
Banyak hal manis yang Pratu Yogi lakukan untuk dekat dengan Rani. Setelah mengungkapkan isi hatinya yang belum dijawab oleh Rani sampai sekarang Pratu Yogi tidak pernah menanyakan lagi mengingat ucapan Rani yang belum siap.
Pratu Yogi termasuk laki-laki sabar dan bijak dalam menghadapi Rani. Dia terus memberikan perhatian dan hal-hal manis tampa Rani sadari. Sikap tegasnya sesekali muncul ketika sifat Rani yang sulit ditebak dan sering berubah.
Rani seolah menghindari Andi, entah rasa apa yang dimilikinya untuk Andi sekarang. Andi sudah tidak pernah lagi menghubungi hpnya. Dia sudah benar-benar jauh, Ranipun sudah sangat membencinya tapi keadaan terus saja membuat dia bertemu Andi seperti sekarang ini.
"Sibuk ya?" tanya Andi
"Iya." jawab Rani singkat
"Abang duduk disini ya sambil tunggu Melati, katanya dia bentar lagi sampai." ucap Andi kembali.
"Iya." jawab Rani kembali.
Rani yang lagi mengerjakan tugas diruang tamu merasa jengah dengan keadaan, bagaimanapun rasa sakitnya belum sembuh dan sekarang harus duduk satu ruangan dengan dia. Melati dan Dewi masih disekolah, hanya Rani sendiri dirumah karena tidak ada jadwal mengajar hari ini.
"*Gi*mana ini sungguh tidak nyaman." batin Rani.
"Kamu pacaran ya sama Yogi?" tanya Andi yang membuat Rani terkejut
"Enggak." jawab Rani singkat, karena tidak perlu menjelaskan apa-apa sama dia.
"Abang lihat sepertinya Yogi suka sama kamu dek, dia baik anaknya gak neko-neko, ganteng lagi." ucap Andi kembali.
__ADS_1
"Ouh ya?" jawab Rani sambil terus menulis.
"Sepertinya kamu sibuk maaf ya kalo abang ganggu." ucap Andi.
Ruangan tiba-tiba menjadi sepi, Rani yang merasa jengah dengan suasana ruangan yang hanya ada dia bersama Andi menghidupkan lagu dihpnya. Rani sekali lagi harus menarik nafas panjang karena lagu dihpnya lagu galau semua. Akhirnya dia memilih lagu Melly feat Ari Lasso "jika" yang sepenggal liriknya seperti ini.
Jika teringat tentang dikau
Jauh dimata dekat dihati
Sempat terfikir tuk kembali
Walau beda akan kujalani
Tak ada niat untuk selamanya pergi
Jika teringat tentang dikau
Jauh dimata dekat dihati
Ingin jumpa walau ada segan
Tak ada niat untuk berpisah denganmu
__ADS_1
Jika memang masih bisa mulutku berbicara
Santun kata yang ingin terucap
Kan kudengar caci dan puji dirimu padaku
Kita masih muda dalam mencari keputusan
Maafkan aku ingin kembali
Seumpama ada jalan tuk kembali...
Rani merasa dadanya sangat sesak saat ini, tanganya sudah tidak sanggup untuk menulis lagi wajahnya tertunduk kebawah sembari terus menggigit bibirnya. Hatinya terus berkecamuk.
"Kamu kenapa dek? sakit? lagunya galau banget lagi ingat seseorang kah?" tanya Andi tiba-tiba yang merasa aneh melihat Rani yang terus menunduk.
Tidak berapa lama Dewi dan Melatipun sampai.
"Eh abang disini?" tanya Melati
"Iya tunggu kamu pulang." jawab Andi sambil tersenyum.
"Lo kenapa Ran? Sakit?" tanya Dewi yang melihat wajah Rani pucat.
__ADS_1
"Ehmmm... gak papa, aku masuk kamar ya, capek" jawab Rani sambil berlalu kekamarnya.
Rani masuk kekamar tapi suara diluar kamar jelas terdengar, tampa terasa air matanya lolos juga kali ini tampa sanggup ditahan lagi. Rani menarik selimut menghadap kedinding walaupun dia tidak tidur tapi dia tidak mau teman-temannya melihat dia menangis. Setelah beberapa lama akhirnya dia terlelap dalam tidur dengan air mata yang sudah mengering.