
Teman-teman Rani terus bertanya-tanya tentang Rani yang belum juga keluar.
"Rani ngapain ya didalam?" Tanya Mela
"Iya ya... dah mau magrib nih, bang Yogi panggilin gih" pinta Dewi.
"Maaf dek, abang gak berani, kalian aja" ucap Pratu Yogi.
Affan yang dari tadi menunggu diruang tamu, akhirnya mengetuk pintu ruang kerja Andi.
Tok...tok...tok...
"Udah magrib, kalian gak shalat?" Ucap Affan dari luar.
"Bang, bangun dah magrib, aku mau shalat" ucap Rani mengangkat kepala Andi.
"Iya bentar" ucap Andi bangun membuka pintu.
Affan yang melihat mereka keluar hanya geleng-geleng kepala. Rani langsung pulang kerumahnya tampa mengucap sepatah katapun.
"Eh, buk dari mana aja, kok lama banget?" Tanya Dewi.
"Hmmm... biasalah memberikan penjelasan biar big bos gak murka" ucap Rani.
"Emang tunangan kamu tau kamu pegangan tangan sama bang Yogi?" Tanya Mela yang membuat Rani gelagapan menjawab.
"Banyak mata-mata disitu" ucap Rani mencoba santai berharap Melati tidak lagi bertanya.
Setelah shalat, mereka kembali ke pos untuk makan malam bersama.
"Buk guru dan pak guru kita sudah sampai, ayo makan dulu" ucap Affan.
Mereka langsung mengambil piring, dan seperti biasa Rani memilih makan sendiri karena dia tidak suka makan sambil bicara. Teman-temannya sangat mengetahui kebiasaan anehnya itu.
"Kalo hari-hari gimana kalian makan? Pisah juga?" Tanya Affan pada teman-teman Rani.
"Dia gitu kalo makan nasi aja bang, kalo ngemil atau yang lainnya gak gitu" ucap Dewi.
"Katanya kalo makan nasi sambil bicara dia gak akan menikmati akhirnya kenyang sebelum kenyang" ucap Melati menambahkan.
"Bang Yogi aja waktu Rani sakit nyuapin dia gak bicara apa-apa, cuman suapin aja" ucap Dewi kembali.
"Jadi dia dekat banget sama Yogi ya?" Tanya Affan kembali.
"Iya bang, kami pikir mereka pacaran, eh ternyata si Rani dah tunangan" ucap Dewi.
"Satu lagi bang, si Rani kalo makan, lamaaaa banget" ucap Melati.
"Kalo gak percaya, lihat aja nanti" ucap Mela kembali.
Benar saja, mereka memperhatikan waktu yang dihabiskan Rani untuk makan. Saat semua orang sudah selesai makan dan bersiap membakar jagung, Rani masih makan karena dia sudah menambah satu porsi lagi.
"Si Rani itu biar kurus, makannya banyak juga ya?" Tanya Affan kembali.
"Hahhh... itu juga kelebihan dia, saat cewe-cewe takut makan banyak, dia malah makan banyak tapi badan gak gemuk, bayangin aja keren gak tuh?" Ucap Mela.
Mereka semua tertawa, Andi sesekali melirik kearahnya, Rani seakan tidak peduli pada sekitarnya, dia hanya mau menikmati makanannya.
Pratu Yogi memainkan gitarnya duduk disamping Putra. Yang lainnya asik membakar jagung, akhirnya Pratu Yogi menyanyikan sebuah lagu dari Peterpan yang berjudul Menghapus Jejakmu.
*Terus melangkah melupakanmu
Belah hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan
Perlahan mimpi terasa mengganggu
Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu
Kucoba untuk lanjutkan itu
Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu
Terus melangkah melupakanmu
Belah hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan
__ADS_1
Perlahan mimpi terasa mengganggu
Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu
Kucoba untuk lanjutkan itu
Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu
Lepaskan segalanya
Lepaskan segalanya
Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu
Nanananana
Nanananana
Nanananana
Nanananana
Nanananana
Nanananana*
Pratu Yogi menerima tepukan tangan yang meriah untuk lagunya. Rani yang dari tadi sudah selesai makan kembali menghampiri Pratu Yogi. Sudah jadi kebiasaan mereka sesekali bernyanyi dengan Pratu Yogi memainkan gitar.
"Lagu tadi untuk Rani ya?" Tanya Rani yang sudah duduk disamping Pratu Yogi.
Pratu Yogi tersenyum manatapnya.
"Wah mereka, bikin ngiri kita-kita aja" uca Dewi yang diangguki Mela.
"Bang, main lagu favorite Rani ya" pinta Rani yang diangguki setuju oleh Pratu Yogi.
"Bang Affan" panggil Rani tiba-tiba.
Affan menoleh kearah Rani.
"Tolong vidioin, kasih buat tunangan Rani ya" ucap Rani tersenyum kearah Andi.
Pratu Yogipun memulai petikan gitarnya diiringi nyanyian Rani.
*Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap takkan berubah
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
O-o-ow ...
Selalu ada cerita
Tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
__ADS_1
Yang mengalir seperti air
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
O-o-ow ...
