
Mereka kembali melanjutkan perjalanan, berbeda dengan tadi sekarang suasana terdengar sepi. Teman-teman Rani yang melihat Rani menangis tadi merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Rani yang masih duduk didepan hanya diam saja sambil terus melihat kedepan dengan tatapan kosong.
"Abang gak tau apa yang terjadi sampai kamu seperti ini, kalo karena kata-kata abang semalam kamu bisa lupaiin aja, gak perlu kamu pikirkan." Pratu Yogi mulai mencairkan suasana.
Tapi Rani masih enggan membuaka mulutnya, dia hanya memeluk boneka beruangnya dengan erat sambil sesekali menghapus air matanya yang turun tampa ia duga.
Perjalanan panjangpun berakhir, mereka semua kembali kerumahnya. Saat hendak turun Rani kembali melihat Andi yang menghampiri Melati turun. Andi tersenyum kepada Melati dan Rani merasa sakit sekali hatinya. Tampa melihat kiri kanan dia langsung kembali kerumah tampa sadar barangnya belum diturunkan.
Pagi yang cerah...
__ADS_1
"Sesakit apapun perasaanmu saat ini, tugas tetap tugas, kamu harus profesional jangan hanya karena satu orang kamu mengabaikan banyak anak-anak yang sudah menunggumu disekolah, bangkit dan tataplah masa depan, bukankah ini yang kamu mau? datang kesini untuk melihatnya, untuk tau seperti apa dia, apakah dia akan jatuh cinta sama kamu setelah dekat denganmu? sekarang kamu tau jawabanya, dia tidak pantas kau tangisi, saat kau menangis dia tersenyum, untuk apa kau menyiksa diri sendiri untuk laki-laki seperti dia. Bangunlah tatap masa depanmu, banyak yang lebih baik dari dia, hiduplah dengan bahagia, kamu itu bukan perempuan lemah, dan dia tidak pantas untukmu, Rabbimu sudah menyiapkan yang lebih baik dari dia, tunggu dan terimalah sepenuh hati". Batinnya terus saja bergejolak seakan memberontak untuk terus melanjutkan hidup dan bangun dari mimpi buruk.
"Morning...sobbb..." ucap Rani sambil berlalu kekamar mandi.
"Tuh anak kenapa ya? seperti cuaca kemaren mendung sekarang cerah, aneh pisan." tanya Melati penasaran dengan sikap Rani pagi ini.
"Entahlah aku juga bingung sama dia, macam kesambet... hahahah." jawab Dewi.
"Mau berangkat yah?" tanya Andi
__ADS_1
"Ah... yang pagi-pagi sudah diapel." seloroh Dewi
"Baru mulai menata hati, gimana bisa move on kalo tiap saat lihat ini orang sama pacarnya " batin Rani sambil berlalu meninggalkan Andi dan Melati yang berjalan dibelakang mereka.
"Loe kenapa sih Ran kemaren? kami khawatir tau liat lo gitu, ada masalah ya sama bang Yoga?, kami takut banget kemaren waktu liat muka dia saat suapin lo makan, teman-temannya aja gak pernah lihat muka dia macam itu." tanya Dewi sambil jalan menuju sekolah.
"Hmmm,,, emank kenapa muka bang yoga?" tanya Rani kembali karena dari kemaren dia tidak memperhatikan muka laki-laki itu.
"Serem banget Ran, aku aja ngeri liatnya, masak lo gak lihat waktu dia depan lo? kalian aneh, kami pikir kalian pacaran pake acara suap-suapan tapi dilihat dari wajah bang yoga gak tampak lagi kasmaran, hufffttt... aneh banget." Dewi menjelaskan apa yang dilihat kemaren karena sepertinya Rani benar-benar tidak sadar kemaren.
__ADS_1
"Entahlah, aku juga bingung mau jelasinnya gimana tapi untuk sekarang aku mau tenang dulu jadi jangan tanya-tanya lagi masalah kemaren ya, nanti kalo aku dah siap baru aku cerita sama kalian." jawab Rani.
Akhirnya mereka sampai disekolah, Rani tidak melihat kebelakang lagi dia terus berjalan menatap masa depannya sekarang. Karena masa lalu hanya akan jadi masa lalu yang tidak penting, dan untuk saat ini masa lalunya hanya akan menyakiti orang lain.