Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Dia Yang Sesungguhnya...


__ADS_3

Like, komen dan vote dulu sebelum baca


Biar aku tambah semangat up@...


----------------------------


Kediaman Praka Yogi, semua orang sudah berkumpul sebelum makan siang. Semua larut dalam perbincangan yang diiringi canda tawa.


"Anak-anak gadis ini udah punya calon belum?" Tanya Ibu Praka Yogi.


Meresa ditatap oleh sipenanya, Rani melirik kearah Dewi sekilas.


"Mereka udah punya Buk, pulang dari sini mereka langsung nikah." Ucap Mela tampa menunggu jawaban kedua temannya.


"Ouh, ibu pikir belum ada, mau ibu jodohin sama sepupu Yogi." Ucap Ibu Yogi lembut.


"Ibu sama bapak tau gak? Rani ini dulu yang disukai bang Yogi, tapi sayang Rani sudah punya pacar dan pacarnya itu Danru bang Yogi yang sekarang duduk sama kita." Ucap Mela membuat orang tua Yogi sedikit terkejut.


"Terus, pacar Mela sebelum dijodohkan sama bang Yogi juga Danru ini." Ucap Mela sambil tertawa, sementara Rani sudah menatapnya dengan tatapan kesal.


"Benar begitu Yogi?" Tanya ibu Yogi seakan gak percaya. Praka Yogi hanya bisa menggaguk pelan kepalanya.


"Terus nak Andi sama Rani kapan menyusul Mela sama Yogi?" Ibu Yogi melihat kearah Andi dan Rani.


"Secepatnya buk, mohon doanya." Ucap Andi yang membuat Rani sedikit terkejut.


"Iya, ibu doain semoga cepat menyusul, kalian juga kelihatan cocok."


"Iya buk, mereka memang sangat cocok, sama-sama keras kepala." Seloroh Mela yang mendapat pelototan dari Bundanya.


"Kalian malam ini nginap disini ya? Sesekali ibuk pengen rame-rame dirumah, mau ya?"


"Maaf buk, kalo kami disini nanti tetangga ibu akan protes karena kami sangat berisik." Ucap Adam.


"Iya buk, tanya aja sama Bunda gimana ributnya kami." Sahut Putra.


"Udah, kalian nginap aja, ibu senang kok kalo kalian terima ajakan ibu."

__ADS_1


"Iya, nginap aja disini semalam, Bunda ijinin kok." Sahut Bunda Mela.


Mereka saling menatap satu sama lain, sementara Rani terlihat paling tidak bersemangat, bagaimanapun ada Andi disana.


Setelah asik mengobrol, mereka melanjutkan makan siang dengan sedikit perbincangan, dan lagi-lagi Rani kembali menjadi objek yang diperbincangkan.


"Gimana anak-anak kalian suka?" Tanya ibu Yogi.


"Suka buk, apalagi gratis." Jawab Adam diiringi tawa yang lain.


"Nak Andi makan yang banyak, ibu gak tau selera orang Bugis sama orang Aceh gimana, semoga nak Andi sama Rani suka ya."


"Kok mereka aja yang diperhatiin buk? Kami juga dari daerah lain?" Ucap Adam.


"Hehehe... iya kalian juga semoga suka dengan masakan ibu ya?"


"Ibuk jangan ngajakin Rani bicara ya kalo lagi makan, soalnya dia tuh kalo udah makan gak bisa diganggu." Ucap Mela pada mertuanya yang mendapat tatapan tajam dari Rani.


"Makanya waktu yang tepat buat ngatain dia itu kalo lagi makan buk, gak akan dibalas dikitpun." Sahut Adam.


"Seharusnya memang begitu, sambil makan jangan ngomong." Ucap Ibu Yogi kembali.


Para lelaki dewasa daritadi hanya diam saja tidak ikut perbincangan para wanita, hanya Putra dan Adam yang asik menimpali omongan para wanita.


Setelah beberapa waktu, orang tua Mela kembali kekediaman mereka, kini hanya tinggal para sahabat yang menerima ajakan orang tua Praka Yogi untuk menginap.


"Nanti malam kita bakar-bakar ayam yok!" Ajak Mela.


"Loe main ajak-ajak aja, tanya dulu sama yang punya rumah, perasaan dari tadi loe sama ibu mertua gak ada jaim-jaimnya." Ucap Adam.


"Iya nih, loe tega banget bongkar masa lalu kita sama ibuk bang Yogi, gue kan malu jadinya, pake bongkar tabiat gue makan lagi." Ucap Rani kesal.


"Ih,,, ngambek, santai aja lagi, mertua gue baik kok sama seperti anaknya, oh ya, mana tuh laki-laki kok ngilang?" Ucap Mela.


"Tadi bang Yogi sama bang Andi keluar, bang Yogi gak bilang sama loe?" Tanya Adam.


"Gak ada, coba aku cek Hp dulu, siapa tau dia kirim pesan." Ucap Mela berlalu kekamarnya mengambil Hp.

__ADS_1


"Eh, Dewi sama Putra juga ikut mereka." Ucap Mela yang baru keluar dari kamarnya.


"Kok kita gak diajak?" Tanya Adam heran.


"Elo ribut." Jawab Rani.


"Tidur aja yok, ngantuk nih." Ajak Rani.


"Ayolah, gue juga kurang tidur tadi malam." Sahut Mela.


"Taulah yang habis belah duren." Ledek Adam.


Mereka akhirnya benar-benar tidur sampai sore.


Sementara disebuah cafe tiga pria dan seorang wanita tengah terlibat perbincangan serius.


"Jadi kapan pastinya kalian pulang?" Tanya Andi.


"Seperti rencana tadi bang, selasa Insya Allah, abang mau ikut ke Aceh juga bareng kami?" Tanya Putra.


"Maunya gitu, cuman saya ngajuin cuti buat kemari aja, gak teringat sekalian kesana bareng kalian." Ucap Andi.


"Ouh,,, berarti memang belum jodoh abang ke Aceh." Ucap Putra kembali.


"Dewi, apa Rani punya cowo lain?"


"Gak bang, kalo kenalan biasa aja banyak, namanya juga di Fb, gak mungkinlah dia selingkuh, tadi malam aja dia baru nangisin abang sampe bengkak matanya." Ujar Dewi.


"Dia nangis kenapa?" Tanya Andi.


"Ya gak tau, kan abang berdua lebih tau, dia juga bukan orang yang mudah cerita kalo gak dipaksa, kalo dia masih sanggup simpan sendiri dia akan simpan rapat-rapat." Jawab Dewi.


"Jadi gimana apa Danru sudah ambil keputusan mau gimana sama Rani?" Tanya Praka Yogi yang dari tadi menyimak.


"Saya belum tau, belum bisa kasih keputusan sekarang." Jawab Andi.


Mendengar jawaban Andi, Putra menatap Dewi dan Praka Yogi penuh arti. Menjelang sore mereka kembali membawa jagung untuk dibakar nanti malam.

__ADS_1


__ADS_2