Aku bsa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah menahanmu di sini
Untukku
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
O-o-o-o-ow ...
Aku bsa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah menahanmu di sini
Untukku*
Tepuk tanganpun kembali terdengar, mereka bersorak senang. Sampai akhirnya kata-kata Rani membuat semua terdiam.
"Bang Affan, rekam yang ini juga" pinta Rani pada Affan, tapi kawan-kawannya juga ikut merekam.
"Wahai kamu sang masa lalu, yang sekarang sudah menjadi tunangan. Terima kasih selama ini mau bersabar menghadapiku, dimasa lalu kamu menyayangiku dengan tidak menyentuhku padahal kalo kamu mau kamu bisa, tapi rasa sayang yang membuatmu tidak melakukannya, kamu tidak merusakku yang masih SMP dengan hal-hal yang belum pantas. Terima kasih juga, walaupun sekarang kita sudah bertunangan, kamu masih menjagaku dengan tidak merusakku yang belum halal untukkmu. Terima kasih sayang, maaf karena mengacuhkanmu, bersikap dingin padamu, tentu kamu tau alasannya. Semoga aku dan kamu bahagia walau jarak yang memisahkan kita" ucap Rani mengakhiri perkataannya dengan senyuman merekah mengarah ke Andi.
Sosok yang ditujupun mengangguk pelan sambil tersenyum, sementara yang lain sibuk bertepuk tangan sambil bersorak riang.
"Ihhhh... so sweettttt, jadi pengen juga" ucap Mela.
Mendengar ucapan Mela, Pratu Yogipun mengikuti ide Rani.
"Mela tolong Vidioin ya!" Pinta Pratu Yogi.
Rani yang disampingnya merasa aneh karena yang diminta tolong malah Mela bukan dirinya yang disamping Pratu Yogi. Mela yang tidak memiliki firasat apa-apa dengan senang hati merekam Pratu Yogi.
"Kamu yang disana!" Ucap Pratu Yogi menunjuk kearah Mela.
"Jika kelak kamu lihat vidio ini, jangan kaget, karena aku sudah tau kamu. Jadi gimana jodoh? Apa kamu mau jadi istriku?, ibu untuk anak-anakku kelak? Aku tunggu jawabanmu" ucap Pratu Yogi.
Mereka kembali bertepuk tangan dengan riuh.
"Udah Mela kirim ke hp abang ya?" Ucap Mela.
Pratu Yogi tersenyum, melihat calon jodohnya tidak mengetahui kalau dia sedang dilamar. Setelah itu mereka menikmati jagung bakarnya. Pratu Yogi kembali menampakkan sikap pedulinya pada Mela. Sementara Rani duduk dekat Affan dan Andi.
Melihat Pratu Yogi dan Rani yang membuat rekaman Vidio, Melapun ikut-ikutan dengan mereka. Suasana pun kembali hening.
"Adam, tolong rekam ya?" Pinta Mela
"Apa lo buk, mau nyatain cinta juga?" Seloroh Adam yang ditatap tajam oleh Mela, sementara yang lain tersenyum.
Melati pun mulai mengungkapkan perasaanya.
"Hai kamu,,, iya kamu,,, lelaki berengsek, penipu, beraninya ngajakin aku pacaran setelah kamu punya tunangan. Dasar cowo gak punya hati, elo pikir cuman lo cowo dibumi ini hahhh?" Ucap Mela mengakhiri ucapannya.
"Adam satu lagi ya? Nih buat Mak gue"
"Banyak amat buk, mau buat surat wasiat apa lo?" Ucap Adam
Melati kembali meluapkan perasaannya semantara yang lain masih terdiam.
"Bunda... Mela gak mau dijodohinnnn, Mela masih pengen menikmati masa muda, pacaran, jalan-jalan, siapa tau ketemu jodoh sendiri. Apa bunda sudah lihat anaknya sahabat ayah itu? Apa dia ganteng? Bagaimana kalo jelek, item, iiiiii... tentara kan gak ganteng semua Bun,,, Bunda.... Harus banget Mela ngikutin perjodohan ini?,,, Bunda,,, tolong pikirkan kembali, apa bunda tega sama Mela yang cantik jelita tiada tara ini, udah ya Bunda, semoga Bunda mendapat petunjuk" ucap Mela dengan mimik wajah yang dibuat-buat.
Semua orang ikut tertawa melihat aksi Mela kali ini. Pratu Yogi juga ikut tersenyum.
"Udah jangan dipikirin, nikmatin aja apa yang sedang kamu jalani sekarang" ucap Pratu Yogi menghampiri Mela.
"Photo berdua yok, buat kenang-kenangan" ajak Pratu Yogi kembali.
Merekapun berphoto riang, sementara Rani menatap mereka merasa ada sesuatu dengan Pratu Yogi dan Mela, tampa sadar Andi memperhatikannya.
"Kamu cemburu sayang?" Bisik Andi
"Hah.... nggaklah,,, cuman aneh aja, karena sebelumnya mereka gak sedekat itu" ucap Rani.
"Biarin aja, kan malah bagus" ucap Andi yang dibalas tatapan Rani dengan senyum.
__ADS_1