergantung tampa kepastian bertahun-tahun, sekarang semuanya telah usai, kita juga tidak akan bertemu lagi." ucap Rani
"Maaf ya karena abang udah nyakitin kamu, kamu juga pake acara gak kenal sama abang, coba kamu bilang waktu pertama datang kalo itu kamu pasti gak akan berakhir seperti ini." ucap Andi.
"Udahlah gak perlu dibahas semua udah lewat, sekarang abang pacaran dengan orang yang abang suka dan abang bahagia, kita hanya perlu saling mendoakan aja semoga kita sama-sama bahagia kedepannya." ucap Rani.
"Aminnn... jadi kamu sama Yogi gimana katanya kamu udah dilamar ya?"
"Hehehhehe... cukup kami aja yang tau, udah ya gak ada lagi kan yang mau dibahas?" tanya Rani
Rani menarik tangannya dari genggaman Andi dan beranjak keluar.
"Rani pulang dulu ya, semoga abang bahagia." ucap Rani hendak berlalu pergi. Dia menutupi hatinya yang remuk dengan memberikan doa perpisahan terakhir untuk Andi.
Rani yang sudah keluar tidak bisa menyembunyikan suasana hatinya yang remuk, semua tampak jelas diwajahnya dan Pratu Yogi menyadari bahwa saat ini hati Rani kembali hancur
"Gimana udah siap." tanya Pratu Yogi yang menghampiri Rani diluar.
"Udah bang, semua sudah selesai, saatnya menata hidup baru." jawab Rani dengan senyum yang dipaksakan.
Rani merasa sudah selesai tapi berbeda dengan Andi naluri laki-lakinya seperti tertantang untuk mendapatkan Rani lagi.
"*Ki*ta lihat dek, tidak semudah itu kamu datang dan pergi." gumam Andi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Malam ini mereka tengah bersiap untuk pergi besok, karena besok adalah jadwal belanja bulanan, seperti biasa mereka akan menumpang truk tentara untuk ke kota.
"Aku gak ikut, nitip aja Ran ya?" ucap Melati
"Kenapa? sebulan sekalipun anggap aja jalan-jalan lihat kota." ucap Rani
"Malas aja, capek dah sampe sana pun kita gak bisa sesuka hati pergi-pergi." jawab Melati yang diangguki oleh Dewi yang ternyata juga gak ikut.
"Ya udahlah, Putra sama Adam gimana?" tanya Rani
"Gak tau lihat besok aja, udah malam nih." ucap Melati
"Yoklah kita tidur." ajak Rani.
Sementara dipos Pratu Yogi merasa kecewa karena tidak bisa ikut besok.
"Kenapa bang besok gak ikut? padahal Rani ikut juga." ucap Pratu Dimas
Pratu Yogi sangat kecewa mengingat permintaan Danru yang memintanya tetap dipos besok.
"*A*pa yang sedang direncanakan?" batin Pratu Yogi yang penasaran karena tiba-tiba Danrunya meminta dia tetap dipos.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan paginya mereka sedang bersiap-siap untuk berangkat. Rani dan Putra diantar oleh kawan-kawannya ketruk didepan pos. Saat hendak naik, tiba-tiba Pratu Yogi memanggil Rani.
"Kok abang masih kayak gini? abang gak ikut?" tanya Rani yang melihat Pratu Yogi berpakaian santai.
__ADS_1
"Gak dek, abang piket kamu tenang aja ada bang Dimas sama Edo, abang dah nitip kamu sama mereka." jawab Pratu Yogi sambil tersenyum.
"Nitip? emang barang pake nitip-nitip." jawab Rani sambil cemberut.
"Hehehe...maaf dehhh... dek itu jaket kamu ganti sama ini ya, sini jaket kamu." pinta Pratu Yogi.
Tampa menunggu Pratu Yogi mengambil jaket Rani dan memakaikan jaket yang dibawa tubuh Rani. Tampa bisa membantah Rani hanya berdiri mematung sedangkan mereka yang melihat bersorak dan tertawa melihat Pratu Yogi dan Rani. Andi yang duduk didepan juga ikut melihat kemesraan mereka tampa kata-kata.
"Anggap aja ini gantiin abang, nanti kalo kamu tidur tetap pakek ya?" ucap Pratu Yogi setelah memakaikan jaket ketubuh Rani.
"Hmmm.... wangi banget, parfum abang ya? habis berepa botol?, jadi gak pengen kasih balek nih." ucap Rani yang berusaha memecahkan kecanggungannya.
"Hahahahaha... itu jaket baru abang semprot dikit aja biar kamu ingat sama abang, itu memang buat kamu jadi gak usah dibalikin, abang ada lain." ucap Pratu Yogi.
"Bener nih??? duh senengnya..." ucap Rani.
"Jadi jaketnya aja nih yang kamu mau? orangnya enggak?" tanya Pratu Yogi sambil tersenyum
Rani hanya menjawab dengan senyum dan berlalu naik ketruk. Saat hendak naik dia kembali dipanggil.
"Rani kamu didepan ya?" pinta Pratu Dimas
"Dibelakang aja bang ada Putra juga nih." ucap Rani
"Didepan aja karena kamu cewe sendiri." ucap Pratu Dimas.
"Udah duduk depan aja gak enak dilihat kalo lo dibelakang sendiri." ucap Putra.
__ADS_1
"Dimas, titip Rani ya" ucap Pratu Yogi
"Rani bukan barang bang... Rani berangkat dulu ya bang Yogi, sobb...." ucap Rani sambil berlalu naik ke depan.