
Sudah beberapa hari berlalu Rani kembali sehat seperti biasa, perhatian yang Pratu Yogi berikan semakin membuatnya jauh dari masa lalu. Kini dia sudah ceria kembali ditambah lagi dengan beban dihatinya yang sudah berkurang.
Dilain tempat ada Andi yang beberapa hari ini berdiam dipos. Dia hanya bertanya pada Pratu Yogi tentang kondisi Rani.
"gimana nih ya, apa ditlpon aja? kira-kira mau ngangkat gak ya? udah lama juga gak pernah telpon". gumam Andi.
Beberapa saat kemudian....
Andi menelpon seseorang...
Andi_
"Assalamualaikum...bang apa kabar?"
Affan_
"walaikumsalam, kabar baik, ada apa nih telpon?
Andi_
"abang masih telponan sama Rani yang di Aceh?"
Affan_
"udah jarang sih, terakhir telpon 3 bulan yang lalu kalo gak salah itupun cuman sebentar karena dia lagi ada kegiatan, kenapa tiba-tiba tanya dia?"
Andi_
"bang dia disini, dia di tempat Andi satgas sekarang, dia ikut program guru untuk daerah terpencil"
Affan_
__ADS_1
"wahhh,,, jodoh tuh tandanya udah lamar aja sekarang mumpung didepan mata"
Andi_
"itulah bang masalahnya, saya sudah terlanjur pacaran sama temannya yang satu rumah, saya gak tau kalo itu dia, kemaren saya gak sengaja dengar waktu dia curhat sama kawannya".
Affan_
"kenapa bisa rumit begini?"
Andi_
"makanya saya telpon abang, saya juga bingung ini, dia gak tau kalo saya sudah tau tentang dia, pintar banget dia nutupin jati dirinya sama saya selama ini".
Affan_
"oh iya, 2 bulan lagi pergantian satgas kan?"
Andi_
Affan_
"saya juga bingung nih mau kasih solusinya gimana, entarlah saya coba pikir-pikir lagi"
Andi_
"makasih bang ya, nanti saya kabarin lagi, Assaalamualaikum"
Affan_
"walaikumsalam"
__ADS_1
Andi masih berusaha mencari solusi sementara dilain tempat Rani lagi makan bersama Pratu Yogi dan kawan-kawannya.
"jadi 2 bulan lagi abang disini?" tanya Melati sambil terus mengunyah makanan dimulutnya.
"iya, nanti ada anggota baru yang datang gantiin kami" jawab Pratu Yogi.
"bang Andi ikut pulang jg bang?" tanya Melati kembali.
"iya, Danru ikut pulang juga nanti Danru yang baru gantiin" jawab Pratu Yogi sambil menatap Rani.
"bakal pisah dong kita, terus abang sama Rani gimana? udah jadian ya?" tanya Melati yang membuat Pratu Yogi kembali menatap Rani.
"pengen tau banget lo buk" sahut Putra.
"habisnya mereka dekat gitu, si Rani mah enak makan aja disuapin, aku kan mau juga" jawab Melati
"ya udah lo suruh bang Andi kemari buat suapin lo" sahut Dewi.
"gak berani gua, belakangan ini dia juga jarang kemari, kenapa bang ya? banyak kerjaan apa dikantor?" tanya Melati pada Pratu Yogi.
"kalo gitu tanya sendiri saja sama Danru saya gak bisa bilang apa-apa, kalo kerjaan ya memang ada apa lagi mau pulang" jawab Pratu Yogi kembali.
"dek, jaga kesehatan kamu yah nanti waktu gak ada abang?" ucapa Pratu Yogi pada Rani yang dibalas dengan anggukan kepala sambil tersenyum.
"kan nanti ada abang-abang lain yang jagain dia bang, gimana tuh? jawab Dewi asal
"yang penting dia bahagia itu udah buat abang tenang, yang penting jangan mikirin apa-apa lagi, nanti abang usahain telpon sesering mungkin ya" jawab Pratu Yogi.
"nih anak dari tadi diam aja kenapa lo buk?" tanya Dewi
"dia lagi mikirin Pratu Yogi mau pulang tuh, gak ada lagi yang suapin dia makan" jawab Melati sambil tertawa.
__ADS_1
"kalo memang iya kenapa?" jawab Rani singkat yang membuat semua mata melihat kearahnya.