Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Mengulang Waktu...


__ADS_3

Perjalanan kali ini terasa lama untuk Rani, dia baru menyadari seperti apa tingkah Andi yang tidak pernah disangka sebelumnya. Hubungan jarak jauh apalagi dulu hanya bertemu dua kali membuat mereka tidak mengenal satu sama lain. Perjalanan kali ini terasa mengulang waktu kembali kemasa lalu dimana mereka tidak mempunyai waktu bersama.


Sudah satu jam berlalu, tidak ada yang bicara dari mereka bertiga, Andi masih sibuk mainin Hp Rani sedangkan yang punya hanya melirik sesekali. Tidak berapa lama telpon Rani kembali berbunyi.


"Melati" kata Andi yang langsung memberikan Hp ke Rani.


"Ya sayyy.... kenapa?" tanya Rani


"Kamu gak lupa bawa catatan kita kan?" tanya Melati krmbali


"Tenang aja,,, ada semua catatannya." jawab Rani


"Oh ya.... bang Andi ikut juga ya?" tanya Melati kembali yang membuat Rani kaget.


"Iya,,, kenapa?" jawab Rani


"Hmmm,,, dia kok gak bilang mau ikut kan aku juga mau ikut kalo ada dia." ucap Melati.


"Kamu telpon aja orangnya tanyain sendiri kenapa tanya sama aku?" jawab Rani


"Ih..kok nyebelin sih lo buk? apa karena bang Yogi gak ikut?" ucap Melati.


"Mungkin juga sih, bang Yogi kan penyemangat hidupku,,,hahahha." jawab Rani sambil tertawa.

__ADS_1


"Ya udah dulu ya... kalo dah sampe kabarin." ucap Melati.


"Ehemm,,, jadi Yogi sekarang jadi penyemangat hidup kamu dek?" tanya Andi yang nampak kesal dengan ucapan Rani.


"Ya begitulah." jawab Rani singkat.


Suara Hp Andi tiba-tiba berbunyi.


"Hallo dek, kenapa?" tanya Andi


"Abang kok gak bilang ikut kekota?" jawab Melati


"Ouh, abang ada perlu mendadak, lupa ngabarin kamu, maaf ya." jawab Andi.


"Padahal kalo tau abang ikut, adek mau ikut juga." ucap Melati


"Jahat banget, kenapa pake bohong sama Melati?" ucap Rani


"Ya sama dong kalo gitu, kamu juga jahat pake bohong sama abang." balas Andi.


"Abang serius gak sih sama dia? jangan abang mainin anak orang." ucap Rani kembali.


"Jodohkan gak ada yang tau, siapa tau jodoh abang malah sebenarnya kamu." ucap Andi sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sekarang aku meresa bersalah sama Melati, aku benar-benar merasa menghianati teman sendiri." ucap Rani penuh kesedihan.


"Ya udah kita bilang aja sama dia tentang kita." jawab Andi.


"Gak bisa bang, kalo kita bilang yang ada dia akan hancur, pasti dia akan merasa mengambil pacar temannnya sendiri, dia gak sekuat Rani, biar Rani aja yang rasa lagian kita juga udah gak ada hubungan apa-apa bentar lagi pun abang mau pulang jadi semua pasti baik-baik aja." jelas Rani panjang lebar.


"Siapa bilang kita gak ada hubungan, abang belum putusin kamu, abang masih mau menikmati waktu yang hilang dulu sama kamu." ucap Andi.


"Ya gak bisa gitu lah bang, itu tandanya abang selingkuh dan aku gak mau jadi selingkuhan abang." ucap Rani yang mulai kesal dengan sikap Andi.


"Justru abang selingkuhnya sama Melati bukan sama kamu. kalo gitu abang kasih tau Melati aja ya?" ucap Andi yang mengambil Hpnya kembali.


"Jangan bang." ucap Rani sambil menarik tangan Andi.


"Oke,,, mulai sekarang kalo abang telpon angkat, kalo abang mau ketemu kamu harus turutin, abang cuman punya waktu sebulan lagi disini." ucap Andi tersenyum penuh kemenangan.


"Abang ngancam aku?" tanya Rani


"Terserah kamu anggapnya apa." jawab Andi masih dengan senyuman menggoda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Para Readersss....

__ADS_1


Sosok Andi ini memang benar adanya bukan fiktif ya... tapi aku gak bisa kasih visual aslinya, jadi visual KWnya seperti pic dibawah. wajahnya sama persis, baretnya juga hitam cuman kulitnya sekarang agak gelap karena sibuk latihan maklum tentara.



__ADS_2