
"Maaf bang ya lama." ucap Rani sambil duduk disamping Pratu Yogi yang dari tadi menunggunya.
"Iya gak papa, dek, Danru ingin ketemu kamu." ucap Pratu Yogi.
Degggg
"Danru minta tolong abang untuk bilang ke kamu, katanya dia hubungin kamu tapi kamunya gak angkat telpon dia." ucapa Pratu Yogi
"Rani pikir udah gak ada yang perlu dibahas lagi bang jadi untuk apa bertemu" ucap Rani
"Menurut abang sebaiknya kalian ketemu aja, mungkin Danru ada yang mau dibicarakan, apa gak sebaiknya kamu kasih kesempatan buat Danru?" ucap Pratu Yogi kembali.
"Huffftttt... "
Rani menarik nafas dan membuangnya secara kasar, menandakan dia lelah harus kembali berurusan dengan Andi, tapi ucapan Pratu Yogi membuatnya kembali berpikir ini terakhir kalinya dia berurusan dengan Andi.
"Oke lah bang kalo gitu, kapan mau ketemu?" tanya Rani
"Sekarang bisa? mumpung gak ada kawan-kawan kamu." jawab Pratu Yogi
"Ya udah ayok, nanti abang temanin Rani ya? tanya Rani sambil berjalan menuju pos
"Kalian selesaikan berdua, abang orang luar dan gak tau apa-apa, jadi lebih baik abang tunggu diluar aja ya." ucapa Pratu Yogi.
Merekapun akhirnya sampai dan Pratu Yogi langsung membawa Rani masuk dimana Andi sudah menunggu diruang tamu.
__ADS_1
"Siap Dan, Rani sudah datang." ucap Pratu Yogi
"Iya terima kasih." ucap Andi.
"Abang keluar dulu ya." ucap Pratu Yogi sama Rani sambil berlalu keluar.
Kini hanya tinggal Rani dan Andi diruang tamu, Andi yang menatap Rani mempersilahkan Rani duduk. Rani merasa hatinya mulai tak menentu, jantungnya sudah tidak seirama, dia berusaha menarik nafas dalam-dalam agar dirinya merasa tenang.
Andi beranjak pindah tempat duduk, dan sekarang tepat disamping Rani sama seperti posisi mereka dimasa lalu, Andi menatap Rani dari samping, sangat lama dan tampa sepatah katapun hingga membuat Rani tidak nyaman karena tatapan Andi.
"Ada apa bang? bang Yogi bilang ada yang mau abang bicarain?" Rani mulai bertanya sambil menatap Andi sekilas.
"Apa kamu senang sekarang?" Andi bertanya tampa menjawab apa yang Rani tanyakan.
"Abang lihat bagaimana?" jawaban Rani ternyata tidak seperti yang Andi harapkan.
"Sudahlah bang, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku mau pulang." jawab Rani kembali yang mulai jengah dengan kondisi Andi yang terus menatapnya.
Saat hendak bangun dari duduknya, tiba-tiba Andi menarik tangan Rani.
"Duduk dulu abang belum selesai bicara." ucap Andi dengan tangan yang masih memegang tangan Rani.
Rani menarik tangannya tapi semakin ditarik semakin kuat genggaman Andi.
"Lepas bang, ini kan dah duduk jadi lepasin tangan Rani." pinta Rani namun Andi masih enggan melepasnya.
__ADS_1
"Kamu ingat dulu, kita ketemu saat abang mau dipindahkan, sekarang juga sama saat abang mau pulang baru ketahuaan itu kamu." ucap Andi sambil tersenyum.
"Itu tandanya gak jodoh jadi memang ketemuanya tiap mau pisah." ucap Rani.
"Apa kamu tidak mau minta maaf sama abang? kamu tega banget bohongin abang, padahal abang udah bilang kalo kita ketemu abang mau nikah sama kamu." ucapa Andi.
"Hahahah.... lucu sekali....
gak ada yang perlu meminta maaf, masalah aku bohongin abang itu bukan kesalahan, aku hanya ingin tau seperti apa lelaki yang katanya sayang sama aku, apakah dia cukup jujur atau selama ini hanya gombalan manis." ucap Rani yang sesekali masih berusaha menarik tangannya.
"Jadi sekarang kamu bahagia?" tanya Andi
"Hidupkan harus berlanjut, tidak mungkin berhenti disatu orang saja, jodohkan gak ada yang tau, dan aku sama abang berarti gak jodoh jadi gak perlu dipermasalahkan lagi, kita bisa berteman seperti biasa." jawab Rani.
"Kamu cinta sama Yogi?" tanya Andi kembali
"Kenapa suasananya seakan abang mau introgasi aku? cinta atau tidak rasanya abang gak perlu tau itukan masalah pribadi aku." ucap Rani.
"Abang hanya mau tau, apa secepat itu kamu bisa lupain abang, dan memilih orang lain." ucap Andi.
"Cinta akan tumbuh dengan keseringan bersama, perhatian dan ketulusan yang ditunjukkan satu sama lain, entahlah rasa apa itu tapi aku senang dekat dia." jawab Rani.
"Tapi dia juga akan pulang apa kamu gak takut kembali menjalani hubungan jarak jauh sama seperti kita dulu." tanya Andi.
"Sekarang aku percaya jodoh akan bertemu dengan caranya sendiri, dan masalah dengan bang Yogi biar kami yang pikirin karena kami yang jalani, abang gak perlu repot-repot, lebih baik abang baik-baik sama Melati beri dia perhatian yang cukup jangan sampai dia iri melihat bang Yogi kasih perhatian ke aku." jawab Rani
__ADS_1