Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Minggu...


__ADS_3

Setelah berkeliling sebentar, mereka kembali kerumah.


"Sudah pulang?" Tanya kak Ira


"Iya kak, cari angin sekitar sini aja." ucap Andi


"Kakak sama abang tidur duluan ya, kalo sikembar pulang langsung suruh tidur ya, biasa jam 11 baru pulang mereka." ucap Kak Ira.


"Iya nanti Andi bilang." ucap Andi.


"Rani tidur terus ya jangan begadang, Andi nanti tidur dikamar si kembar aja." ucap kak Ira.


Rani yang hendak masuk tiba-tiba tangannya ditahan sama Andi.


"Jangan tidur dulu ya?, temani abang tunggu si kembar, duduk depan tv aja yok sambil nonton." ajak Andi.


Rani mengangguki kepalanya tanda setuju. Andi masih berusaha membuat Rani banyak bicara seperti saat Rani dengan teman-temannya. Andi merindukan keceriaan yang dari wajahnya.


Sementara dikamar, sepasang suami istri juga sedang berunding paska konflik.


"Apa gak memaksa tuh Yah?" Ucap Kak Ira pada suaminya


"Ayah juga bingung Bun, Rani pasti merasa bersalah sama temannya yang pacaran sama Andi, sementara Andi kekeh mau balikan sama Rani."


"Iya juga ya, pasti berat banget jadi Rani, aduh kalo bunda diposisi Rani entah apa yang bunda lakuin." ucap kak Ira.


Mereka masih menonton yang kebetulan malam itu film barat romantis. Tiba-tiba bunyi pesan masuk ke Hp Andi.


Mela_


"Malam abang sayang, udah tidur?"


Andi membuka pesan tersebut sambil melirik kearah Rani.


"Jawab aja aku gak papa, jawab yang jujur apa yang dia tanya." ucap Rani terus menatap tv.


Mendengar kata-kata Rani, Andi kemudian membalas pesan Melati.


Andi_


"Lagi nonton tv, bentar lagi abang tidur."


Mela_


"Gimana malam minggu disana? Abang bak keluar?"


Andi_

__ADS_1


"Biasa aja, udah tadi sebentar keliling komplek aja."


Mela_


"Ouh... ya udah Mela tidur dulu ya, love you."


Andi menghela nafas panjang saat membaca pesan terakhir dari Melati.


"Rasanya seperti terciduk sedang selingkuh." batin Andi.


"Gimana rasanya enak?" Tanya Rani yang menyadari perubahan raut wajah Andi.


"Filmnya enak, kripiknya juga enak semua enak." ucap Andi menyunggingkan bibirnya.


Saat mereka asik menonton tiba-tiba mereka dihadapkan dengan adegan hot kiss difilm tersebut. Sontak keduanya kaget, tapi Rani lebih jelas terlihat kikuk dari pada Andi yang terkesan biasa aja.


Rani menyandarkan kepalanya kebelakang, menutup matanya yang terasa lelah dan hati yang gelisah setelah melihat adegan barusan.


"Bang udah ya, aku mau tidur." ucap Rani yang sudah menahan kantuknya.


"Ya udah tidur aja biar abang tunggu sikembar dulu." ucap Andi.


Akhirnya Rani masuk kamar dan terlelap dengan cepat.


Keesokan harinya...


Rani yang masih terlelap dikejutkan dengan suara panggilan di Hpnya.


Putra_


Rani_


"Iya tau... tapi aku masih ngantuk nih."


Putra_


"Shalat subuh buk, malu sama umur."


Saat hendak menjawab terdengar suara ketukan pintu.


Rani_


"Udah nih mau shalat dulu ya."


Rani langsung turun membuka pintu kamar.


"Eh kak... maaf ya baru bangun." ucap Rani malu-malu

__ADS_1


"Yok shalat dulu terus kita sarapan, para kaum Adam sudah kemesjid semua."


Dimesjid Andi bertemu dengan bawahannya.


"Kalian duluan, nanti saya susul sama Rani naik motor ya, nanti saya hubungin kalo udah berangkat."


"Siap Dan." ucap Pratu Dimas.


Sementara dirumah para wanita sudah siap dengan sarapan paginya tinggal menunnggu kajm Adam kembali dari mesjid.


"Rani, kak Ira boleh tanya?" Ucap kak Ira


"Silahkan kak, santai aja." jawab Rani


"Apa yang kamu bilang ke Andi tadi malam benar?, kakak gak mau kamu seolah terpaksa menjawabnya dan kakak juga tau kalo Andi semalam memaksamu untuk menjawab."


"Sebenarnya bukan perasaan Rani yang bermasalah kak, tapi kakak kan tau sendiri Andi sekarang terikat sama wanita lain, dan wanita itu teman sekamar Rani kak, apa yang harus Rani lakuin? Dah gitu gimana sama perasaan bang Yogi? Dia mungkin akan bersikap baik-baik aja tapi hatinya pasti sakit, jujur kak Rani gak bahagia dengan semua ini. Kejam sekali kalo Rani bahagia sementara ada dua hati yang pasti hancur kalo tau semua ini." ucap Rani dengan wajah lesu.


"Kakak juga bingung harus bilang apa, seperti buah simalakama, kakak doakan aja yang terbaik untuk kalian ya?" Ucap kak dengan senyum hangatnya.


"Makasih kak." ucap Rani.


Para lelaki telah kembali dari mesjid, Rani langsung bergebas mengambil barang-barangnya.


"Kamu ngapain dek?" Tanya Andi


"Beres-beres, bentar lagi belanja nih sekalian mau bawain ke truk jadi gak bolak balek lagi." ucap Rani


"Kita pulang besok, truk mesti masuk bengkel, hari ini belanja pinjem truk disini, besok baru kita pulang, nanti kita susul mereka setelah sarapan, mereka tadi lagi ngopi diwarung depan." ucap Andi.


"Huffttt... kenapa mesti nginap lagi sih,,, dah gak sanggup hadapin ini orang." gumam Rani dalam hati.


Dengan kesalnya Rani kembali memasukkan tasnya kedalam kamar.


"Yok, makan dulu, udah siap nih." ucap kak Ira dari dapur


Merekapun sarapan pagi bersama.


"karna gak jadi pulang hari ini, kakak mau dong dimasakin masakan aceh sama Rani, boleh?" Tanya kak Ira.


"Kakak mau diasakin apa?" Tanya Rani kembali


"Apa aja yang penting masak Aceh."


"Ya udah, bentar lagi kita belanja dek ya." ucap Andi


Rani yang sedang memikirkan masakan apa yang mau dimasak kaget mendengar Andi mengajaknya belanja bersama.

__ADS_1


"Iya, nanti kamu belanja sama Andi aja gak papa kan?" Ucap kak Ira kembali sambil tersenyum kearah Andi.


Rani hanya mengangguk tanda mengiyakan ajakan Andi. Rani merasa sedang dikondisikan untuk berdua dengan Andi.


__ADS_2